«

»

Gubernur yang Dilantik di Garasi Mobil Dewan

2 Oktober 2015

SEBAGAI Sekretaris Tim Relawan Anak Nagari IP-MK waktu itu, penulis memang cukup dekat dengan Irwan Prayitno. Administrasi Tim Relawan Anak Nagari memang berada di tangan penulis dan Kepala Sekretariat Tim Zulhendri Ismet Rajo Bungsu. Ketua Tim Relawan Anak Nagari dipercayakan kepada Arbain Rajo Indo Lawik.

Dan kami memang disibukkan dengan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mensukseskan IP-MK sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat periode 2010-2015. Termasuk mengawal sampai proses pelantikan selesai dilaksanakan. Salah satu tugas utama kami dalam proses pelantikan adalah mendistribusikan undangan pelantikan gubernur yang diserahkan panitia pelantikan kepada Irwan Prayitno.

Penulis masih ingat, suatu pagi penulis diminta oleh Irwan Prayitno Datuk Rajo Bandaro Basa untuk menanti kedatangan Protokoler Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin langsung oleh Kepala Biro Humas dan Protokoler Surya Budhi di rumah orang tuanya yang terletak di Taratak Paneh. Maksud kedatangan mereka adalah menjemput Irwan untuk mengikuti prosesi pelantikan sebagai Gubernur Sumatera Barat. Penulis pun mempersilahkan Surya Budhi untuk menunggu beberapa saat, sebab Irwan masih berpakaian.

Sebelum berangkat menuju DPRD Sumbar, Irwan Prayitno masih sempat berpesan kepada penulis. “Pilkada sudah usai, hari ini saya dilantik sebagai gubernur. Tugas Anda dan teman-teman lainnya adalah merangkul semua elemen Anak Nagari yang bergesekan pada saat pilkada berlangsung. Kekompakan antara kita sesama Anak Nagari harus dirajut kembali. Saya tidak menyalahkan mereka yang tidak mendukung saya pada saat pilkada kemaren, karena dalam proses berdemokrasi, perbedaan itu sah-sah saja, namun jangan sampai tercipta perpecahan karena perbedaan dukungan dan pilihan.”
Pelantikan Irwan Prayitno Datuk Rajo Bandaro Basa sebagai Gubernur Sumatera Barat terbilang unik. Betapa tidak, ia dilantik pada tanggal 15 Agustus 2010 di bekas ruangan garasi mobil DPRD Sumatera Barat karena gedung utama rusak berat akibat gempa 30 September 2009. Sebagaimana diketahui, gempa bumi berkekuatan 7,6 Skala Richter di lepas pantai Sumatera Barat pada pukul 17:16:10 WIB tanggal 30 September 2009, telah meluluhlantakan Sumatera Barat.

Kota Padang sebagai ibukota Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu daerah terparah yang merasakan akibat hantaman gempa bumi tersebut. Banyak gedung pemerintahan, baik milik Pemerintah Kota Padang maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang rusak parah. Rumah-rumah penduduk, hotel-hotel, rumah sakit, sekolah, jalan dan jembatan banyak yang rusak. Termasuk gedung DPRD Provinsi Sumatera Barat, sehingga ketika pelantikan gubernur, ruangan utama pada gedung tersebut tidak bisa dipakai. Terpaksalah garasi mobil dewan disulap menjadi lokasi acara prosesi pelantikan.

Walau pelantikan dilakukan di garasi mobil dewan, namun pelantikan berlangsung khidmat yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mewakili Presiden RI pada waktu itu. Undangan yang hadir pun terlihat antusias mengikuti jalannya pelantikan tersebut. Pelantikan tidak hanya dihadiri oleh anggota dewan, pejabat, keluarga, tamu dari pusat, dan undangan penting lainnya, namun juga dihadiri oleh teman-teman Irwan Prayitno dari Malaysia dan negara lainnya. Mereka khusus datang untuk menyaksikan pelantikan Anak Nagari Kuranji Pauh Basa Si Ampek Baleh tersebut sebagai gubernur. Pelantikan tersebut dianggap sakral, karena sejak saat itu Irwan Prayitno resmi diberi amanah untuk memimpin Ranah Minang.

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.” (QS. An-Nisa: 58). “Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” (QS. Al Qhashash: 27). “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (QS. Al Anfaal: 27).
Amanah jabatan pertama yang dilaksanakan Irwan Prayitno usai dilantik adalah memulihkan kondisi Sumatera Barat pasca gempa bumi 30 September 2010. Gempa bumi menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah di Sumatera Barat seperti Kabupaten Padang Pariaman, Kota Padang, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kota Padangpanjang, Kabupaten Agam, Kota Solok, dan Kabupaten Pasaman Barat.

Menurut data Satkorlak PB, sebanyak 1.117 orang tewas akibat gempa ini yang tersebar di 3 kota dan 4 kabupaten di Sumatera Barat, korban luka berat mencapai 1.214 orang, luka ringan 1.688 orang, korban hilang 1 orang. Sedangkan 135.448 rumah rusak berat, 65.380 rumah rusak sedang, dan 78.604 rumah rusak ringan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar menyebutkan, fasilitas perkantoran yang rusak terdapat 442 unit, sarana prasarana pendidikan 4.748 unit, kesehatan 153 unit, jembatan 68 unit, pasar 58 unit, dan tempat ibadah 2.851 unit.

Langkah pertama yang dilakukan Irwan adalah melakukan rehab rumah warga yang rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Sekitar 279.432 warga harus segera direhab. Seiring dengan itu, sarana prasarana publik pun harus juga direhab, seperti jalan dan jembatan, rumah sakit, pasar, sarana ibadah dan sarana publik penting lainnya. Bagi Irwan, rumah warga dan sarana publik yang rusak terkena gempa harus segara direhab. Dia tidak mengutamakan rehab kantor pemerintah dan kantor gubernur.

“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanah itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh.” (QS. Al Ahzab: 72).

Ditulis Oleh:
Zamri Yahya
Waki Ketua Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Pauh IX Kota Padang

Bentengsumbar.com, 2 Oktober 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>