«

»

Gubernur Minta Hentikan Galian C Batang Anai

4 April 2016

Gubernur Pantau Lokasi

Padangpariaman, Padek—Sambil menyalurkan hobi olahraga trabas trail, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyaksikan langsung kondisi daerah aliran sungai (DAS) di Padangpariaman, yang beberapa tahun belakangan rusak digerus tambang galian C ilegal. Nagari Lubukalung dengan aliran Batang Anai, menjadi lokasi tujuan Gubernur untuk trabas.

 

Bersama puluhan crosser yang tergabung dalam Ikatan Trail Adventure (ITA) Sumbar, Lubukalung Trail Adventure Communiti (LATRAC) dan Reza Motor Trail Adventure Communitas Kasang (Remotacle), Gubernur menancap gas di atas tunggangan motor bermesin KTM bernomor Sumbar 1, yang start dari Pasar Lubukalung, Minggu (3/4) pagi.

 

Irwan melihat langsung kondisi eksploitasi alam “gila-gilaan” di Lubukalung. Dia tidak menyangka kerusakan ekologi telah parah. Jika tidak segera mengambil tindakan, semakin memperparah kerusakan alam. “Lambat laun, ini bisa mengancam infrastruktur jembatan dan jalan di kawasan itu,” katanya.

 

Dia menilai persoalan tambang bermula dari pemberian perizinan dan pengawasan di kabupaten/kota. Akibatnya, banyak izin tambang yang tumpang tindih dan tidak memiliki amdal. Bahkan, tak sedikit yang ilegal.

 

“Gawat, sembarangan orang menggali batu dan sebagainya. Lambat laun dan itu pasti akan merusak jembatan yang kita bangun dengan dana miliaran. Karena mereka itu tidak mengikuti aturan. Mungkin dapatnya tidak seberapa. Pemerintah malah nggak dapat apa-apa. Tapi infrastruktur untuk publik malah terganggu,” ungkapnya.

 

Saat ini, Pemprov Sumbar tengah melakukan pendataan galian C di setiap kabupaten/kota yang jumlahnya mencapai ratusan titik. Pada Agustus hingga Oktober, Pemprov akan mengeluarkan regulasi tentang tambang galian C.

 

“Regulasi itu mengatur semuanya, mulai dari perizinan hingga amdal. Tidak boleh menggali di tepi sungai. Apalagi dekat infrastruktur seperti jalan, jembatan, rumah penduduk, sekolah dan masjid. Itu akan dilarang tegas. Kita akan minta aparat menertibkannya,” tegasnya.

 

Koordinator Aliansi Masyarakat Menolak Perusak Lingkungan (Ammuak) Piaman, Jasman Jay berharap komitmen Gubernur bisa terealisasi. “Kita akan terus pantau. Jika memungkinkan, kita demo ke provinsi,” katanya.

 

Koordinator LATRAC, Martin menyebut, track trabas yang ditempuh berjarak sekitar 30 kilometer. Pantauan Padang Ekspres, perjalanan dimulai di Pasar Lubukalung menuju Palayangan dan Balah Ilir Utara.

 

Di sepanjang perjalanan di bantaran Batang Anai, tampak bekas galian C yang membentuk kawah berukuran besar. Di salah satu track, terparkir dua unit alat berat. Di Kotoburuak, terlihat penambang rakyat sedang mengumpulkan batu dan pasir.

 

Rombongan Trabas Gubernur juga menjajal trek Gantiang, Padangbaru, Kampuang Koto, Sikabu, Balanti,  Surantih, Sikabu Bukik, dan finis di Jembatan Salibutan sekitar pukul 11.30 . (ccv)

Padang Ekspres, 4 April 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>