«

»

Silaturahmi Padang Ekspres-Gubernur untuk Kemajuan Sumbar

30 Januari 2017

Bangun Tol ke Pekanbaru, Aktifkan Kereta Api ke Payakumbuh

Masih dalam rangkaian HUT ke-18 Padang Ekspres, jajaran manajemen Padang Ekspres 2017 bersilaturahmi dengan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Rumah Dinas Gubernur, Jumat (27/1).

Silaturahmi ini untuk memperkokoh kerja sama yang telah terjalin selama ini dalam mempublikasikan berbagai kegiatan strategis Pemprov Sumbar.

General Manager Padang Ekspres S Suleman Tanjung menyebutkan, sejauh ini kerja sama Padang Ekspres dengan Pemprov dalam mendorong kemajuan pembangunan Sumbar sudah berjalan baik.

Dengan kunjungan ini, dia berharap kerja sama tersebut semakin baik lagi. Hal itu sejalan dengan tema HUT ke-18 Padang Ekspres “Spirit Bersama Membangun Daerah”.

Padang Ekspres siap bekerja sama dalam mempublikasikan atau menyosialisasi berbagai kegiatan strategis Pemprov untuk masyarakat.

”Masyarakat Sumbar tentu ingin tahu apa saja yang akan dan telah diperbuat Gubernur. Untuk menyampaikan itu, tentu butuh media publikasi dan Padang Ekspres bisa memfasilitasinya,” ujar Suleman Tanjung didampingi Pemimpin Redaksi Padang Ekspres Heri Sugiarto, Manager Iklan Dicky Junaidi, Manager Pemasaran Sarbidin dan Redaktur Gusti Ayu Gayatri.

Irwan menyebutkan, sejauh ini kerja sama Pemprov dengan Padang Ekspres sudah berjalan baik. Bahkan di tengah kesibukannya, dia selalu menyempatkan diri mengisi rubrik Teras Utama di Padang Ekspres.

Dalam tulisan tersebut, dia selalu memberikan informasi ke masyarakat tentang program kerjanya. Dia berharap manajemen baru operasional Padang Ekspres, tetap menyajikan berita sesuai fakta dan berimbang. Wartawannya senantiasa profesional dan independen dalam bertugas.

“Saya siap dikritik, asalkan informasi yang disampaikan sesuai fakta dan tidak mengada-ngada,” tegasnya.

Jalan Tol dan Kereta Api

Dalam pertemuan yang berlangsung santai itu, juga dibicarakan beberapa informasi terbaru dan strategis dalam memacu kemajuan Sumbar. Salah satunya, Irwan menyebutkan, Kamis (26/1), dilakukan pembahasan untuk kelanjutan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru.

“Presiden sudah menunjuk PT Hutama Karya sebagai pelaksana pembangunan jalan,” ujarnya. Tahap awal pemerintah pusat menggelontorkan anggaran Rp 5 triliun bantuan Asian Infrastructure Invesment Bank (AIIB).

Menurutnya, saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Sumbar, dia membicarakan kelanjutan pembangunan jalan tol tersebut guna mengurai kemacetan.

“Beliau (Presiden, red) kemudian memanggil Menteri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) untuk menindaklanjuti rencana jalan tol tersebut. Akhirnya, keluarlah keputusan Presiden menunjuk PT Hutama Karya sebagai pelaksana proyek,” jelas Irwan.

Kendati segera dimulai, menurut Irwan, terdapat satu regulasi lagi masih ditunggu. Yakni, peraturan atau keputusan pemerintah atau presiden soal dimasukannya jalan tol Sumbar dalam program strategis nasional.

“Informasinya, Februari nanti keputusannya keluar. Bila sudah keluar, maka proyek infrastruktur tersebut segera dimulai,” tambahnya.

Jalan tol Padang-Pekanbaru masuk dalam jalur Trans Sumatera dengan panjang 1.415 km. Ditargetkan, jalan tol ini tuntas tahun 2024 mendatang. Tahap I, dikerjakan jalur Padang-Sicincin 27 km, dan Pekanbaru-Kampar sepanjang 17 km.

“Agar pembangunan tahap I tol Padang-Pekanbaru segera teralisasi, kami menyiapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk pencairan uang pinjaman sebesar Rp 5 triliun. Di antaranya, trase, analisa dampak lingkungan dan detail engineering design (DED),” ucapnya.

Untuk jalur Padang-Sicincin, menurut politisi PKS ini, sebagian sudah disiapkan lahannya. Bahkan, sejumlah ruas jalan sudah pengerasan dan dibangun empat jembatan penghubung.

Dari total panjang jalan Padang-Sicincin 27 km, 17 km sudah tersedia yakni jalur Duku-Sicincin. Lalu, sepanjang 10 km lagi dari Bypass Padang menuju Duku sedang diupayakan pembebasan lahannya.

“Dari Duku ke Buayan Sicincin sudah kita mulai dari dulu. Di situ tinggal pembebasan lahan buat pelebaran, dari 36 meter menjadi 60 meter. Sedangkan dari Bypass Padang menuju Duku, saat ini sudah dilakukan pendataan tanah masyarakat,” ucapnya.

Di samping itu, Kamis (2/2) nanti, pihaknya akan rapat bersama stakeholder terkait pengaktifan  jalur kereta api. Rencananya, jalur kereta api yang akan dibuka tersebut dari Padang-Padangpanjang-Bukittinggi sampai ke Payakumbuh.

“Pengoperasian jalur yang sudah sangat lama tidak beroperasi ini sangat efektif memberikan layanan kepada masyarakat. Karena, saat ini lewat jalur Padang-Bukittinggi sudah sangat padat,” ujarnya.

Gubernur optimistis pengaktifan jalur kereta api ini tak akan sulit karena tak perlu pembebasan lahan. Pasalnya, jalur kereta api yang sudah lama tak aktif tersebut tanahnya sudah milik KA.

Masyarakat yang menggunakan lahan itu pun sudah ada perjanjian, mereka akan pindah jika sewaktu-waktu KAI membutuhkannya.  “Kita aktifkan ini untuk mengurai kemacetan, sekaligus memberikan banyak pilihan moda transportasi pada masyarakat,” tukasnya. (*)

Padang Ekspres, 30 Januari 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>