«

»

Sport Tourism

8 Juni 2012

Oleh Irwan Prayitno

Menarik istilah yang digunakan Ibu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, saat membuka secara resmi Tour de Singkarak, Senin (4/6) lalu. Beliau mengatakan tema utama Tour de Singkarak tahun ini adalah sport tourism.

Sport tourism jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia setara dengan kata wisata olahraga. Kira-kira sport tourism pengertiannya adalah kegiatan wisata yang dipadukan dengan kegiatan olahraga, atau berolahraga sambil berwisata atau sebaliknya.

Para ahli membagi sport tourism menjadi dua kategori, yaitu beriwisata sambil menonton pertandingan olahraga dan berwisata sambil mengikuti iven-iven olahraga.

Iven Tour de Singkarak tentu sangat cocok sekali dengan istilah sport tourism. Dengan iven Tour de Singkarak kita harapkan datang berkunjung dua ketegoti wisatawan sekaligus. Yaitu mereka yang berwisata sambil mengikuti iven balap sepeda dan mereka yang datang berwisata sambil menonton balap sepeda Tour de Singkarak.

Meski Tour de Singkarak (TdS) baru berusia 4 tahun (Tour de France sudah berusia 99 tahun), namun gezah TdS sudah mulai dirasakan. Tahun ini iven TdS diikuti oleh 17 negara selain Indonesia. Ini berarti berita TdS, wajah Sumatera Barat, berikut destinasi wisata daerah ini telah menghiasi media cetak dan elektronik di 17 negara tersebut. Ini adalah sebuah promosi yang luar biasa bagi Sumatera Barat.

Otomatis, iven ini telah berhaasil mendatangkan wisatawan ke Sumatera Barat, baik berupa atlet balap sepeda berserta timnya, maupun penonton dan suporter dari masing-masing tim. Jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan itu diharapkan terus terjadi dan berlipat ganda di tahun berikutnya.

Dari aspek olahraga (sport), juga terjadi peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Tahun sebelumnya tidak satu pun atlet Indonesia yang mampu menempati urutan juara 1, 2 maupun 3. Namun tahun ini beberapa atlet Indonesia telah bermunculan menjadi juara di beberapa etape yang telah dilaksanakan.

Nampaknya atlet-atlet balap sepeda Indonesia tidak ingin membiarkan medali dan hadiah yang disediakan di iven TdS diboyong semua ke luar negeri. Mereka nampaknya telah mempersiapkan diri, berlatih dengan baik dan hasilnya, mereka pun bisa tampil menjadi juara.

Khusus untuk Sumatera Barat, mulai tahun ini sudah ada peserta asal Sumatera Barat yang ikut berlaga di ajang TdS melalui Tuah Sakato Cycling Team. Sebagai pendatang baru tentu kita paham kondisi mereka. Namun kehadiran pembalap Sumbar di ajang bergengsi sekelas TdS sudah merupakan sebuah upaya yang patut dihargai. Jika mereka tekun berlatih dan belajar dari pengalaman selama berlomba di ajang TdS, Insya Allah suatu saat mereka juga akan tampil menjadi juara dan jadi tuan rumah di negeri sendiri.

Selain itu TdS juga telah memicu Gerakan Kembali Bersepeda di Sumatera Barat mulai menggeliat. Puluhan klub bersepeda mulai bermunculan di Sumatera Barat, baik berupa klub yang menekuni balap sepeda, fun bike maupun mountain bike.  Jumlah mereka terus bertambah dan bertambah. Seiring dengan itu, berbagai iven perlombaan bersepeda juga telah digelar di berbagai kabupaten dan kota. Berbagai lomba ini mendapat sambutan baik dari masyarakat, setiap lomba selalu kebanjiran peserta.

Rasanya, pilihan melaksanakan iven bersepeda di Sumatera Barat sudah sangat tepat. Seperti diungkapkan Ibu Menteri Mari Elka Pangestu, bersepeda bisa dijadikan ajang sport tourism, sambil bisa berwisata. Tidak hanya itu, bersepeda juga bisa menghemat bahan bakar minyak yang makin mahal dan makin langka serta mengurangi  kemacetan lalulintas.

Selamat bersepeda! ***

Haluan 8 Juni 2012

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>