«

»

Sekolah Berasrama

2 Mai 2018

Pada 16 April 2018 siang di Bukittinggi saya meresmikan asrama putri SMAN 1 Bukittinggi. Saya ucapkan selamat atas peresmian asrama putri ini. Semoga bisa meningkatkan prestasi siswi yang tinggal di asrama, baik akademik dan non akademik. Setelah meresmikan asrama tersebut, saya balik ke Padang. Di Padang saya menerima tamu dari SMAN Agam Cendekia, sekolah ini juga memiliki asrama.

Provinsi Sumbar hingga saat ini telah mengelola 15 SMA berasrama, di mana di setiap kota ada 1 SMA berasrama. Sekolah berasrama menjadi sekolah andalan untuk meningkatkan karakter dan potensi siswa yang tinggal di asrama. Karena dengan tinggal di asrama, pembentukan karakter siswa bisa dimaksimalkan, dan potensinya bisa diasah maksimal. Di sini mereka diajar, dilatih, dan ditempa, sehingga memunculkan kebiasaan, karakter, dan kemampuan serta keterampilan yang bagus.

Di asrama waktu yang tersedia lebih banyak, sejak selesai belajar di kelas hingga mau masuk kelas. Berbeda dengan waktu yang tersedia bagi siswa yang tidak menetap di asrama di mana mereka hanya mengikuti proses pendidikan pada jam belajar yang waktunya tidak sebanyak mereka yang tinggal di asrama.

Beberapa sekolah berasrama ada yang menargetkan siswa yang tinggal di asrama memiliki hafalan Alquran yang baik dan cukup banyak, bahkan hingga 30 juz. Di samping itu peningkatan kualitas ibadah pun bisa dilakukan seperti salat berjamaah dan shalat tahajud. Selain itu, kegiatan ekstrakurikuler juga bisa dimaksimalkan pelaksanaannya untuk memenuhi minat dan bakat siswa. Sehingga siswa yang tinggal di asrama mendapatkan banyak hal positif untuk diri mereka sebagai bekal untuk jenjang pendidikan selanjutnya.

Dari siswa yang tinggal di asrama ini, mereka banyak yang diterima di perguruan tinggi favorit dalam negeri dan juga luar negeri, termasuk perguruan tinggi kepolisian/militer dan kedinasan. Demikian pula dengan prestasi akademik dan non akademik yang dicapai oleh sekolah berasrama jauh lebih banyak. Seperti juara olimpiade sains dan juara di bidang lainnya.

Jadi, dari sekolah berasrama dihasilkan lulusan yang pintar secara akademis, berkarakter sehingga perilakunya pun membanggakan orangtua, hafal Alquran, ibadahnya pun bagus, dan memiliki keterampilan lainnya. Sehingga orangtua memiliki kepuasan batin melihat anaknya berhasil melalui proses pendidikan. Maka bisa dikatakan bahwa sekolah favorit itu adalah sekolah berasrama.

Namun pemprov juga menyadari bahwa untuk mengelola sekolah berasrama butuh biaya besar. Misalnya saja biaya untuk satu orang siswa dalam satu bulan bisa lebih dari satu juta rupiah. Dan ini tidak dibebankan semua biaya kepada orangtua siswa.

Itu baru biaya untuk siswa, belum bicara yang lainnya seperti pemeliharaan dan penyiapan sarana dan prasarana untuk siswa berasrama. Dan yang tak kalah beratnya adalah penyiapan dan penyediaan sumberdaya manusia (SDM) untuk sekolah berasrama yaitu tenaga pengajar yang bisa memenuhi waktu kegiatan di asrama, baik untuk akademis, keagamaan, keterampilan, dan lainnya.

Dengan keterbatasan dana dan juga tanggungan per siswa yang cukup besar, maka pemprov belum berani untuk menambah sekolah berasrama. Namun jika ternyata banyak orangtua siswa yang mau berkontribusi untuk anaknya, maka kemungkinan pemprov akan mempertimbangkan penambahan sekolah berasrama. Karena memang sekolah berasrama adalah sekolah yang ideal dan terbukti bisa memberikan yang terbaik kepada siswa.

Jika orangtua siswa bisa membiayai operasional bulanan anaknya di asrama, seperti yang sudah lazim terjadi di pondok pesantren, maka pemprov bisa lebih fokus menyiapkan dana untuk gaji guru dan penyiapan serta pemeliharaan sarana dan prasarana. Namun untuk hal seperti ini butuh proses dialog yang baik agar tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari.

Semoga dengan adanya sekolah berasrama yang dikelola pemprov di berbagai kota bisa memberikan yang terbaik kepada siswa, orangtua, dan masyarakat sehingga kelak muncul pribadi-pribadi berkualitas yang menjadi pemimpin bangsa, negara dan agama. Dan dengan niat baik untuk menyiapkan generasi yang berkualitas mudah-mudahan pemprov bisa menambah lagi sekolah berasrama. Untuk itu kami mohon doa dan dukungan dari segenap elemen masyarakat guna mewujudkan niat yang mulia ini. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Padang Ekspres, 2 Mei 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>