«

»

Geopark Ranah Minang

7 Mai 2019

Pada 24 April 2019 saya menghadiri acara Sosialisasi Perpres No. 9 Tahun 2019 tentang Pengembangan Taman Bumi (Geopark) yang dibawakan oleh Deputi Kemaritiman Sekretariat Kabinet dan tim yang datang ke Padang.

Sosialisasi Perpres ini mendapat sambutan positif dari yang hadir, baik para kepala daerah maupun pemangku kepentingan terkait. Terutama bagi mereka yang wilayahnya terdapat geopark tersebut. Salah satunya adalah Bupati Sijunjung yang terlihat antusias.

Ini dibuktikan dengan kegiatan pembukaan Pusat Informasi Geopark Nasional Silokek di Simpang Tugu, Muaro Sijunjung pada 25 April 2019 oleh kami selaku Gubernur bersama Bupati Sijunjung. Sebelumnya, di hari yang sama saya menghadiri upacara peringatan ulang tahun Satpol PP, Linmas dan Pemadam Kebakaran, yang juga berlokasi di Sijunjung.

Geopark atau geological park adalah kawasan yang memenuhi unsur-unsur geologi. Unesco meluncurkan program geopark untuk memberdayakan komunitas lokal dan bekerja sama mempromosikan fitur geologi baik berupa pendidikan maupun pariwisata. Sehingga masyarakat bisa menjaga kawasan tersebut sambil mendapat manfaat ekonomi dari pengembangan sektor pariwisata di daerah tersebut. Sedikitnya sudah ada empat geopark di Indonesia yang diakui Unesco yaitu Geopark Batur, Geopark Gunung Sewu, Geopark Rinjani, dan Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu.

Posisi Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempengan tektonik menjadikan Indonesia memiliki keragaman geologi. Dan dari keragaman geologi tersebut memiliki nilai warisan geologi yang terkait dengan keanekaragaman hayati dan keragaman budaya. Sehingga bisa dikembangkan sebagai konsep taman bumi (geopark) dalam rangka pengembangan destinasi pariwisata.

Namun demikian, tidak semua wilayah di Indonesia memiliki geopark. Untuk itu, momentum ini memang harus segera dimaksimalkan oleh seluruh pemangku kepentingan di Sumbar. Karena jika melihat indeks wisata muslim global 2019, kini posisi Indonesia ada di urutan pertama dari 130 negara. Dan untuk indeks wisata muslim nasional, Sumbar masuk ke dalam top 10. Kementerian Pariwisata juga telah mengumumkan lima destinasi wisata yang memenuhi indeks wisata halal Indonesia, di mana Sumbar masuk di dalamnya.

Berdasarkan Perpres, pengembangan geopark dilakukan melalui tiga pilar yaitu konservasi, edukasi, dan pembangunan perekonomian masyarakat secara berkelanjutan. Untuk pilar ketiga yaitu pembangunan perekonomian masyarakat, dilakukan melalui pengembangan sektor pariwisata.

Dalam pasal 4 ayat (3) disebutkan bahwa pengembangan geopark utamanya dilakukan melalui pengembangan destinasi pariwisata. Sementara dalam pasal 5 disebutkan tahapan pengembangan geopark yaitu a. penetapan warisan geologi, b. perencanaan geopark, c. penetapan status geopark, dan d. pengelolaan geopark. Keempat poin a,b,c,d ini diuraikan lebih detil pada pasal-pasal berikutnya.

Dalam pasal 10 tingkatan geopark disebutkan, yaitu Geopark Nasional dan Unesco Global Geopark. Sementara dalam pasal 9 dijelaskan kawasan yang bisa menjadi geopark, yaitu yang memenuhi kriteria: a. telah ditetapkan sebagai warisan geologi, b. memiliki warisan geologi yang terkait dengan keragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan keragaman budaya, c. memiliki pengelola geopark, dan d. memiliki rencana induk geopark.

Perpres yang cukup rinci tentang pengembangan geopark ini merupakan panduan bagi pemerintah kota/kabupaten, provinsi, dan pusat untuk merencanakan dan menyiapkan sebuah wilayah menjadi geopark. Ada syarat-syarat yang mesti dipenuhi agar geopark bisa terwujud.

Sumbar sejauh ini sudah memiliki tiga geopark yang terdaftar secara nasional, dan masih ada beberapa lagi yang sedang diproses untuk mendapatkan status Geopark Nasional. Ketiga geopark tersebut adalah Geopark Sawahlunto, Geopark Ngarai Sianok-Maninjau, dan Geopark Silokek. Kemudian calon lainnya berlokasi di Lembah Harau, Danau Singkarak, Danau Kembar, Goa Batu Kapal di Solok Selatan, dan Pasaman Barat.

Jika semua harapan bisa diwujudkan yaitu menjadi Geopark Nasional dan kemudian naik menjadi Geopark Internasional maka geopark yang ada di Sumbar akan menjadi “Ranah Minang Unesco Global Geopark”. Insya Allah akan menjadi geopark terbanyak dan terbesar di dunia. Kementerian Pariwisata menyebut Geopark Ranah Minang sebagai profil destinasi yang sangat menarik dengan varian yang sangat banyak dan komplit serta didukung oleh budaya yang bagus.

Keberadaan geopark di Sumbar bukan tidak mungkin akan seperti geopark di luar negeri. Di sana geopark jauh lebih diminati wisatawan karena mereka ingin menikmati suasana alam yang masih asli dibanding destinasi lain. Sementara geopark lain di dalam negeri juga banyak diminati wisatawan seperti Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu sehingga ekonomi masyarakat sekitar juga meningkat. Jika seluruh geopark yang ada di Sumbar sudah bisa berfungsi sebagai destinasi pariwisata, maka akan semakin menambah pilihan wisatawan untuk mengunjungi destinasi pariwisata. Dan tentunya ini insya Allah akan mengangkat kesejahteraan masyarakat dan juga berdampak positif kepada pemerintah daerah. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 7 Mei 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>