«

»

Pemprov Normalisasi Sungai Pascabanjir Solok

13 September 2018

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatra Barat segera melakukan normalisasi Sungai Batang Lembang setelah banjir bandang yang menerjang dua nagari di Kabupaten Solok pada pekan lalu.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebutkan, upaya normalisasi sungai dilakukan agar musibah banjir tak lagi terulang.

Kami dari pemprov dan pemkab tidak mungkin diam. Tadi dipesankan Pak Wali (Wali Nagari Muaro Paneh) normalisasi, ini akan kita tindak lanjuti segera, ujar Irwan, Selasa (11/9).

Pemprov Sumbar juga akan segera menggelar rapat terkait rencana normalisasi dan pengerukan Sungai Batang Lembang bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Dinas Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar, dan Pemerintah Kabupaten Solok.

Wali Nagari Muaro Paneh Ferry Effendi menceritakan, banjir bandang yang terjadi pekan lalu merupakan yang terparah sejak kejadian serupa pada 1982 silam. Ia mengisahkan, saat banjir pekan lalu terjadi, aliran Sungai Batang Lembang tiba- tiba saja meluap dan membanjiri lahan pertanian dan permukiman warga.

Masyarakat setempat yang tak siap menghadapi banjir terpaksa meninggalkan barang-barang elektronik dan sebagian besar alat rumah tangga di dalam rumah.Ferry menduga, banjir diperparah oleh pendangkalan dasar Sungai Batang Lembang.

Kami sangat mengharapkan normalisasi ini bisa dilakukan,katanya.

Asisten Koordinator Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten II) Sekretariat Daerah Kabu paten Solok, Aliber Mulyadi, memaparkan, banjir disebabkan luapan Batang Lembang dan Batang Halim, hingga melanda empat dari lima nagari yang ada di Kecamatan Bukik Sundi.

Selain berdampak terhadap 1.830 warga Nagari Muaro Paneh dan 1.739 warga Nagari Kinari, banjir juga menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur yang tersebar di Nagari Parambahan, Nagari Kinari, dan Nagari Dilam.

Ia menyebutkan, di Nagari Parambahan banjir menyebabkan jalan di Jorong Balai longsor. Sedangkan di Nagari Kinari, banjir menyebabkan terban di tebing sungai sepanjang 750 m dan menumpuknya sedimen dalam aliran sungai sepanjang 2 kilo meter. Banjir juga membuat terban tembok penahan saluran sepanjang 15 meter di Bandar Halim dan jebolnya saluran irigasi sepanjang 75 meter di Bandar Lelo. Sementara di Nagari Dilam, banjir menyebabkan jebolnya empat unit bendungan dan 600 meter saluran irigasi.(sapto andika candra, ed: angga ndrawan)

Koran Republika, 13 September 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>