«

»

Gubernur Canangkan Gerakan Tanam Padi di Lahan Baru

20 Mai 2016

Limapuluh Kota, Singgalang

Sebagai salah satu dari 17 provinsi penyangga produksi padi nasional, Sumatera Barat dibebankan amanah untuk mendukung swasembada pangan yang diharapkan terwujud pada 2017.

Berbagai fasilitasi pendukung disediakan untuk merealisasikan amanah itu, antara lain perbaikan jaringan irigasi, pompanisasi, pembuatan embung dan cetak sawah baru yang akan meningkatkan luas tambah tanam dan Indeks Pertanaman (IP) sawah.

“Pemerintah pusat juga membantu petani berbagai alsintan pra tanam untuk mempercepat proses pengolahan tanah dan antisipasi makin berkurangnya tenaga kerja di lapangan,” kata Gubernur Irwan Prayitno, saat mencanangkan ‘gerakan tanam padi di lokasi cetak sawah baru’, Rabu (18/5) di Nagari Maek, Kecamatan Bukit Barisan. Limapuluh Kota.

Menurut gubernur gerakan itu bertujuan untuk menambah luas baku lahan sawah dalam upaya meningkatkan produksi padi mendukung swasembada pangan nasional. Areal tersebut selama ini tidak diolah atau tidak berproduksi, namun harus clear dan clean yaitu tidak berada pada kawasan hutan, tanah cocok untuk tanaman padi, tidak bersengketa, ada sumber air, petani dan petugas.

Percetakan sawah baru dimaksud  meliputi pembersihan lahan, perataan lahan dan pembuatan pematang, jalan usaha tani dan jaringan irigasi.

Gubernur mengatakan di Sumbar, telah dilakukan percetakan sawah baru sejak 2006 sampai 2015 seluas 5.714 hektare dan terbanyak di Dharmasraya dan Pesisir Selatan. Sedangkan ini melalui Kementerian Pertanian dialokasikan kegiatan cetak sawah baru seluas 1.058 hektare yang tersebar pada 8 kabupaten, 500 hektare di antaranya terdapat di Limapuluh Kota.

“Percetakan sawah baru ini diharapkan dapat mengimbangi makin berkurangnya sawah karena alih fungsi lahan maupun alih fungsi komoditi yang terjadi sehingga tingkat produksi padi tetap bisa dipertahankan bahkan meningkat mendukung upaya swasembada berkelanjutan,” kata dia.

Gubernur juga mengharapkan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumbar dapat melakukan kajian kajian tanah dari sawah baru serta inovasi teknologi yang sesuai untuk direkomendasikan dan diterapkan di areal cetak sawah baru ini sehingga tidak menunggu lama agar tingkat produktivitas padi menjadi normal.

Dalam upaya meningkatkan produksi padi melalui peningkatan produktivitas diharapkan akan diperoleh melalui penggunaan pupuk sesuai rekomendasi dan peningkatan penggunaan benih bermutu di tingkat petani dan penerapan teknologi tepat guna sesuai spesifik lokasi, antara lain tanam dengan sistim Jajar Legowo (Jarwo) akan mampu meningkatkan populasi tanaman sampai 30%.

Kemudian mengoptimalkan pertumbuhan tanaman pinggir, sedemikian rupa sehingga tidak saja populasi tanam yang meningkat, namun kualitas bulir padi yang dihasilkan akan lebih bagus.

Untuk antisipasi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan Dampak Pengaruh Iklim (DPI) disiapkan juga kegiatan Perlindungan Tanaman Pangan melalui Sekolah Lapangan (SL) dan berbagai gerakan pengendalian OPT di lapangan.

Begitu pula berbagai peralatan panen serta pasca panen diberikan untuk menekan kehilangan hasil terutama di sentra produksi padi. Pemerintah juga menyediakan anggaran untuk pendampingan dari penyuluh, babinsa dan mahasiswa, baik untuk pendidikan/latihan maupun operasional di lapangan.

Saat tanam padi yang dilakukan gubernur bersama Bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi, Plt. Kadisperta Sumbar Besli dan pejabat lainnya, juga diserahkan secara simbolik benih padi untuk peningkatan produktivitas di kelompok tani, penyerahan benih jagung hibrida.

Kemudian penyerahan bantuan benih dari Cadangan Benih Nasional (CBN) untuk petani yang terkena bencana alam beberapa waktu lalu serta penyerahan premi asuransi usaha tani padi (AUTP) dan Bapem untuk perbaikan jaringan irigasi tersier (RJIT) dan bantuan traktor roda.

Mengingat peringatan BMKG, perubahan iklim La Nina akan terjadi pada periode Juli- September yang akan berpengaruh pada kegiatan pertanaman padi, maka diharapkan petani sudah mempersiapkan diri. Petani agar segera menanam kembali lahan sawah yang sudah dipanen sehingga cadangan padi tersedia dengan cukup mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Gubernur juga menyebutkan tahun ini, Pemprov mengalokasikan kegiatan Pengembangan Pertanian Organik Padi pada 9 (sembilan) kabupaten masing-masing seluas 20 hektare dengan jumlah bantuan Rp401.200.000,-/kelompok tani. Salah satu keltan pemerimanya ada di Limapuluh Kota.

“Semua upaya diatas tentu saja tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak terkait karena tidak akan mungkin target produksi padi sebesar ini akan mampu dilakukan sendiri oleh jajaran Pertanian Tanaman Pangan baik di provinsi maupun di Limapuluh kota. Untuk itu saya harapkan semua instansi dan stakeholder terkait dengan kegiatan Upaya Khusus (Upsus) swasembada pangan dapat berperan aktif sebagai team work yang solid,” terangnya. (015)

Singgalang, 20 Mei 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>