«

»

Penyuluh Garda Terdepan Pembangunan Pertanian

4 Juni 2016

BAKORLUH SIAP DUKUNG MINANG MART

Penyuluh merupakan garda terdepan pembangunan pertanian. Bahkan sangat menentukan kesejahteraan petani. Lewat penyuluh, ilmu petani bertambah. Karena itu, pemerintah daerah tetap memaksimalkannya.

“Penyuluh berperan sebagai perantara baik dari atas ke bawah atau sebaliknya. Penyuluh menyebarkan informasi teknologi dari perguruan tinggi ke petani dan menyampaikan aspirasi dari petani ke pengambil kebijakan,” kata Gubernur Irwan Prayitno dalam rapat koordinasi penyuluh pertanian, perikanan dan kehutanan se-Sumbar, Jumat (3/6) di Padang.

Menurut Irwan, dari beberapa kali dia ke lapangan dan berdialog dengan petani, petani mengaku keberhasilan dalam usaha pertanian tak terlepas dari peran penyuluh. Penyuluh turun tangan mendampingi dan memberikan ilmu sekaligus mempraktikkannya.

Bahkan terungkap juga, yang tadinya hasil padi petani hanya 4 ton per hektare, sejak didampingi dan dibina penyuluh, hasil padinya meningkat signifikan mencapai 12 ton per hektare. Seperti pendampingan penyuluh dalam penanaman padi salibu di Padang Padang dan di beberapa lokasi lainnya.

“Betapa besar andil penyuluh karena langsung terjun ke masyarakat. Jadi tidak bisa dipungkiri, penyuluhlah yang tahu apa saja kebutuhan masyarakat,” kata gubernur.

Diakui kondisi saat ini keberadaan penyuluh masih belum sesuai dengan amanat Undang-undang terkait, satu desa satu penyuluh, maka dirasakan tugas penyuluh sangat berat. Selain itu, juga banyak penyuluh PNS akan pensiun.

Namun pemprov bersama kabupaten/kota terus berupaya bagaimana penyuluh tersebut, diberikan bantuan dan fasilitas sehingga pekerjaannya demi petani, terlaksana sesuai harapan.

Sementara itu Kepala Sekretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Sumbar, Yeflin Luandri, mengatakan melihat kondisi jumlah penyuluh tersebut, dia bersama SKPD dan pihak terkait lainnya akan terus mengupayakan sekaligus mengoptimalkan potensi yang ada.

Siap Dukung Minang Mart

Yelflin juga menegaskan, Bakorluh yang memiliki penyuluh hingga pelosok dan melibatkan aktif Kelompok Tani Nelayan Andalas (KTNA), siap pula memback up kehadiran Minang Mart yang kini digencarkan. Pihaknya akan menyiapkan data detil, hasil produksi pertanian, termasuk harga dan ditampilkan secara online. Lantas di-link- dengan Minang Mart. Intinya agar semua pihak tahu, kondisi rill di lapangan, termasuk harga. Dengan demikian tidak ada lagi pihak yang bermain terkait komoditi pertanian ini.

“Selama ini yang terjadi, produksi agak tersendat, harga jual naik. Tapi yang menikmati hasil, bukan petani. Begitu pula sebaliknya, harga turun petani yang menanggung risikonya,” ujar dia. (015)

Singgalang, 4 Juni 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>