«

»

Sang Raja Minang Berpulang

3 Februari 2018


• SAPTO ANDIKA CANORA

Tanah Minangkabau berduka, Raja Kerajaan Pagaruyung. Daulat Yang Dipertuan Rajo Alam Minangkabau Pagaruyunq Darul Qorror, Sultan Muhammad Taufiq Thaib Tuanku Maharajo Sakti meningqal dunia di usia 69 tahun. Sultan Muhammad Taufiq Thaib meninggal dunia pada Kamis (1/2) pukul 20:00 WIB, di RSUP M Djamil Padang, Sumatra Barat. Sang Raja meninggalkan istri, Puti Rahma Usman, dan dua orang anak.

Salah satu anggota kerajaan, Puti Reno Raudhah Thaib, menyebutkan bahwa pemimpin Kerajaan Pagaruyung tersebut meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif selama 20 hari.

Jenazah Sultan Muhammad Taufiq Thaib dibawa ke Pagaruyung. Kabupaten Tanah Datar,pada Kamis(1/2) malam dan dimakamkan dengan tata cara kerajaan pada Jumat [2/2).

Perwakilan raja-raja nusantara menghadiri upacara pemakaman Raja Pagaruyung. Tak hanya itu, sejumlah kerabat Kerajaan Pagaruyung di Malaysia dan Filipina juga sudah menyatakan kehadirannya. Kerajaan Pagaruyung memang memiliki kekerabatan dengan kerajaan-kerajaan di Asia Tenggara.

Adik Sultan Muhammad Taufiq Thaib Sutan Haji Irwansyah mengungkapkan, pada Jumat(2/2) selepas shalat Jumat, jenazah Raja dimakamkan di Pandam Pakuburan,
Istana Silinduang Bulan, Balai Janggo.

Pagaruyung, Tanah Datar “Berita duka sampai ke Negara tetangga karena kita kan memiliki Datuk nan Batujuah, Basa Ampek Balai, Langgam nan Tujuah, Tanjuang nan Ampek. Dan kerabat raja-raja nusantara kami sudah beri kabar.” Ujar Sutan Haji Irwansyah. Jumat (2/2).

Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno (IP) menyampaikan belasungkawa kepada pihak kerajaan. IP menilai, Raja Pagaruyung yang mangkat merupakan sosok langka, memahami tradisi, adat istiadat, dan sejarah Minangkabau secara mumpuni.

IP berharap, kepergian Sultan Muhammad Taufiq Thaib meninggalkan pelajaran bagi masyarakat Minangkabau untuk terus mempertahankan sendi-sendi adat Minangkabau.

“Saat ini belum banyak orang seperti beliau. Mudah-mudahan kedepan akan ada pengganti yang bisa memenuhi harapan kita di Sumbar”, kata dia.
Sementara itu, menyusul wafatnya Raja Pagaruyung, rencana pemberian gelar sangsako atau gelar adat kehormatan dan pewaris Kerajaan Pagaruyung, Batusangkar, Sumatra Barat kepada Presiden Joko Widodo terpaksa ditunda. Penundaan pemberian gelar adat kepada orang nomor satu di Indonesia tersebut
Lantaran Daulat Yang Dipertuan Raja Pagaruyung meninggal dunia pada Kamis (1/2) malam. Menurut rencana awal pemberian gelar adat akan diberikan langsung oleh Sang Raja, Sultan Muhammad Taufiq Thaib Tuanku Mudo Mahkota Alam.

IP menyebutkan, pemberian gelar adat kehormatan kepada Jokowi hanya ditunda, bukan dibatalkan. Sejak Sultan Muhammad Taufiq Thaib sakit tiga pekan lalu, pihak kerajaan telah mengirimkan surat kepada Presiden Jokowi dan Pemprov Sumatra Barat yang menyebutkan bahwa pemberian gelar harus menunggu kondisi
kesehatan Raja Pagaruyung membaik.

Diharapkan, pada puncak acara peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 pada9 Februari nanti,upacara penyerahan gelar bisa dilakukan. Namun, dengan wafatnya Sang Raja, rencana tersebut terpaksa ditunda.

Republika, 03 Februari 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>