«

»

Bebas Daerah Tertinggal, Kepala Daerah Ditenggat

23 Mai 2017

TUGAS BERAT MENANTI: Gubernur Sumbar Irwan Prayitno melantik Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet dan Kortanius Sabeleake di Auditorium Gubernuran,kemarin.

 Padang, Padek—Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mendeadline pasangan Bupati Kepulauan Mentawai  Yudas Sabaggalet dan Wakil Bupati Kortanius Sabeleake agar keluar dari daerah tertinggal dalam waktu lima tahun ke depan.

Tak hanya itu, kepala daerah untuk selalu menjaga kekompakan. “Banyak pasangan kepala daerah yang tidak kompak. Padahal, itu merugikan masyarakat.

Ketidakkompakan kepala daerah tersebut dapat berdampak pada pembangunan di daerah,” kata Irwan Prayitno saat melantik Yudas Sabaggalet dan Kortanius Sabeleake di Auditorium Gubernuran, kemarin (22/5).

Irwan menyebutkan wakil bupati harus sadar diri dengan posisinya. Saat ini, untuk lima tahun ke depan, kendali tersebut dipegang bupati. Jika wakil bupati ingin berlaga, maka berlaga lah setelah KPU menetapkan tahapan pemilu berikutnya.

“Jangan berlaga sekarang. Saat ini fokuslah membangun daerah. Jaga kekompokan. Jika keduanya akur, maka program pembangunan akan mudah untuk dijalankan dan masyarakat akan diuntungkan,” tuturnya.

Irwan mengatakan, Mentawai sudah menjadi perhatian Pemerintah Pusat sehingga wajar Pemprov dan Pemkab Kepulauan Mentawai juga harus memberikan perhatian khusus.

“Sudah beberapa kali Pak Presiden dan Menteri Kordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani ke Mentawai. Beliau konsern terhadap Mentawai. Sedangkan Pemprov Sumbar, saya sengaja meminta Pak Wagub untuk mencurahkan perhatiannya supaya Mentawai bisa keluar dari daerah tertinggal,” jelasnya.

Selain itu, keduanya diminta melakukan pembangunan secara merata kemudian tidak tebang-pilih  berdasarkan pilihan masyarakat pada masa Pilkada.

“Yang tidak memilih pak Yudas juga masyarakat Mentawai. Oleh karena itu, jangan pilih kasih, jangan diskriminatif. Kalau pilih kasih, berarti zalim, tidak adil, dan tidak amanah. Kita jangan bedakan rakyat,” pesannya.

Dalam konteks yang sama, Irwan Prayitno juga meminta agar pembangunan dilakukan menyeluruh di semua pulau di Mentawai tidak hanya di daerah asal Bupati dan Wabup saja.

Hal pertama yang harus segera dikebut dan dituntaskan dalam rangka percepatan pembangunan menurut Gubernur yakni pembangunan infrastuktur seperti jalan Trans-Mentawai, landasan udara, dan jaringan penghubung antar pulau. “Saya harapkan itu jadi prioritas bagi kepala daerah,” tegas Irwan.

Irwan juga mengapresiasi atas dedikasi Pj Bupati Mentawai Syafrizal dalam memimpin Mentawai selama ini. “Saya juga mengucapkan terima kasiah atas dedikasi Pj Bupati Mentawai Syafrizal selama ini. Meskipun, kadang asam uratnya kambuh, yang bersangkutan tetap saja menyeberangi lautan untuk bertugas,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Mentawai Yudas Sabaggalet dan Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake menyebutkan sektor pendidikan, infrastruktur dan kesehatan akan menjadi prioritasnya dalam 100 hari masa kerja.

Salah satu langkah terdekat adalah membangun sekolah filial (sekolah jauh, red) di Pagai Selatan karena memang dibutuhkan di daerah tersebut.

Dalam masa kampanye, ia menemukan berbagai kekurangan di sektor pendidikan di Mentawai. Salah satunya di daerah Pagai Selatan. Tidak hanya di Pagai Selatan sejumlah kawasan lainnya juga membutuhkan sekolah tersebut. “Ini adalah langkah kita untuk membenahi sektor pendidikan,” ujarnya.

Setelah sektor pendidikan dibenahi, bidang kesehatan turut menjadi prioritas kerjanya. Salah satunya membenahi Puskesmas dan Pustu yang ada. Kemudian menempatkan tenaga kesehatan yang betul-betul dan siap mengabdikan diri di kawasan yang ditempatkan.

“Kami mengakui, saat ini Mentawai kekurangan tenaga kesehatan, terutama tenaga tetap. Saat ini langkah yang dilakukan adalah merekrut tenaga kontrak untuk memenuhi kekurangan tenaga kerja tersebut,” paparnya.

Sementara, kinerja jangka panjangnya yakni memfokuskan penuntasan pembangunan Trans Mentawai.  Pasalnya, pembangunan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat Mentawai. Dengan begitu, Mentawai tidak lagi disebut daerah tertinggal.

“Target saya dalam periode lima tahun ke depan, Trans Mentawai bisa siap 90 persen. Saat ini, kita sudah mulai melakukan pembukaan lahan,” ujarnya.

Jalan termasuk salah satu persoalan di Mentawai dan telah disampaikan Wakil Gubernur Nasrul Abit ke presiden dalam pertemuan beberapa lalu. Daerah tersebut terdiri dari beberapa pulau, dengan begitu akses transportasi sangat dibutuhkan.

“Jadi, untuk bisa menghubungkan antar pulau maka Trans Mentawai merupakan solusi satusatunya yang harus dijalankan. Hingga saat ini, pembebasan lahan tidak ada yang dipersoalkan lagi. Hanya saja masih ada sedikit persoalan terkait hutan konservasi, namun kita telah berkoordinasi langsung ke pemerintah pusat, dan hasilnya kini memulai pembangunan,” jelasnya.

Menurutnya, jika Trans Mentawai terwujud, maka perekonomian di Mentawai akan turut tumbuh, dan persoalan pendidikan dan kesehatan juga akan ikut membaik. Masyarakat bisa menikmati akses transportasi yang aman dan nyaman, tanpa perlu naik kapal untuk transportasi antar-pulau.

“Kalau ada daerah yang belum tersentuh APBN dan APBD Provinsi, kita akan menganggarkannya pada APBD Mentawai. Pokoknya, persoalan ini menjadi prioritas kita,” jelasnya.

Terkait telekomunikasi, Yudas berharap agar pihak operator segera mewujudkan keinginan masyarakat yakni jaringan komunikasi yang stabil. Karena selama ini, untuk menelepon dari Padang ke Mentawai, atau luar daerah yang ingin menelepon ke Mentawai, sering mengalami gangguan sinyal.

“Untuk itu, saya berharap, pihak operator seluler benar-benar menyegerakan pembangunan  telekomunikasi di Mentawai,” harap Yudas.

 

Padang Ekspres, 23 Mei 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>