«

»

Tingkatan Cinta

26 November 2012

Iman kepada Allah SWT berdasarkan kepada sejauh mana pengenalan kepadaNya. Di antara konsekuensi kenal Allah adalah munculnya rasa cinta kepada Allah. Dengan cinta maka dapat membuat amal saleh menjadi lebih khusyuk dan mantap. Dalam Al Quran begitu banyak ayat yang meminta kita untuk mencintai Allah dan rasulNya ( Q. 9: 24; 2: 165; 8:2). Dalam surat Al Anfal ayat 2 digambarkan bagaimana tingkah laku cinta kepada Allah seperti bergetar hatinya mendengar ayat Al Quran dan bertambah imannya ketika melihat ayat-ayat Allah.

Tingkah laku cinta yang digambarkan Allah dalam surat Ali Imran ayat 14 adalah kecenderungan manusia kepada hawa nafsunya seperti kepada wanita, anak, harta benda, binatang peliharaan, emas perak dan kendaraan. Bahkan cinta yang lebih diutamakan dari segalanya adalah cinta kepada Allah, Rasul dan jihad. Hal ini disebutkan dalam surat At Taubah ayat 24 bahwa ada manusia yang mencintai sesuatu dalam bentuk disibukkan dengan yang dicintainya. Al Quran juga menyebutkan dalam surat At Taubah ayat 111 dan surat Hujarat ayat 15, tentang orang yang mencintai Allah dengan cara mengorbankan jiwa raga dan hartanya untuk Islam. Dalam Al Quran terdapat beberapa informasi dan contoh tentang berbagai urutan dan tahap cinta.

Urutan cinta ini menggambarkan bagaimana sebaiknya kita bercinta dan menempatkan wujud cinta pada tempatnya yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Secara umumnya cinta diawali dengan hubungan hati yang kemudian muncul rasa simpati. Setelah itu berkembang menjadi curahan hati dan rasa rindu yang akhirnya menghasilkan kemesraan dan bahkan cinta menghamba. Urutan ini memiliki beberapa konsekuensi dan contoh yang menggambarkan bobot dan tahap cinta tersebut. Cinta pada tahap hubungan hati dapat dilakukan dengan benda-benda yang digunakan untuk memanfaatkan, misalnya cinta kepada kendaraan pribadi sehingga konsekuensi cintanya adalah merawat dan menjaga kendaraan tersebut.

Bentuk cinta berikutnya adalah munculnya rasa simpati yang diarahkan kepada manusia umumnya karena beberapa kelebihan dan ketertarikan terhadap orang tersebut. Pada tahap ini kita perlu berinteraksi lebih jauh agar dapat didakwahi. Kepada sesama muslim muncul rasa cinta berupa curahan hati yang diikat dalam tali persaudaraan muslim. Manakala rasa rindu sesama mukmin dilakukan dengan rasa saling kasih sayang dan saling mencinta. Para sahabat Nabi SAW di antara sesamanya telah terjalin hubungan cinta demikian, mereka saling tolong menolong dalam dakwah dan perjuangan bahkan rindu apabila sekian lama tidak bertemu.

Cinta dalam wujud kemesraan selain dilakukan kepada sesama mukmin dan Rasul juga dilakukan kepada Islam. Sikap yang muncul adalah mengikuti nasehat dan perintahnya bahkan bersedia untuk berkorban. Tingkat cinta yang tertinggi adalah cinta hanya kepada Allah dalam bentuk menyembah atau mengabdikan diri.

Objek tingkatan cinta ini  yang paling rendah adalah kepada benda kemudian kepada manusia, muslim, mukmin, Rasul/Islam dan yang paling tinggi adalah cinta kepada Allah.

Sumber: Buku Kepribadian Muslim

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>