«

»

Agrowisata, Efektif Tekan Angka Kemiskinan

25 Agustus 2016

Rakor Dewan Ketahanan Pangan

PADANG – Gubernur Irwan Prayitno menegaskan, agrowisata paling efektif untuk menekan angka kemiskinan. Sebab dalam pengembangannya, melibatkan banyak pihak, terutama masyarakat sekitar.

“Semakin maju daerah itu sebagai kawasan agrowisata, maka dampak ekonominya makin dirasakan masyarakat sekitar. Muaranya, perekonomian daerah setempat juga makin bergairah,” kata Irwan saat membuka saat membuka rapat koordinasi dewan ketahanan pangan yang bertemakan ‘Pengembangan Agrowisata’ di Padang, Selasa (23/8).

Bahkan, gubernur sendiri pernah melakukan survei kecil-kecilan soal ini. Hasilnya, memang daerah yang mengelola pariwisata, khususnya agrowisata, tingkat kemiskinannya rendah dibanding daerah yang mengandalkan pendapatan dari kekayaan sumber daya alam.

Misalnya dalam pengembangan agrowisata yang di dalamnya menggabungkan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, wisata dan bidang lainnya.

Bila dikelola profesional, agrowisata itu akan menjadi daya tarik bagi wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.

Wisatawan bisa menikmati aneka keindahan yang disajikan di agrowisata tersebut. Bahkan tidak saja menikmati tapi juga bisa mempraktikkan cara cara bertani, berkebun hingga beternak sekali pun. Wisata model ini, mulai trend dan diincar wisatawan.

“Agrowisata itu, juga bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi siswa terutama untuk memperkenalkan morfologi tumbuhan. Sebab, sekarang, siswa yang sudah tinggal dan besar di kota, mungkin sudah tidak tahu bagaimana bentuk pohon jeruk atau pohon apel. Melalui agrowisata ini, kita bisa memperkenalkannya pada mereka,” jelas Irwan.

Bahkan pengembangan agrowisata itu juga erat kaitannya dengan program ketahanan pangan, mengingat tanaman yang ditawarkan dalam konsep itu, juga bisa berfungsi untuk menjaga ketahanan pangan daerah.

Makanya gubernur mewanti-wanti agar kepala daerah di Sumbar untuk melek pariwisata. Dengan demikian pengembangannya lebih fokus, melibatkan beberapa SKPD. Apalagi dari sisi potensi, Sumbar banyak yang bisa di kembangkan.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumbar Ir. H. Efendi, MP menyebutkan, pihaknya saat ini serius untuk menawarkan konsep agrowisata itu pada daerah agar dikembangkan sekaligus untuk membantu menjaga ketahanan pangan. Sebab hal ini juga akan berefek positif pada petani di Sumbar.

Misalnya pengembangan kawasan Balai Benih Induk (BBI) Lubuk Minturun, Padang. Di sana kini menjadi objek wisata yang digemari sekaligus wahana belajar.

Untuk menjadikan ‘magnet’, Gubernur Irwan Prayitno menggenjot SKPD untuk bersama-sama menyulapnya.

Mulai Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Peternakan, Dinas Kehutanan dan lainnya. Dengan kolaborasi banyak SKPD ini maka, BBI Lubuk Minturun, kini menjadi objek wisata andalan.

Dalam rakor yang dihadiri bupati/walikota serta SKPD terkait, termasuk pokja dewan ketahanan pangan baik provinsi maupun kabupaten, juga menampilkan Anggota DPRD Sumbar Rahmat Saleh sebagai pembicara dan Hasanuddin dari Dewan Ketahanan Pangan Pusat.(*)

Singgalang, 25 Agustus 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>