«

»

Alam, Hidup Manusia

10 Agustus 2017

Pada 2 Agustus 2017 lalu, selaku kepala daerah saya kembali mendapat penghargaan Nirwasita Tantra. Ini adalah penghargaan di bidang lingkungan hidup. Presiden Jokowi menyaksikan langsung Menteri LHK yang memberikan penghargaan ini. Tahun 2016 lalu, penghargaan serupa sudah pula saya terima.

Selain Gubernur Sumbar, yang mendapat penghargaan Nirwasita Tantra ini adalah Bupati Dharmasraya dan Wali Kota Bukittinggi. Sementara tropi Adipura juga diterima oleh enam kota di Sumbar, sedangkan sertifikat Adipura diterima oleh 3 kota lainnya di Sumbar. Dan sebanyak 10 sekolah baik SD, SMP dan SMA di Sumbar mendapatkan penghargaan Adiwiyata.

Nirwasita Tantra diberikan kepada kepala daerah yang memiliki kepemimpinan untuk selalu meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Yaitu kepala daerah yang memiliki visi dan misi tentang lingkungan hidup. Dan ini dibuktikan dengan program serta kepemimpinan yang berwawasan lingkungan hidup.

Saya turut mengucapkan selamat atas penghargaan yang diraih oleh kabupaten dan kota serta sekolah tersebut. Ini adalah sebuah kebanggaan yang perlu disyukuri. Karena secara umum lingkungan hidup di Sumbar yaitu alamnya masih terjaga, sehingga kita masih bisa hidup nyaman dan aman dengan kondisi alam yang bagus ini.

Memang tidak dipungkiri bahwa Sumbar juga memiliki titik-titik rawan bencana. Namun sepanjang masih bisa diantisipasi, insya Allah bencana tersebut bisa kita hindari. Sedangkan bencana yang memang tidak bisa kita hindari datangnya, maka yang terbaik adalah tetap waspada dan melakukan antisipasi dan juga senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar negeri kita terhindar dari bencana.

Falsafah “alam takambang jadi guru” sebenarnya telah mengajarkan kita bahwa manusia sebagai “murid” harus banyak belajar dari alam yang telah diciptakan Allah SWT untuk mendukung kehidupan manusia. Pada satu titik kita memang harus mengakui bahwa semakin baik kita berinteraksi dengan alam secara positif maka akan semakin nyaman hidup kita.

Alam yang tidak dirusak, ia akan memberikan kita oksigen yang sangat berguna untuk hidup kita. Semakin sering manusia merusak alam, maka pasokan oksigen pun akan berkurang. Dan hidup manusia pun menjadi terganggu.

Alam juga menyediakan air bagi manusia. Manusia yang merusak sumber air, mata air maupun penahan air, akan mengalami kerugian. Kekeringan, banjir, longsor, adalah di antara contoh kerusakan yang diakibatkan ulah manusia.

Alam dengan segenap anggota ekosistemnya adalah sebuah kesatuan dan juga kepaduan. Jika ada elemennya yang dirusak maka akan mengganggu ekosistem yang berakibat kepada kerugian bagi manusia. Misalnya saja keberadaan binatang buas di alam bebas. Keberadaan mereka adalah untuk keseimbangan ekosistem. Jika mereka diburu hingga jumlahnya makin sedikit maka hewan-hewan yang menjadi makanannya akan berkembang jauh lebih pesat dan kemungkinan bisa mengganggu kehidupan manusia.

Dalam konteks ini saya mengapresiasi langkah yang diambil oleh Bpk. Hashim Djojohadikusumo yang telah melepas harimau betina di Dharmasraya untuk kembali ke habitatnya di alam bebas. Saya bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Siti Nurbaya berkesempatan menghadiri acara pelepasan tersebut pada 29 Juli 2017 lalu yang bertepatan dengan Hari Harimau Internasional. Saya juga menyatakan kepada Ibu Menteri bahwa insya Allah Sumbar siap menjadi pusat satwa alam.

Alam yang sudah menjadikan manusia hidup semakin lebih baik memang tidak seharusnya semakin dirusak. Oleh karena itu, kami di pemprov turut berusaha agar lingkungan hidup yang ada di Sumbar tetap terjaga dengan baik.

Alhamdulillah semua target pencapaian terkait lingkungan hidup bisa dipenuhi, seperti indeks air, indeks udara, termasuk kondisi hutan dan sungai. Selain itu juga dalam hal pelaksanaan dan praktik ramah lingkungan di berbagai sektor, seperti pendidikan, industri, dan rumah sakit.

Maka penghargaan yang kami terima ini di satu sisi adalah apresiasi dari pemerintah pusat terhadap kesungguhan kami. Dan di sisi lain turut memotivasi kami untuk bekerja lebih baik lagi dalam menjaga lingkungan agar pembangunan berkelanjutan dapat berjalan baik. Karena kami sadar bahwa masyarakat yang sejahtera adalah masyarakat yang memiliki lingkungan yang baik sehingga bisa hidup aman dan nyaman.

Dan semoga masyarakat pun berperan serta dalam menjaga kelestarian alam ini. Kita bersama-sama juga perlu ikut mencegah upaya perusakan alam yang dilakukan oleh pihak yang tak bertanggung jawab. Karena dengan kebersamaan tersebut insya Allah akan memunculkan tanggung jawab dan kesadaran bersama. Dan semoga upaya kita menjaga kelestarian alam mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 10 Agustus 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>