«

»

Gubernur Kita Naik Ojek

1 Mai 2013

Oleh Khairul Jasmi

“Ojek,” kata seseorang berpakaian resmi Selasa (30/4) pagi. Sepertinya ia seorang ajudan. Ojek pun berhenti.
“Antar saya ke Hotel Bidakara,” kata seseorang yang segera melompat ke boncengan. Ia kemudian memasang helm dan menalikannya.
Jakarta sepagi itu sedang menggelegak. Jalan seperti arena parkir yang maha panjang. Mobil nyaris tidak bergerak.
Marto, si tukang ojek, membawa kendarannya meliuk di antara sela-sela kendaraan. Dari Kalibata Jakarta Selatan ke Hotel Bidakara, juga Jakarta Selatan.
Yang naik ojek, tak lain Gubernur Sumbar Prof. Irwan Prayitno. Sepagi itu ia keluar dari rumahnya di bilangan Kalibata, tak ada masalah. Namun begitu memasuki Jalan Raya Pasar Minggu, tak ada ampun. Macet total. Jika tetap duduk manis di sedannya, alamat Irwan akan terlambat hadir dalam acara Musrenbangnas yang dibuka Presiden SoesiloBambang Yudhoyono.

Terlambat mungkin masih bisa diakali, namun karena ia akan menerima penghargaan Pangripta Nusantara Utama, maka tak ada cara lain, harus cepat sampai. Ojek pilihan jitu.
Tak lama kemudian Irwan tenggelam dalam kesibukan lalu lintas Jakarta. Si tukang ojek terus menggasak kendaraannya, naik trotoar, turun, naik lagi. Bergerak pukul 07.45 WIB. Masih pagi, tapi Jakarta sudah gerah. Irwan cemas takkan sampai tepat waktu. Namun, ternyata tiba di Hotel Bidakara pukul 8.30 WIB. Maka 45 menit gubernur kita itu naik ojek di tengah keramaian Jakarta. Lumayan jugalah.
Sepanjang perjalanan, Irwan yang gubernur itu, berusaha berpegang pada besi di bagian belakang motor. Namun lebih banyak ia lepaskan tangannya begitu saja. Sesekali badannya terhantuk ke punggung ke tukang ojek. Pada ketika lain helmnya dan helm si tukang ojek beradu.
Sang ajudan berada di ojek bagian belakang. Ia terus mengawasi gerak ojek di depan, menjaga jarak agar tak tertinggal jauh. Sesekali ia layangkan kamera ke arah gubernur. Jepret! Sebuah momen bagus ia dapatkan.
Tak seorang pun yang tahu di antara penumpang deretan motor yang melaju ada gubernur Sumbar. Baru ketahuan ketika ia sampai di Bidakara. Tukang ojek pun terkejut. Apa boleh buat, ia semakin terkejut karena ongkosnya yang dibayar penumpangnya lumayan besar.
Ojek menjauh meninggalkan Bidakara yang megah, Irwan Prayitno melangkah masuk hotel yang dingin itu. Sebentar lagi ia akan menerima penghargaan Pangripta Nusantara Utama dari Presiden SBY. Ini penghargaan terbaik I dalam rencana kerja pemda 2013 tingkat provinsi kelompok B (APBD kecil). Cuma saja nama penghargaan dari negara aneh-aneh saja. Maklum dikutip dari bahasa Sangskerta.

Singgalang 1 Mei 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>