«

»

Gubernur kumpulkan Bupati/Walikota : Pembebasan Lahan Tol Padang-Pekanbaru Dikebut

6 September 2017

Padang, Singgalang

Mendukung pelaksanaan pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru, Pemprov Sumbar upayakan pembebasan lahan dengan cepat. Rencananya, Jumat (8/9) gubernur mengumpulkan bupati/walikota yang daerahnya dilewati oleh rencana tol tersebut.

“Jumat, semua kepala daerah kita kumpulkan.Nanti kita bicarakan komitmen dan langkah-langkah segera membebaskan lahan untuk pembangunan  ini,” sebut Gubernur Irwan Prayitno, Senin (4/9).

Dikatakannya, meski belum semua lahan dibebaskan untuk pembangunan jalan tol, namun hingga kini Pemprov Sumbar telah membebaskan lahan  sepanjang 27 Km untuk pembangunan tersebut. Dengan itu, menjelang pembebasan lahan lainnya tuntas, maka pengerjaan fisik dimulai dulu dari 27 Km yang sudah bebas.

“Kan kita sudah dari dulu memulainya, sekarang kita sudah bebaskan sebanyak 27 Km, itu juga sudah kita lengkapi dengan sejumlah pembangunan jembatan,” ujar gubernur.

Disebutkannya, dengan hadirnya jalan tol Padang-Pekanbaru akan sangat mengutungkan bagi Sumbar. Karena dunia usaha di Sumbar memiliki banyak hubungan dengan Pekanbaru, Riau. Seperti hasil pertanian, laut dan usaha lainnya. Adanya tol, akan mempermudah akses menuju Pekanbaru dan sebaliknya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menandatangani Peraturan Presiden No. 58 tahun 2017 tentang Program Strategis Nasional bidang PUPR, didalamnya juga ada tol Padang- Pekanbaru. Jalan tol Pekanbaru-Padang tersebut rencananya bakal dibangun dengan total panjang mencapai 240 kilometer (km).

Jalan tol tersebut saat ini tengah dalam proses survei trase, untuk menetapkan rute yang akan dilewati. Dengan terbangunnya jalan tol ini, diharapkan pertumbuhan ekonomi di Padang, Bukittinggti dan Pekanbaru bisa lebih cepat. Selain itu, diharapkan muncul pusat-pusat ekonomi baru di daerah yang dilintasi. Selain itu, jalan tol ini juga akan terhubung dengan ruas jalan tol yang sudah lebih dahulu dibangun yakni, jalan tol Pekanbaru-Dumai.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun tol tersebut cukup besar, yaitu Rp 35 triliun. Selain menjajaki kerja sama dengan Jepang,pemerintah juga menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dalam pembangunan tersebut.

“Saya sudah bicara dengan JICA Jepang dan timnya sudah dating melakukan survei lokasi. Sementara untuk opsi skema KPBU bisa melalui penugasan kepada PT Hutama Karya,” kata Basuki saat berkunjung ke Padang beberapa waktu lalu. Untuk menyingkat waktu tempuh, konstruksi yang akan digunakan yaitu dengan caran membuat terowongan yang menembus bukit. Konstruksi itu juga mengurangi luas lahan yang harus dibebaskan pemerintah. Basuki menambahkan, jalan tol Padang-Bukittinggi-Pekanbaru bakal memiliki rute yang cukup panajng. Karena itu, pemerintah akan menyiapkan rest area dalam jumlah yang cukup banyak. “Keberadaan rest area ini akan mengakomodir usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masyarakat. Sehingga kehadiran jalan tol meskipun penting untuk mempercepat mobilitas barang dan jasa, namun tidak mematikan ekonomi UMKM,” ujarnya.

 

Singgalang, 06 September 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>