«

»

Kada Diminta Bebaskan Jalur KA

12 April 2016

Padang, Padek—Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meminta kepala daerah (Kada) se-Sumbar mempersiapkan langkah-langkah guna mensterilisasikan aset PT KAI yang disalahgunakan maupun tertutup bangunan warga. Instruksi tersebut mencuat pascadisusunnya anggaran sebesar Rp2,7 triliun untuk pengaktifan kembali jalur trans Sumatera.

”Bupati dan wali kota harus segera menyosialisasikan pengaktifan kembali seluruh jalur kereta api ini, terutama masyarakat yang menempati tanah PT KAI,” kata Irwan saat rapat koordinasi (rakor) dengan Kepala PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre II Sumbar Sulthon Hasanudin beserta jajarannya, kepala daerah dan biro pemerintahan se-Sumbar, di Hotel Pangeran Beach, kemarin (11/4).

Irwan mengakui bakal banyak tantangan yang akan dihadapi di lapangan, terutama lahan PT KAI banyak ditempati masyarakat, baik legal dengan menyewa atau ilegal. ”Bagaimanapun lahan milik PT KAI itu akan diambil alih kembali untuk pengaktifan kembali jalur KA. Masyarakat harus memahami hal ini,” katanya.

Di sisi lain, jalur kereta api Duku menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ditarget beroperasi lebih cepat dari jadwal sebelumnya. Minggu ini pihak PT KAI Divre II Sumbar bekerja sama dengan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Sumatera Bagian Barat bakal menguji jalur lintasan. Jika tidak ada kendala, pada 5 Mei mendatang kereta api sudah dapat beroperasi. ”Gerbong dan kereta api jenis railbus sudah kami siapkan, tinggal menunggu hasil uji kelayakan rel yang baru dibangun. Jika tidak ada masalah teknis, pada 5 Mei Duku-BIM sudah dapat beroperasi.”

Mengenai sistem keamanan jalur pelintasan kereta api, Sulthon juga meminta setiap kepala daerah menyediakan posko penjagaan perlintasan. ”Setiap perlintasan menjadi tanggung jawab kepala daerah. Sebab, kereta api sudah berdiri sejak zaman Belanda, jauh sebelumnya berdirinya perumahan dan jalan,” tegasnya.

Sementara itu, PPK Pembangunan dan Peningkatan Prasarana Perkeretaapian Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Kementerian Perhubungan Sumatera Bagian Barat, Bernard mengatakan, tahun ini sudah diaktifkan kembali jalur Padangpariaman ke Padangpanjang. ”Jalur Kayutanam-Padangpariaman-Padang aktif tahun ini,” katanya.

Trase jalur kereta api juga mulai ditetapkan, di antaranya Padangpanjang-Payakumbuh-Limbanang. Lalu, kemudian Muarokalaban-Muarosijunjung sepanjang 13 kilometer. ”Kita juga akan menertibkan pada jalur tersebut, karena analisis dampak lingkungan (amdal) sudah ada,” katanya.

Anggaran sebesar Rp 2,7 triliun seperti yang disampaikan gubernur, menurutnya, adalah untuk peningkatan jalur kereta api dari Kacang sampai Solok, Muarokalaban-Muaro, Naras Sungailimau, Padang-Pulauair dan peningkatan jembatan kereta api dari Padang sampai Padangpanjang. (r)

Padang Ekspres, 12 April 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>