«

»

Bank Nagari dan Pemprov Sumbar MoU Non Tunai

23 September 2017

 

FOTO BERSAMA- Gubernur Sumbar Irwan Prayitno foto bersama dengan pejabat Bank Nagari dan undangan lainnya.

Bank Nagari dan Pemprov Sumatra Barat sukses melakukan penandatanganan kesepakatan dan perjanjian kerjasama implementasi transaksi non tunai di Aula Bank Nagari Padang, Jumat (22/9).

Dengan adanya kesepakatan ini, maka secara bertahap segala transaksi antara Pemprov Sumbar dengan PT Bank Pembangunan Daerah Sumbar, akan dilakukan secara non tunai.

Menurut Direktur Keuangan Bank Nagari Muhammad Irsyad, dengan non tunai nanti nya bendahara tak lagi memegang uang. Semua transaksi dengan menggunakan kartu.

“Pemakaian alat-alat non tunai juga akan dilaunching di UKM dan pasar-pasar. Secara teknologi juga telah disiapkan dan telah diujicobakan di sekolah-sekolah swasta,” katanya.

Ia yakin, dalam waktu tidak terlalu lama, masyarakat akan terbiasa dengan mobile banking dan perangkat non tunai lain nya. Harapan Bank Nagari, dorongan dan dukungan gubernur, OJK, dan BI, untuk sukses nya program ini.

“Kami akan terus sosialisasi, sehingga Oktober nanti provinsi sudah bisa dilaksanakan, Oktober juga ada pelatihan di kab/kota. Pada November selesai semua dilaksanakan, dan Desember semua sudah bisa, sehingga awal Januari 2018 non tunai sudah jadi kegiatan familiar pada perangkat daerah,” ujarnya.

Dalam waktu dekat juga akan dilaunching kerjasama dengan Master Card. Mudahmudahan dengan Master Card memungkinkan nasabah Bank Nagari bisa bertransaksi dimanapun juga.

“Terutama untuk umrah, jalan-jalan ke Amerika, Eropa atau negara lainnya, kartu Bank Nagari bisa digunakan di negara-negara yang telah beker jasama dengan Master Card,” tuturnya.

Sementara Pemimpin Divisi Sistem Pembayaran Penilaian Uang Rupiah dan Sistem Administrasi BI Perwakilan Sumbar Rihando mengatakan, non tunai perlu dukungan kementerian, lembaga, instansi, perusahaan, dan masyarakat. BI sendiri telah MoU dengan beberapa kementerian untuk menyukseskan non tunai.

“Sampai dengan Agustus sudah terdapat 25 penerbit uang elektronik. Bank Nagari kalau ikut pula membuatnya BI akan mempermudah semua prosesnya,” ujarnya.

Atas nama Bank Indonesia ia mengucapkan selamat dan sukses dengan diterapkannya non tunai di Bank Nagari. Ia pun berharap dukungan semua pihak, untuk kesuksesan Bank Nagari menerapkan non tunai.

Sedangkan Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, non tunai merupakan satu keniscayaan untuk menyikapi kemajuan di bidang teknologi informasi.Menurutnya, sekarang ini isi dompet orang-orang luar negeri tidak lagi uang tunai, tapi kartu non tunai.

“Non tunai transaksinya perdetik selesai. Kalau dulu bolak balik ke bank, kini cukup dengan HP saja sudah bisa kirim uang dengan cepat,” katanya.

Ia mengatakan, pembayaran tunai bisa menimbulkan pungli, dengan alasan uang kecil tidak ada. Sementara dengan non tunai sampai koma-komanya pas, tidak pakai dibulatkan.

“Risiko salah, sangat besar terjadi dengan sistem cash. Sementara non tunai memudahkan dan menguntungkan bank karena uang nasabah berada di bank. Jadi tidak ada alasan tidak bisa atau mampu menerapkan non tunai,” ujar nya.

Ia berharap daya dukung teknologi Bank Nagari dipercepat, jangan sampai konsumen lari dari Bank Nagari hanya karena teknologinya tertinggal dari bank lain. Oleh karena itu, kerjasama dengan Master Card merupakan satu pilihan yang tepat.

Singgalang, 23  September 2017

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>