«

»

Innovative Government Award (IGA)

25 Oktober 2019

Pada 7 Oktober 2019 di Jakarta, Sumbar menerima anugerah penghargaan Innovative Government Award dari Kementerian Dalam Negeri. Yaitu provinsi terbaik yang paling inovatif. Penghargaan ini untuk Sumbar sudah pernah diterima sebelumnya. Bahkan secara berseloroh Mendagri menyebut yang menerima penghargaan ini sebagai 4L yaitu “Lu Lagi Lu Lagi”. Termasuk Sumbar di dalamnya.

Penghargaan ini bisa disebut sebagai salah satu penghargaan yang prestisius. Karena melalui proses yang cukup panjang untuk bisa sampai ke tahap penganugerahan. Seleksi peserta pun dilakukan untuk mencari yang terbaik. Inovasi yang diikutkan tersebut juga harus bisa dibuktikan berujung kepada pelayanan terbaik, efisiensi, keefektifan, pencapaian target kinerja, dan kesejahteraan masyarakat.

Inovasi dalam kehidupan kita saat ini merupakan suatu kebutuhan. Tak terkecuali bagi pemerintah daerah. Dengan inovasi, kegiatan atau pelayanan pemerintah akan efisien dan efektif, tepat sasaran, mudah, cepat, sederhana, murah, aman, nyaman. Kehadiran pemerintah sebagai pelayan publik pun juga bisa dirasakan oleh masyarakat.

Inovasi, tak hanya melalui pendekatan teknologi informasi saja. Tetapi juga bisa berupa penemuan yang menyebabkan suatu pekerjaan menjadi praktis dan mudah.

Inovasi merupakan konsekuensi dari adanya perubahan yang begitu cepat. Pemerintahan negara-negara maju umumnya menyadari bahwa inovasi dan perubahan cepat berjalan seiring. Maka tak heran jika pelayanan publiknya pun memberikan kepuasan kepada masyarakat. Ini artinya pemerintah yang baik, perlu terus berinovasi mengimbangi perubahan yang cepat. Sehingga bisa memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat.

Sebaliknya, pemerintahan yang tak berinovasi dan tak mengikuti perubahan zaman yang cepat, ia akan mengecewakan rakyatnya. Karena memilih untuk stagnan dan tidak memberikan pelayanan terbaik. Sebagai contoh, masih ada pemerintah daerah yang cenderung mengikuti gaya pemerintahan lama. Yaitu ingin dilayani, dan bukan melayani. Di masa lalu ketika masyarakat berurusan dengan pemerintah seperti itu, mereka merasakan kesusahan, kerumitan, waktu yang lama, kompleks dan lainnya. Dan akhirnya kadang harus mengeluarkan sejumlah uang.

Budaya demikian sudah seharusnya diubah di era reformasi saat ini. Karena memang sudah harus dibuang jauh agar kemajuan dan kesejahteraan bisa diraih. Di era reformasi ini, inovasi menjadi suatu keharusan dan kebutuhan dalam pelayanan publik baik kepada masyarakat maupun kepada lingkungan internal pemerintahan. Karena perubahan terus berjalan dan kita harus mengikutinya.

Ada beberapa contoh inovasi yang bisa dijadikan sebagai contoh. Yang pertama adalah Surek (tata kelola naskah elektronik). Adanya surek bisa mensiasati kesibukan pimpinan dan keberadaan pimpinan. Dengan surek, pimpinan di manapun dan kapanpun bisa menyetujui perjalanan dinas bawahannya, atau keperluan lainnya. Pimpinan tidak harus melihat fisik surat atau hadir di kantor.

Yang kedua, BKK (Bursa Kerja Khusus) Online. Adanya BKK Online bisa mempermudah lulusan SMK mencari informasi lowongan pekerjaan, mengurangi penipuan dan pemerasan tenaga kerja, dan bisa mendata lulusan SMK yang sudah dan belum bekerja.

Ketiga, Basaba (Bapak Sayang Bayi). Basaba dihadirkan dalam rangka mengurangi kematian bayi berat lahir rendah dengan meningkatkan peran bapak dalam perawatan bayi baru lahir tersebut.

Keempat, Nagari Virtual Account (NVA). Kehadiran NVA adalah untuk mempermudah pengklasifikasian jenis pendapatan daerah dan bisa menyajikan laporan pendapatan secara realtime berdasarkan jenis pendapatannya.

Kelima, Nagari Mandiri Pangan. Inovasi ini bermanfaat mengurangi tingkat kerawanan pangan dan gizi masyarakat di nagari/kelurahan. Sekaligus memberdayakan masyarakat yang tinggal di nagari/kelurahan yang rawan pangan untuk memanfaatkan seoptimal mungkin sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai kemandirian pangan.

Keenam, Toko Tani Indonesia Center. Adanya toko ini bisa menstabilkan harga dan pasokan bahan pangan. Selain itu juga bisa meningkatkan pendapatan petani. Serta memudahkan masyarakat mengakses bahan pangan.

Pada tahun ini tercatat ada 93 inovasi pelayanan publik, 41 inovasi tata kelola pemerintahan, dan 34 inovasi lainnya yang ada di lingkungan Pemprov Sumbar. Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada seluruh jajaran OPD dan instansi terkait yang telah memunculkan berbagai inovasi yang banyak manfaatnya bagi masyarakat.

Kami juga mohon dukungan segenap lapisan masyarakat agar ke depannya kami bisa terus berinovasi dalam rangka memberikan pelayanan terbaik. Semoga inovasi yang telah dimunculkan ini membawa kebaikan bagi kita bersama. Sehingga kita bisa sejahtera bersama. Amin. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Padang Ekspres 25 Oktober 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>