«

»

Penghafal Alquran Diberi Keistimewaan

18 April 2016

SMA I PADANG KEMBALI LAHIRKAN SISWA HAFIZ

Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Padang kembali melahirkan siswa yang hafal Alquran. Setelah diuji kemampuannya oleh gubernur dan walikota, sebanyak 330 tahfiz diwisuda di sekolah setempat, Sabtu (16/4).

Wisuda itu sudah angkatan ke-3 di sekolah yang banyak meraih prestasi tersebut. Itu pertanda program yang digaungkan pemerintah kota tentang siswa penghafal Alquran sudah berjalan dengan baik. Pemko pun berjanji akan memberikan keistimewaan kepada siswa penghafal Alquran melanjutkan pendidikan.

“Selaku pemerintah provinsi saya bangga kepada walikota, atas intruksinya agar generasi penerus menghafal Alquran ditanggapi serius oleh bawahan, seperti di SMA 1 Padang ini. Semoga ini bisa jadi motivasi di sekolah lain, agar sejalan ilmu dan teknologi (Imtek) serta iman dan takwa (imtak),” puji gubernur mengawali sambutannya pada wisuda tersebut.

Wisuda angkatan ke-3 itu SMA 1 melahirkan 330 siswa tahfiz 1 – 11 Juz. Tahfiz satu juz sebanyak 177 orang, 2 juz (111), 3 juz (24), 5 juz (4). Sedangkan tahfiz 6-11 juz terdapat 10 siswa. Walikota pun memberikan apresiasi kepada pelajar penghafal Alquran tersebut. Mereka yang hafal 5 – 11 juz sebanyak 10 orang, Mahyeldi Ansharullah memberikan hadiah Rp1 juta untuk masing-masingnya.

SMA dengan salah satu programnya untuk menumbuhkan semangat penghafal Alquran tersebut sudah melahirkan 772 murid penghafal Alquran. Terdiri dari angkatan pertama 2014 telah diwisuda 147 orang, angkatan ke-2, pada 2015 sebanyak 295 orang. Angkatan ke-3 pada 2016 sebanyak 330 orang. Pada 2016 mereka yang diwisuda kelas X sebanyak 200 orang, kelas XI (110), kelas XII terdapat 20 siswa.

Siswa tahfiz 11 juz tersebut atas nama Ibnu Habib Ar Rahman. Dari 330 penghafal Alquran tersebut terdapat dua anak gubernur, Shohwahtul Ishlah dan Farhana. Shohwahtul hafal 5 juz sedangkan farhana telah hafal 1 juz Alquran.

Menurut Irwan Prayitno, mereka yang hafal Alquran tersebut tidak saja sukses di dunia, tapi mereka juga sukses di akhirat nanti. “Jadi saya berharap siswa tidak saja hafal Alquran, tapi juga menghayati dan mengamalkannya. Bagi mereka yang telah menghafalnya agar terus diulang di rumah, supaya tidak lupa. Sernglah baca Alquran, insya Allah jiwa akan tenang,” pesannya.

Sementara itu Walikota Padang menyebutkan, pemko telah mengeluarkan kebijakan siswa yang hafal Alquran diberi keistimewaan. Murid SD yang hafal 1 juz bisa memilih SMP Negeri yang disukai. Pelajar SMP yang hafal tiga juz, bisa memilih SMA atau SMK negeri diinginkan di Padang.

“Siswa SMA atau SMK yang hafal 5 juz ada beberapa perguruan tinggi di Padang yang telah berkomitmen menerima mereka tanpa tes. Jika hafal 30 juz Alquran akan diterima di Fakultas Kedokteran Unand tanpa tes,” janji walikota.

Kepala SMA 1, Nukman menyebutkan, siswa penghafal Alquran merupakan program sekolah dalam rangka mendukung program pemko untuk mewujudkan masyarakat religius, sekaligus membentengi pelajar agar terhindari dari perbuatan negatif.

Disebutkan, ia mempersiapkan siswa yang menghafal Alquran 1 juz tersebut delapan bulan. Setiap hari mereka wajib menyetorkan ayat yang telah dihafal kepada guru pembina. “Trik khusus kepada siswa penghafal Alquran ini, setiap hari harus menyetor ayat kepada guru pembina, salah satu di antaranya tamatan di Khairo, Mesir,” tambahnya.

Ciptakan siswa berkarakter 

Plh Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Barlius menyambut baik program siswa penghafal Alquran dalam rangka mendukung program pemko mewujudkan generasi religus ke depan. “Dinas Pendidikan mendukung program SMA 1, ini salah satu inovasi kepsek bersama guru menciptakan generasi Qurani,” ujarnya.

Menurutnya, kepala sekolah harus menciptakan inovasi dan membuat gebrakan. SMA 1 telah berbuat dengan menciptakan siswa penghafal Alquran bahkan sudah mewisuda yang ketiga kalinya. “Saya bangga dengan sekolah ini, Pemko baru melauching program sekolah menghafal Alquran di SMA 2, Jumat kemarin. Tapi sekolah ini sudah ketiga kalinya mewisuda tahfiz, bahkan grafiknya setiap tahun terus naik,” tambahnya.

Harapannya, sekolah itu bisa jadi motivasi di sekolah lain agar berubat dan menciptakan inovasi. Sesuai dengan visi kepala daerah menjadikan generasi religius dan menyamakan imtek dan imtak. “Kepala sekolah harus membuat gebrakan, jika tidak keberadaannya jadi kepala sekolah terpaksa dievaluasi,” tutupnya. (403)

Singgalang, 18 April 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>