«

»

Diundang Khusus Kemenperind: Sumbar Sajikan Keenakan Randang di Jerman

9 Oktober 2017

Gubernur Irwan Prayitno didampingi Ketua Dekranasda Sumbar, Nefi Irwan Prayitno serta sejumlah pejabat dari Kemenperind, meresmikan stand pameran UMKM Sumatera Barat pada ekspo makanan Anuga di Koelnmesse, Jerman, Sabtu (7/10).

PADANG – SINGGALANG

Sumbar mendapat  kesempatan untuk promosi kuliner dan seni diEropa. Kali ini Pemprov Sumbar diundang khusus Kementrian Perindustrian untuk mempromosikan potensi Sumbar di pada ekspo makanan Anuga di Koelnmesse, Jerman, Sabtu (7/10).

Pameran makanan olahan terbesar di Eropa ini diikuti banyak negara. Di bawah koordinasi Dekranasda Sumatera Barat, UMKM yang ikut  berpartisipasi adalah Rendang Erika. Mereka memamerkan aneka produk rendang, kopi kawa, kripik dan beberapa kuliner asli Minangkabau.

Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, keikutsertaan Sumbar merupakan apresiasi Kemenperind terhadap kuliner Sumbar yang memang telah mendunia.

“Rendang kan sudah sangat terkenal sebagai makanan terlezat di dunia. Maka dengan kehadiran kita di Anuga ini, diharapkan akan ada transaksi dengan mancanegara,” kata gubernur.

Dikatakan, dengan sudah terkenalnya rendang, diharapkan makanan olahan asal Minangkabau lainnya ikut terangkat. “Kan banyak sekali kekayaan makanan olahan kita. Bisa ikut terangkat dengan keterkenalan rendang,” ujar Irwan Prayitno.

Sementara itu, Nevi Irwan Prayitno mengatakan, pihaknya sengaja mengikutsertaan rendang lainnya. “Tidak hanya rending daging, tapi juga rending paru dan rendang telur,” kata Nefi Irwan Prayitno.

Kehadiran Dekranasda dan Rendang Erika di Anuga, dikoordinasikan Kemenperind dengan mitranya Ekonid. “Ada sekitar 74 ribu peserta pameran, dan diperkirakan akan dikunjungi lebih 160 ribu pengunjung,” kata Kepala Dinas Perindag Sumbar Asben Hendri.

Selain itu, dalam rangka menggaet lebih banyak pengunjung ke stand Dekranasda Sumbar, setiap hari juga ditampilkan kesenian Minangkabau. “Kita membawa lima orang seniman. Mereka bisa musik dan tari tradisionil Minangkabau,” kata Kepala Bidang Seni dan Diplomasi Budaya Dinas Kebudayaan Sumbar, Erfina Adiyanti.

Disebutkan, di samping musik tradisi, tim kesenian akan menampilkan sejumlah tari berbasis randai. “Jadi, geraknya serupa gerak atau jurus-jurus silat,” kata Erfina Adiyanti.

 

Singgalang, 9 Oktober 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>