«

»

Sumbar Terbaik Nasional Penanganan Fakir Miskin

1 September 2016

PADANG – Keberhasilan Pemprov Sumbar dalam melaksanakan program penanganan fakir miskin di Sumbar secara cepat, transparan dan tepat sasaran, pada semester I tahun 2016, diganjar penghargaan oleh pemerintah pusat.

Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan penghargaan kepada Dinas Sosial (Dinsos) Sumbar, atas Realisasi dan Laporan Kegiatan Terbaik dalam Program Penanganan Fakir Miskin Semester I tahun 2016.

Penyerahan penghargaan dilaksanakan, 23 Agustus lalu, di Kementerian Sosial, oleh Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos DR Ir Andi Za Dulung Mgt, M,sc kepada Kepala Dinsos Sumbar Abdul Gafar.

Gubernur Irwan Prayitno melalui Kepala Dinas Sosial, Abdul Gafar, Rabu (31/8) mengatakan, penghargaan diberikan karena Kemensos telah melakukan monitoring dan evaluasi seluruh provinsi, terkait program penanggulangan kemiskinan yang langsung dari kementerian.

Termasuk penggunaan dana dekonsentrasi dan tugas perbantuan (TP). “Dari monitoring dan evaluasi yang dilakukan. Sumbar memang yang terbaik realisasinya pada semester 1 tahun 2016 ini,” ungkap Abdul Gafar.

Monitoring dan evaluasi tersebut meliputi, program keluarga harapan (PKH). Untuk PKH di Sumbar, disalurkan bantuan kepada 24.222 KK. Mekanisme penyalurannya lewat Kantor PT POS. Penyaluran bantuan PKH meliputi, bantuan yang sifatnya tetap, pendidikan, kesehatan, lansia dan disabilitas.

“Karena penyaluran bantuannya lewat PT POS, jadi program PKH berjalan semestinya. Tanpa ada kendala,” terangnya.

Kemudian, juga ada monitoring dan evaluasi program bantuan beras sejahtera (rastra). Yakni bantuan beras 15 kilogram per bulan untuk keluarga yang kurang mampu. Alokasi rastra untuk Sumbar, 275.431 rumah tangga sasaran (RTS).

“Beras program bantuan rastra ini, didistribusikan PT Perum Bulog, sehingga, dalam pendistribusiannya selama semester 1 ini tidak ada persoalan yang berarti,” tambahnya.

Selanjutnya, juga ada penggunaan dana dekonsentrasi dan TP program bantuan masyarakat. Dalam realisasi penggunaan dana dekonsentrasi dan TP ini, Sumbar di atas rata-rata provinsi lainnya secara nasional.

Abdul Gafar mengungkapkan, untuk pelaksanaan berbagai program bantuan seperti Kelompok Usaha Bersama (KUBE), lanjut usia (Lansia), lembaga pensejahteraan sosial, komunitas adat terpencil (KAT), Sumbar justru mendapat rangking I, secara nasional. “Realisasi kita mampu mencapai 47 persen di atas rata-rata nasional,” terangnya.

Dengan prestasi meraih ranking 1 ini, Abdul Gafar berharap agar berbagai kegiatan dan program penanganan fakir miskin, tidak terkena imbas rencana pemotongan DAU dan DAK yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat. Abdul Gafar menilai, dalam evaluasi yang dilakukan, kemungkinan terjadi pemotongan dana tersebut, hanya pada program yang belum berjalan.

“Kegiatan dan program yang ada saat ini sudah berjalan dan dikelola oleh Dinas Sosial Sumbar. Seperti program KUBE. Bimtek untuk program ini sudah dilaksanakan. Dan dana Rp3,6 miliar sudah turun. Kita optimis kegiatan yang sudah berjalan ini tidak ada pemotongan,” harapnya.

Singgalang, 1 September 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>