«

»

TB dan ‘Aisyiyah

20 April 2017

Pada 10 April 2017 lalu saya menghadiri acara ‘Aisyiyah Sumbar yang diadakan dalam rangka TB Day di Auditorium Gubernuran, Padang. Hadir pada kesempatan itu di antaranya, Ketua Umum PP (Pengurus Pusat) ‘Aisyiyah Ibu Siti Noordjannah Djohantini, Ketua PP ‘Aisyiyah Ibu Siti Aisyah, Ketua PW ‘Aisyiyah Sumbar Ibu Meiliarni Rusli, dan Ketua PW Muhammadiyah Sumbar Bpk. Shofwan Karim serta beberapa Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Sumbar. Selain itu juga hadir ratusan kader ‘Aisyiyah dari berbagai daerah di Sumbar.

Pada acara tersebut juga diserahkan reward kepada kader ‘Aisyiyah dan amal usaha Muhammadiyah yang telah melakukan kampanye dan sosialisasi penanggulangan dan pencegahan tuberkolosis di Sumbar.

TB Day yaitu hari tuberkolosis sedunia, yang jatuh pada tanggal 24 Maret setiap tahunnya. Pada tanggal 24 Maret 1882, seorang ilmuwan bernama Robert Kuch mengumumkan bahwa ia telah menemukan sebab penyakit tuberkolosis yang sedang mewabah di Eropa dan Amerika sehingga menyebabkan kematian 1 dari 7 orang pada saat itu. Untuk mengenang jasanya, maka setiap tanggal 24 Maret diperingati sebagai hari tuberkolosis sedunia atau TB Day.

Berdasarkan data WHO Global Tubercolosis Report tahun 2016, Indonesia berada pada posisi kedua beban TB tertinggi di dunia. Dan TB adalah penyebab kematian nomor empat di Indonesia. Dari survei yang sudah diadakan, diperkirakan 0,65 persen dari penduduk Indonesia menderita TB. Sedangkan kasus yang bisa dideteksi sekitar 33 persen dari perkiraan jumlah penderita TB. Selain itu, hanya 26 persen masyarakat yang dapat mengetahui mengidentifikasi tanda dan gejala umum TB. Dan hanya 19 persen saja orang yang mengetahui bahwa pengobatan TB adalah gratis.

Dari sisi pemerintah, sosialisasi, pencegahan dan penanggulangan TB sudah dilakukan secara optimal, yaitu melalui Puskesmas, Rumah Sakit dan Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru. Bahkan RS Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi masuk ke dalam Top 99 Inovasi Publik Tahun 2016 yang diadakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) karena menerapkan inovasi bagi pasien TB.

RSAM (Rumah Sakit Achmad Muchtar) yang juga merupakan rujukan pengobatan TB di Sumbar telah menerapkan inovasi tigo tungku sajarangan dalam upaya mengobati pasien TB. Tiga pihak yang dimaksud adalah tenaga kesehatan yang melakukan upaya pengobatan dan perawatan pasien TB. Kemudian tenaga bidang kerohanian yang memotivasi pasien agar kuat mentalnya, sabar dalam menjalankan pengobatan, dan yakin akan pertolongan Allah. Dan yang ketiga adalah keluarga, yang memberikan dukungan penuh kepada pasien dalam menjalankan pengobatan. Alhamdulillah inovasi ini mendapat penghargaan dari Mentri PAN RB.

Sementara dari sisi masyarakat, pihak yang telah melakukan upaya sosialisasi masalah TB ini di antaranya adalah organisasi ‘Aisyiyah. Pada acara 10 April 2017 tersebut, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah menyampaikan apresiasinya kepada 196 kader ‘Aisyiyah Sumbar yang telah melakukan aksi ketuk pintu kepada 12.096 orang di Padang, Payakumbuh, Pariaman dan Solok untuk mensosialisasikan tentang TB sekaligus mengajarkan cara mendeteksi TB. Dan mereka juga ikut membawa dan mendampingi pasien TB ke puskesmas dan rumah sakit.

Saya juga turut memberikan apresiasi kepada segenap jajaran ‘Aisyiyah Sumbar yang telah ikut membantu memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang TB dan sekaligus membantu mereka yang terkena TB. Berdasar data yang saya peroleh, hingga 31 Maret 2017 ‘Aisyiyah Sumbar telah dapat menjangkau 485 orang terduga TB, 45 orang yang didampingi pengobatan TB selama 6 bulan, 38 orang pasien TB kebal obat akan didampingi sampai sembuh selama 2 tahun.

Menteri Kesehatan, Ibu Nila Djuwita Farid Moeloek pada 17 April 2017 lalu di Hotel Grand Inna Muara Padang, saat acara Rakerkesda, memberi apresiasi dan penghargaan atas kerja dan perjuangan kader kader ‘Aisyiyah tersebut.

Untuk sosialisasi TB tersebut, ‘Aisyiyah Sumbar memiliki 21 pelaksana program, 192 kader komunitas yang akan menjangkau sekaligus mendampingi pasien TB selama 6 bulan, 10 orang pasien supporter yang akan mendampingi pasien TB kebal obat selama 2 tahun, 80 orang mubaligh pria dan wanita yang akan memberikan informasi tentang TB di masyarakat, dan kelompok masyarakat peduli TB.

Jika organisasi ‘Aisyiyah telah berperan serta membantu pemerintah dalam mensosialisasikan dan menangani TB, maka bagi diri kita sendiri, juga bisa melakukan seperti yang sudah dilakukan oleh kader ‘Aisyiyah, dengan melakukan deteksi terhadap diri kita, keluarga dan lingkungan sekitar. Jika ternyata ada anggota keluarga, saudara atau teman terkena TB, maka kita juga bisa beri keyakinan kepada mereka bahwa TB bisa disembuhkan, asal pengobatan dilakukan secara tertib dan disiplin. Karena satu orang yang tidak terdeteksi terkena TB dan tidak menjalani pengobatan bisa menularkan kepada 10-15 orang  dalam satu tahun jika melakukan kontak dekat.

Semoga dengan upaya yang dilakukan oleh ‘Aisyiyah Sumbar dan juga masyarakat lainnya dalam mensosialisasikan, deteksi dini, mencegah dan menanggulangi TB, bisa lebih mengurangi lagi jumlah penderita TB di Sumbar. Insya Allah jika dilakukan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat, hasilnya akan lebih maksimal. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 20 April 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>