«

»

Promosi Budaya

14 Maret 2018

Pada 7 Maret 2018 lalu di Auditorium UNP digelar Pertunjukan 3 Budaya 2 Benua, di mana pelaku utamanya dari acara ini adalah Symphony Theatre Music Box yang datang bersama rombongan misi ekonomi Malindo Business and Cultural Center (MBCC). Tiga budaya yang dimaksud adalah budaya Minang, Malaysia dan Australia. Dan dua benua adalah Asia dan Australia. Dari budaya Minang diwakili oleh Sanggar Mantagi.

Satu hari sebelumnya, 6 Maret 2018, rombongan MBCC yang berjumlah lebih kurang 70 orang termasuk para artis yang dipimpin oleh Dato Sri Dr. Alex Ong selaku Ketua Pengarah MMBC dijamu makan malam di Auditorium Gubernuran. Pada jamuan makan malam ini rombongan tamu tersebut disuguhkan ragam budaya Minang berupa tari dan lagu. Para tamu sangat tertarik dengan suguhan budaya tersebut, sehingga banyak dari mereka merekam suguhan budaya tersebut, bahkan juga mencoba alat musik tradisional seperti talempong. Pun berfoto bersama para penari dan penabuh talempong. Selama 2 hari tersebut para tamu menikmati suguhan tari piring, tari payung, tari pasambahan, tari indang, dan lagu-lagu Minang.

MBCC pada Desember 2016 lalu juga pernah membawa sekitar 200 pengusaha/investor ke Sumbar dg dipimpin Dato Sri Dr. Alex Ong untuk melakukan penjajakan investasi/hubungan dagang di sini. Dan kini beliau membawa rombongan yang berisi artis untuk promosi budaya.

Selain pertunjukan budaya, di acara tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang terdiri dari Pemprov. Sumbar, UNP, dan MBCC terkait investasi, pendidikan, dan budaya.

Satu hal positif yang dihasilkan dari acara ini adalah semakin berkembangnya pariwisata di Sumbar. Salah satunya berasal dari wisatawan Malaysia. Saya mendapat informasi bahwa penerbangan dari Kuala Lumpur ke Padang selalu penuh. Bahkan rombongan Dr. Alex Ong terpaksa dibagi dua penerbangan karena ternyata ketika mereka pesan tiket kursi sudah banyak terisi. Ini terjadi baik ketika pergi ke Padang dan balik ke Kuala Lumpur. Bahkan ada beberapa anggota rombongan yang tidak mendapat tiket. Untuk mengatasi lonjakan wisatawan dari Malaysia, maskapai terkait melakukan penambahan penerbangan (extra flight) khusus di akhir pekan (weekend).

Penerbangan dari Kuala Lumpur ke Padang tidak sampai satu jam lamanya, sekitar 50 menit. Maka biaya penerbangannya pun lebih murah. Hal ini menyebabkan antusiasnya wisatawan dari Malaysia yang mengunjungi Padang, Sumbar semakin bertambah.

Kehadiran Dato Sri Dr. Alex Ong bersama 70 orang rombongan MBCC selain untuk promosi dan pentas budaya, kerja sama, juga untuk berwisata. Mereka mengunjungi beberapa destinasi wisata seperti Istana Pagaruyuang, Bukittinggi, dan juga keindahan alam Sumbar. Selain itu mereka juga menikmati wisata kuliner seperti mengunjungi Sate Mak Syukur di Padang Panjang, kemudian membeli kain di Pandai Sikek.  Tak kurang dana sebesar 1 miliar rupiah sudah mereka siapkan dari Malaysia untuk dibelanjakan di Sumbar.

Pemprov Sumbar juga sangat giat mengajak pihak luar untuk berkegiatan MICE (Meeting, Insentive, Convention, and Exhibition) atau pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran/pertunjukan yang terhubung dengan promosi budaya dan kegiatan pariwisata di Sumbar. Setidaknya dalam tiga bulan terakhir berlangsung beberapa kegiatan MICE. Di antaranya Kongres Nasional Perkeni (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) IX pada awal Maret 2018, yang pesertanya sangat antusias menikmati pertunjukan budaya di kegiatan tersebut. Demikian pula dengan Rakernas Bappeda se-Indonesia  pertengahan Februari 2018, lalu peringatan HPN 2018 di minggu kedua Februari 2018. Kemudian di Januari 2018 dari Fakultas Kedokteran Gigi UI melaksanakan bakti sosial di Sumbar.

Pemprov Sumbar aktif mempromosikan budaya Minang kepada para peserta MICE dalam rangka memperkenalkan budaya Minang yang dinamis dan menarik serta mengajak para peserta untuk berwisata menikmati keindahan alam Sumbar, kulinernya dan juga kerajinan tangan, cindera mata dan oleh-oleh.

Maka bagi pelaku ekonomi yang terkoneksi dengan sektor pariwisata, para tamu yang datang ini adalah konsumen potensial yang akan membelanjakan uangnya di Sumbar. Oleh karena itu saya mengharapkan kerja samanya untuk memberikan pelayanan terbaik dan keramah tamahan kepada mereka. Sehingga kelak mereka akan kembali lagi ke Sumbar bersama keluarga atau teman mereka. Semoga dengan pelayanan yang baik dan keramah-tamahan ini akan semakin banyak wisatawan yang datang sehingga ekonomi masyarakat kian bergerak dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 14 Maret 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>