«

»

Menpora Menutup Tour de Singkarak 2012

11 Juni 2012
Padang – Turnamen balap sepeda Tour de Singkarak yang sudah digelar sejak seminggu sebelumnya, akhirnya minggu siang resmi ditutup oleh Menpora Andi Malarangeng di Padang.
Masyarakat Kota Padang tumpah ruah di jalan  Jend. Sudirman Minggu siang. Semua elemen masyarakat dan pemerintah ikut hadir pada acara penutupan turnamen tour de singkarak tersebut (10/6). Mulai dari pedagang kecil hingga para pejabat dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah ikut serta dalam acara penutupan yang digelar meriah di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat. Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng, Wamen Parenkraf Sapta Nirwandar, Wamen Dikbud, Musliar Kasim, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Wakil Gubernur Sumatera Barat Muslim Kasim, Ketua DPRD Prov. Sumbar Yultekhnil, Sekda Prov. Sumbar Ali Asmar, Walikota Padang Fauzi Bahar, Wakil Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah, Bupati/Walikota se-Sumbar serta seluruh Muspida Prov. Sumbar dan Kota Padang.
Urang Minang Baralek Gadang, itu lah yang bisa kita ibaratkan dan gambarkan Tournament Tour de Singkarak ini. Terbukti dengan masifnya dukungan serta kontribusi dari semua stakeholder yang ikut berperan dalam mensukseskan acara ini. Mulai dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Daerah Kab/Kota maupun keterlibatan masyarakat Sumatera Barat dalam meramaikan yang juga ikut larut dalam euforia balapan “Kereta Angin” ini.  Sedari Pembukaan Tour de Singkarak yang dilaksanakan di Kota Sawahlunto hingga berakhir dan penutupannya di Kota Padang, bisa dirasakan betapa besar antusiasme para panitia acara dan masyarakat dalam mensukseskan balapan yang digelar sekali setahun ini. 
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, secara khusus menghaturkan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh panitia yang telah berkerja keras selama digelarnya Tour de Singkarak ini. Mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, akomodasi, penginapan, keamanan dan ketertiban penyelenggaraan yang sudah diberikan dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab dari seluruh panitia acara ini hingga bisa terselenggarannya acara yang berkualitas internasional ini. Gubernur menyampaikan bahwa Tour de Singkarak ini akan berdampak baik bagi pembangunan ekonomi kemasyarakatan bagi masyarakat Sumatera Barat, dimana hal tersebut merupakan hal yang identik dengan masyarakat Sumatera Barat yang memiliki jiwa berdagang. Dan ini sudah terbukti dengan menurunnya angka tingkat kemiskinan Sumatera Barat, hanya  9,5% dari seluruh penduduk Sumatera Barat. Dan insya Allah dengan tetap digelarnnya TdS ini, tahun ini kita targetkan menurun hingga 9,1%.  Beragamnya dampak baik yang didapatkan oleh Provinsi Sumatera Barat dengan terselenggarannya acara ini memang adalah salah satu tujuan kita. Peningkatan kegiatan perekonomian hingga peningkatan aktivitas kepariwisataan sudah terbukti meningkat sejak digelarnya acara ini 4 tahun lalu.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Malarangeng juga menambahkan bahwa TdS ini adalah pembuktian dimana olahraga juga sangat erat kaitannya dengan pariwisata dan pembangunan ekonomi kemasyarakatan. Jadi ide penyelenggraraan acara TdS yang menggabungkan olahraga dengan kepariwisataan ini sangat brilian dan bagus sekali dan patut dicontoh oleh daerah-daerah lain di Indonesia.  Meskipun dahulunya TdS ini hanya diikuti oleh 10 negara, dan yang penting ikut saja, namun pada tahun ini sesuai dengan berkembangannya dan peningkatan kualitas TdS ini, kita sampai harus menyaring semua peserta, dan memang hanya peserta yang berkualitas yang dapat ikut serta dalam turnamen Tour de Singkarak ini. Dan alhamdulillah untuk tahun ini Peserta pun bertambah hingga 20 negara yang ikut ambil bagian dalam turnamen ini. Ini adalah prestasi yang membanggakan bagi Sumatera Barat. Lebih lanjut Andi Malarangeng menyampaikan Tour de Singkarak ini juga hendaknya bisa memacu prestasi atlit-atlit nasional dan khususnya atlit Sumatera Barat. Karena selain bisa meningkatkan aktivitas pariwisata, namun perkembangan prestasi balap sepeda dalam negeri juga seharusnnya juga bisa ditingkatkan lagi dengan adanya TdS ini, apalagi kita juga sebagai tuan rumah. Jadi saya harap Sumatera Barat harus bisa menjawab tantangan tersebut.
Pada etape VII ”Padang Circuit Race” pebalap Trengganu Pro Malaysia, Mohammad Zamri Salleh berhasil menjadi yang tercepat, disusul rekan setimnya Mohammad Harrif Salleh, dan Alexander Edmonson di posisi tiga. Ketiga pebalap memiliki catatan waktu yang sama, 2:19:19. Namun hasil etape VII ini tidak banyak merubah hasil klasifikasi umum secara keseluruhan. Pujol Munoz Oscar, pebalap kelahiran Madrid yang memperkuat Azad University Cross Team Iran, berhasil merebut tiga jersey sekaligus . Masing-masing Polkadot atau dijuluki Raja Tanjakan. Green Jersey sebagai pebalap dengan akumulasi waktu tempuh tercepat selama TdS 2012, yakni 21:24:21 dan Yellow Jersey sebagai pebalap dengan perolehan point terbanyak yakni 49 point . Hasil TdS 2012 merupakan kebanggaan bagi Indonesia, karena selama 4 kali TdS digelar sejak 2009, baru tahun ini team asal Indonesia mampu menjadi yang tercepat. Putra Perjuangan Bandung berhasil sebagai tim tercepat dengan catatan waktu 64:24:52, disusul Australian National Team dengan selisih 29 detik, dan Azad University Cross Team di posisi ketiga dengan selisih 1 menit 27 detik. Sementara itu pebalap tercepat kategori  khusus Indonesia pada TdS 2012 (keseluruhan etape), dan berhak memakai red and white jersey yakni Dadi Suryadi, disusul Tonton Susanto di posisi dua, dan Chelly Aristya di urutan 3. Ketiga pebalap tergabung dalam tim Putra Perjuangan Bandung.
[humasprov]

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>