«

»

Launching Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan

6 Mai 2014

Gubernur Irwan Prayitno lakukan Launching Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari di Kelurahan Silaing Bawah Kota Padang Panjang, Senin siang (5/5). Hadir dalam kesempatan itu Walikota dan Wakil Walikota Padang Panjang, Kadis Pertanian Ir. Djoni, Kepala Badan Ketahanan Pangan Ir. Effendi, Kepala SKPD terkait di lingkungan Pemko Padang Panjang.

Gubernur Irwan Prayitno dalam sambutannya menyampaikan, “Percepatan penganekaragaman konsumsi pangan merupakan suatu hal yang harus mendapat perhatian serius baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Hal ini dikuatkan melalui Perpres No. 22 Tahun 2009. Sebagai wujud keseriusan pemerintah dan komitmen terhadap penganekaragaman konsumsi pangan ini salah satunya diwujudkan melalui kegiatan kawasan rumah pangan lestari.”

“Hingga tahun 2013 di Sumatera Barat sudah tumbuh sebanyak 571 kelompok wanita pada 19 Kabupaten/Kota dana APBN dan APBD Provinsi sebanyak 23 kelompok di antaranya ada di Kota Padang Panjang ini. Dan pada tahun 2014 akan ditumbuhkan lagi sebanyak 4 kelompok melalui APBN dan 5 kelompok melalui APBD Provinsi dan tentunya juga diharapkan ada juga melalui APBD Kota Padang Panjang tumbuh KRPL baru nantinya.”

“Pada tahun 2014 seperti juga tahun 2013 kita di Sumatera Barat lebih memprioritaskan lokasi KRPL pada lokasi-lokasi Gerakan Pensejahteraan Petani (GPP) yang sudah dimulai sejak tahun 2011. Dengan tujuan untuk mengoptimalkan jam kerja masyarakat tani kita dan tentunya juga diharapkan dapat mempercepat peningkatan pendapatan petani khususnya,” ujarnya.

Irwan Prayitno juga menyampaikan, “Berdasarkan Pola Pangan Harapan (PPH) Provinsi Sumatera Barat, kondisi Pola Konsumsi Masyarakat untuk kebutuhan karbohydrat masih didominasi oleh beras dengan kontribusinya mencapai 81,45 persen terhadap total energi kelompok pangan padi-padian. Hal ini menandakan konsumsi ubi-ubian kita masih jauh di bawah anjuran yaitu 10 gram/kap/hari.”

“Karena itu upaya kita untuk menurunkan konsumsi beras harus diikuti dengan penyediaan pangan kabohydrat yang berasal dari pangan lokal seperti singkong, ubi jalar, sagu, sukun dan sebagainya, bukan disubsidi oleh gandum impor (terigu). Jika sungguh-sungguh kebutuhan ini akan dapat dipenuhi melalui optimalisasi pemanfaatan perkarangan oleh setiap rumah tangga.”

“Sebagai gambaran dapat disampaikan pencapaian angka Pola Pangan Harapan kita berdasarkan evaluasi tahun 2012 adalah 77,5 persen artinya konsumsi pangan masyarakat Sumatera Barat belum beragam, bergizi seimbang dan aman untuk menuju hidup sehat dan  berkualitas.”

“Pangan yang dikonsumsi masyarakat harusnya memenuhi persyaratan, keamanan, mutu dan gizi pangan. Oleh karena itu pengawasan dimulai dari lahan/budidaya sampai siap dikonsumsi ” From Farm to Table “.”

Melalui kegiatan KRPL ini diharapkan setiap perkarangan rumah sudah dipenuhi dengan berbagai ragam jenis tanaman sebagai lumbungnya rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti, sayuran, bumbu-bumbuan, umbi-umbian, ternak, ikan sesuai dengan potensi dari lahan masing-masing sesuai dengan harapan makanan beragam, bergizi, seimbang dan aman akan melahirkan generasi-generasi yang sehat dan sejahtera nantinya,” himbaunya. [humasprov]

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>