«

»

Darmansyah Rajo Tangkeh: Datuk Rajo Bandaro Basa Penghulu Suku Tanjung yang Sah

2 September 2015

BentengSumbar.com — Darmansyah Rajo Tangkeh, salah seorang ninik mamak bajinih adat dari kaum suku Tanjung Tapian Ampang Kenagarian Pauh IX Kecamatan Kuranji menegaskan, Prof DR H Irwan Prayitno, Psi, MSc, Datuk Rajo Bandaro Basa merupakan penghulu suku Tanjung yang sah. Ia pun membantah jika gelar datuk yang dipakai Irwan Prayitno adalah gelar yang dipinjam.

Menurutnya, pengangkatan Irwan Prayitno Datuk Rajo Bandaro Basa dilakukan pada tahun 2004. Dari rentang tahun 1983 sampai tahun 2004, terjadi kekosongan jabatan penghulu suku Tanjung di Kenagarian Pauh IX. Setelah terjadi kesepakatan kaum yang memakan waktu yang cukup panjang, pilihan pun jatuh kepada Irwan Prayitno Rajo Bandaro untuk diangkat menjadi penghulu suku Tanjung dengan gelar Datuk Rajo Bandaro Basa.

“Prosesi malewakan gala dan pajamuan pun kami laksanakan dari kaum suku tanjung setelah tercapai kesepakatan dikaum kami. Bahkan, pengangkatakan Irwan Prayitno Datuk Rajo Bandaro Basa menjadi penghulu suku Tanjung juga dihadiri Jusuf Kalla, yang pada waktu itu menjabat Wakil Presiden mendampingi Presiden SBY. Jadi, pengangkatan Irwan Prayitno Datuk Rajo Bandaro Basa sebagai penghulu suku Tanjung sudah sesuai mekanisme dan aturan adat,” cakapnya, Selasa (2/9/2015).

Tak hanya itu, Darmansyah Rajo Tangkeh pun siap berhadap-hadapan dengan pihak-pihak yang mempermasalahkan kepenghuluan di suku Tanjung Tapian Ampang tersebut. Ia menyatakan siap mendatangi orang tersebut dan berdiskusi dengannya tentang aturan adat dan mengangkat penghulu. Dan Ia pun siap didatangi untuk itu.

“Saya rasa, persoalan ini dihembuskan lagi karena ada pesanan politik dari pihak-pihak tertentu. Buktinya, pada pilgub 2010 juga dimunculkan. Apalagi kami mendengar, Syaukani (Syaukani Datuk Tan Basa, red) hanya dibawa-bawa dalam persoalan ini oleh Khairu Rajo Magek. Perlu diketahui, Khairu Rajo Magek termasuk orang yang dari awal menyetujui dan terlibat dalam pengangkatan Irwan Prayitno Datuk Rajo Basa sebagai penghulu suku Tanjung. Bahkan termasuk dalam malewakan gala dan pajamuan adat,” terangnya.

Sementara itu, Burhanuddin Rajo Magek, paruik Urang Tuo suku Tanjung mengatakan, dikaum suku Tanjung Kenagarian Pauh IX Kota Padang paruik penghulu dibagi ampek ka dalam duo kalua. Duo kalua disebut dengan “gadang balega-cahayo batimbang,” yaitu kaum Dt. Tan Basa dengan dan Datuk Rangkayo Basa. Dan jika tidak ada yang muncul dari kaum nan duo itu, maka masuk ke dalam diambik duo lai paruik manti (Datuk Rajo Bandaro Basa) atau paruik Puti (Datuk Malelo Basa).

Dikatakannya, sekitar tahun 1950-an, Saumar Datuk Rajo Bandaro Basa diangkat menjadi penghulu suku Tanjung. Setelah dia, diangkat Jamar Datuk Tan Basa pada tahun 1961. Setelah itu, penghulu dipegang Firdaus Datuk Rangkayo Basa yang diangkat pada tahun 1980. Pada tahun 1983 Firdaus Datuk Rangkayo Basa meninggal dunia dan terjadi kekosongan jabatan penghulu suku Tanjung sampai tahun 2004. Baru pada tahun 2004 diangkat lagi Irwan Prayitno Datuk Rajo Bandaro Basa.

“Pengangkatan Datuk Rajo Bandaro Basa sudah melalui proses sebagaimana mestinya. Kaum suku Tanjung rapat, semua paruik sepakat, terutama paruik penghulu. Tidak ada persoalan tentang itu. Saya siap menjelaskan jika ada diantara anak kemenakan kami yang bertanya,” cakapnya.

Di lain pihak, Irwan Prayitno membantah kalau pihaknya telah meminjam gala adat kepada paruik penghulu yang lain. Gala adat yang dia pakai diturunkan dari ninik mamaknya Saumar Datuk Rajo Bandaro Basa yang pernah menjadi penghulu suku Tanjung. Bahkan, pada awalnya, ketika dia diminta jadi penghulu suku Tanjung, beberapa kali dia menolak. Namun, karena desakan kaum, akhirnya dia menerimanya.

“Saya tidak pernah meminjam gelar datuk dari pihak lain. Gelar datuk yang saya sandang merupakan gelar datuk yang diturunkan dari mamak saya Saumar Datuk Rajo Bandaro Basa. Dan saya pun tidak pernah minta-minta jadi penghulu suku, tetapi justru saya diminta. Awal-awalnya saya menolak, Mama saya yang mendesak waktu itu juga saya tolak. Tetapi setelah didatangi ninik mamak bijinih adat dari kaum suku Tanjung dan mereka menyatakan bersepakat mengangkat saya, maka saya pun akhirnya menerima, karena kaum saya sudah bermufakat secara bulat, baik itu diparuik Penghulu, Urang Tuo, Pandito, dan Rang Basako,” ujarnya. (by)

bentengsumbar.com, 2 September 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>