«

»

Pembangunan Kualitas SDM Harus Prioritas

11 April 2017
Perwakilan dari University Kebangsaan Malaysia Prof Dr Norazah Mohd Nordin menyerahkan plakat kepada Gubernur Sumbar

CENDERA MATA: Perwakilan dari University Kebangsaan Malaysia Prof Dr Norazah Mohd Nordin menyerahkan plakat kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Rektor Unes Prof Dr H Andi Mustari Pide SH.

 Padang, Padek—Laporan Human Develepment Report pada tahun 2016 yang menempatkan Indonesia di peringkat 113 dari 188 negara di dunia dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) harus menjadi perhatian serius pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembangunan manusia. Salah satu sektor terpenting dalam pembangunan manusia adalah sektor pendidikan.

Rendahnya urutan Indonesia ini disebabkan pembangunan Indonesia yang bertumpu kepada pembangunan ekonomi dan fisik. Terbukanya perdagangan bebas Asia Tenggara dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) seharusnya menjadi pemicu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia agar tidak tertinggal dari negara lain.

”Kuliatas pembangunan SDM Indonesia sangat rendah dikategorikan menengah, jauh tertinggal dari Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah baik pusat maupun daerah,” ujar Rektor Universitas Ekasakti (Unes) Prof Dr Andi Mustari Pide, SH dalam pembukaan International Conference on Global Education (ICGE), Senin (10/4)

Menurut Andi Mustari Pide, pemahaman suatu bangsa dan negara saat ini tidak boleh hanya bertumpu kepada sumber daya alam (SDA), namun sangat ditentukan oleh kulalitas SDM-nya.

”Kita bisa berkaca kepada negara maju seperti Jerman, Inggris, Prancis dan Amerika Serikat. Untuk Asia Tenggara ada Singapura, Malaysia, Thailand yang unggul SDMnya. Indonesia harus meniru negara-negara maju ini,” tegasnya.

Salah seorang pemakalah utama (Keynote Speaker) Prof. Dato’ Dr Norazah Mohd Nordin dari University Kebangsaan Malaysia (UKM) dengan makalahnya berjudul metode pembelajaran ‘Massive Open Online Course’ (pembelajaran menggunakan internet) menyampaikan gagasan pembelajaran di abad ke-21 ini harus menggaet sebanyak mungkin peserta didik tanpa terbatas ruangan dan waktu.

”Semua pendidik harus terus menghayati, menimba ilmu agar terus relevan dalam meningkatkan dunia pendidikan.Termasuk kemahiran dari segi inovasi pendidikan teknologi semua pendidik harus terus mengembangkan ilmu agar dapat dicurahkan kepada generasi abad ke-21.

Karena saat ini orang terus berintegrisi dengan teknologi, mereka tidak boleh mengabaikan ini dalam pendidikan,” ujarnya.

Sementara itu pemakalah utama dari Indonesia Prof Dr Heri, SE, MBA dari Kordinator Kopertis Wilayah X menyampaikan tema pentingnya kompetensi untuk pengelolaan perguruan tinggi yang efektif. Pemakalah utama Prof. Dr. Anan Thippayarat dari Hatyai University Thailand (Thailand) menyampaikan gagasan keterlibatan publik dalam pendidikan menuju inovasi. Prof Dr Saliman Hj Mohd Saleh dari Universiti Brunei Darussalam (memaparkan Revolusi Pendidikan di pendidikan global yang akan mendorong inovasi dengan berfokus pada perubahan kurikulum dan mendorong kecerdasan sosial. Dan Hoang Mai Khanh, Ph.D dari Vietnam National University (Vietnam) pentingnya pendidikan  kewarganegaraan sebagai elemen penting untuk mempromosikan perdamaian dan kemakmuran dari  semua negara dan bangsa konteks multikultural global.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sangat mengapreasiasi Unes yang senantiasa berupaya meningkatkan mutu pendidikan sehingga berdampak pada semakin baiknya kualitas SDM di Sumbar. Menurut Irwan, Unes sudah banyak memberikan sumbangsih untuk kemajuan Sumbar.

”Universitas Ekasakti sudah banyak meluluskan SDM berkualitas. Lulusannya banyak yang jadi orang hebat dan pejabat,” ujar Irwan. Seminar yang diikuti para akademisi skala dunia itu diharapakan dapat menghasilkan gagasan-gagasan yang dijadikan rujukan oleh pemangku kebijakan dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.

”Saya berharap ICGE V ini tidak hanya bermanfaat untuk para akademisi, tetapi juga memiliki nilai tambah bagi kehidupan masyarakat.

Hasil seminar saya harap tidak menjadi dokumen yang tersimpan saja, tetapi memang dipergunakan dalam kehidupan, diharapkan juga bisa mempengaruhi kebijakan pemerintah dibidang pendidikan. Ini menjadi tantangan dan saya yakin Unes bisa menjawab tantangan ini,” ungkap Irwan.

 

Padang Ekspres, 11 April 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>