«

»

HUT RRI dan PAUD

12 September 2018

Pada 7 September 2018 saya memenuhi undangan Kepala RRI Bukittinggi Ibu Arnetti untuk menjadi narasumber seminar PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)  dengan tema “Pembentukan Karakter Sejak Dini Menuju Indonesia Hebat”. Seminar PAUD ini diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT RRI (Radio Republik Indonesia) ke-73. Acara ini dihadiri lebih 300 orang guru PAUD.

Seminar PAUD sebenarnya sudah banyak dilaksanakan oleh berbagai lembaga atau yayasan, khususnya lembaga pendidikan. Dan saya juga sering diundang sebagai narasumber atau keynote speaker untuk acara ini. Namun ketika yang mengadakannya adalah RRI dan disiarkan langsung ke seluruh daerah di Sumbar, maka patut diberikan apresiasi. Karena sesungguhnya pendidikan karakter merupakan persoalan bagi  seluruh daerah di Indonesia, atau merupakan masalah nasional.

Pengaruh globalisasi, internet dan media sosial menyebabkan munculnya kekhawatiran orangtua atau orang dewasa terhadap perubahan karakter anak-anak Indonesia. Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan, karena sudah banyak anak yang menjadi korban narkoba, pornografi, seks bebas, LGBT, kebebasan berekspresi tanpa saringan, dan lainnya. Padahal orangtua menghendaki anaknya berperilaku baik atau berakhlak baik, disiplin, jujur, rajin, sopan, kerja keras, tertib, dan lainnya.

Dengan kondisi demikian, maka inisiatif RRI merupakan hal positif. Anggota Dewan Pengawas RRI Bpk Hasto yang hadir juga mengapresiasi kegiatan RRI Bukittinggi dan kegiatan ini akan dijadikan model untuk RRI di seluruh Indonesia.

Ketika menyampaikan bahasan tentang PAUD, saya menyebutkan bahwa pembentukan karakter telah dimulai ketika seseorang mencari pasangan hidupnya. Ajaran Islam memberikan arahan bahwa untuk mencari pasangan hidup yang sebaiknya diutamakan adalah yang memiliki karakter positif dan pemahaman agamanya baik. Sehingga kelak anaknya pun akan dididik dengan baik pula.

Rasulullah Saw bersabda yang artinya, “Seorang wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah karena agamanya, niscaya kamu beruntung.” (HR. Bukhari-Muslim). Selain itu, sebagian ulama fikih juga mengarahkan umat untuk mencari pasangan hidup bukan dari kerabat dekat, karena nanti akan menimbulkan berbagai kelemahan. Atau munculnya keturunan yang tidak unggul.

Jadi, sebelum munculnya sebuah keluarga, Islam telah mengarahkan umatnya untuk mempersiapkan karakter positif dan kualitas unggul bagi laki-laki dan perempuan. Kemudian setelah menikah dan kemudian hamil, sang ibu diajarkan memberikan karakter positif bagi anak yang dikandungnya. Misalnya membaca Alquran, berbicara dengan anak di kandungan, sehingga sebelum lahir ke dunia sang anak telah mendapat pembentukan karakter dari ibunya.

Anak yang lahir ke dunia memiliki fitrah yang condong kepada kebaikan, dan peran orangtua sangat penting dalam membentuk karakter anak. Rasulullah Saw bersabda yang artinya, “Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orangtuanyalah yang membuatnya menjadi seorang Yahudi, seorang Nasrani, maupun seorang Majusi”.

Orangtua yang merupakan lingkungan terdekat anak maupun lingkungan luar seperti sekolah anak, tempat bermain anak, atau lingkungan sekitar rumah anak, bisa membentuk karakter anak jauh dari fitrahnya. Maka orangtua harus cepat sadar akan pentingnya membentuk karakter anak sesuai fitrah.

Tujuh tahun pertama merupakan masa keemasan bagi orangtua untuk membentuk karakter anaknya. Jika anak telah lewat tujuh tahun, maka semakin sulit membentuk karakternya. Dan perkembangan otak seseorang 90 persen ada di 5 tahun pertama hidupnya. Di sinilah peran penting PAUD yang diselenggarakan oleh berbagai lembaga dan juga para orangtua maupun orang dewasa.

Kita sebagai orang dewasa, perlu memberikan contoh yang baik kepada anak. Seperti berbicara yang baik, berperilaku yang baik, sehingga bisa dijadikan contoh oleh anak. Agar anak mau membaca Alquran, maka orangtua harus lebih dahulu membaca Alquran. Jika ingin anak rajin salat, maka orangtuanya harus rajin salat pula. Ibu yang memakai jilbab, maka anak perempuannya pun akan meniru ibunya.

Anak yang kecilnya sudah diajarkan berperilaku baik maka ketika besar ia akan menjadi baik. Sebaliknya, anak yang tidak diajarkan berperilaku baik maka ketika besar ia akan berperilaku buruk seperti, gemar berbohong, gemar menipu, ringan berkata kasar dan kotor, mudah marah. Orang dewasa yang perilakunya buruk akan sulit mengubah perilakunya itu, karena sudah menjadi kebiasaan yang sulit dihilangkan.

Teori Tabularasa John Locke menyatakan bahwa anak yang lahir ke dunia ibarat kertas kosong putih bersih. Maka orangtua, teman, guru maupun lingkungannya lah yang akan memberi warna atau coretan di kertas putih itu. Orangtua tentu saja ingin kertas tersebut berisi catatan yang baik atau coretan yang indah dipandang.

Oleh karena itu, peran serta dan kepedulian RRI Bukittinggi terhadap PAUD perlu diapresiasi. Dan juga lembaga-lembaga lain yang memiliki kepedulian terhadap PAUD perlu diapresiasi oleh seluruh lapisan masyarakat. Karena berperan penting membentuk karakter anak.

Di samping itu, jika selama ini PAUD lebih identik dengan kaum ibu, maka sesungguhnya peran para ayah juga tak kalah penting terhadap PAUD. Karena walau bagaimanapun anak perlu kepedulian dari ayah dan ibunya, bukan hanya ibunya saja. Keikusertaan ayah dalam PAUD justru akan semakin membentuk karakter anaknya lebih baik lagi.

Jika ayah dan ibu punya kepedulian yang sama akan PAUD maka insya Allah anak akan memiliki masa depan yang lebih cerah. Dan selain itu peran para guru PAUD pun tak kalah pentingnya untuk membentuk karakter anak yang berkualitas. Semoga kita bisa menjadi orangtua yang baik bagi anak sehingga anak pun memiliki karakter unggul dan membahagiakan hati orangtuanya. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 12 September 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>