«

»

Kepedulian Orang Minangkabau

16 Oktober 2019

Profil Irwan PrayitnoSetiap etnik selalu memiliki kekhasan dan juga karakter yang berbeda dengan etnik lainnya. Etnik yang hidup di Indonesia di antaranya adalah etnik Madura, Betawi, Jawa, Sunda, Melayu, Batak, Bugis, Minangkabau, Banjar, Bali, Ambon, Papua, dan lainnya.

Para ahli yang meneliti tentang Indonesia mengungkapkan tentang adanya budaya patron-klien yang ada di beberapa etnik dalam kehidupan sosialnya. Secara sederhana, patron bermakna pihak yang memiliki kekuasaan, dan klien pihak yang diperintah. Patron adalah atasan, dan klien adalah bawahan.

Namun, etnik Minangkabau bukan termasuk yang sistem sosialnya berbudaya patron-klien. Lebih menonjol budaya egaliter berdasarkan beberapa hasil survei. Sehingga seringkali kritik terus dilancarkan terhadap siapa saja tanpa melihat apakah ia memiliki kuasa atau rakyat jelata. Tidak terlihat sikap ewuh pakewuh ketika berkomentar atau mengkritik sehingga orang yang lebih tua pun berani untuk dikritik.

Hasil dari budaya egaliter itu adalah adanya keterbukaan dalam memandang suatu masalah dan kemudian menjadi semacam bekal untuk beberapa profesi yang sering digeluti oleh etnik Minangkabau seperti guru, ulama, politisi, diplomat, intelektual, pengacara, pedagang, dan lainnya.

Budaya egaliter yang menjadikan orang bebas mengkritik, berkomentar, berbicara, juga mendorong orang untuk bergerak membangun empati, kepedulian, solidaritas antarsesama.

Hal ini ditunjukkan dengan adanya kejadian di Wamena, di mana dari peristiwa tersebut mengakibatkan kematian warga di sana. Di antara mereka yang meninggal tersebut ternyata ada warga yang asal kampungnya dari Sumatera Barat.

Berita ini kemudian menyebar, dan cukup ramai di media sosial. Di media sosial orang Minangkabau ramai berkomentar menunjukkan kepeduliannya kepada warga Wamena asal Sumbar, baik yang menjadi korban maupun yang masih hidup dan mengungsi. Padahal korban yang jatuh di Wamena tidak hanya warga asal Sumbar, etnik lain pun ada juga dan mereka turut mendapat perhatian pula dari saudaranya. Tetapi keriuhan di media sosial nampak sangat tinggi sekali diperankan oleh orang Minang. Keriuhan tersebut tidak hanya komentar terhadap peristiwa Wamena, juga berupa kepedulian.

Sementara di dunia nyata, ternyata keramaian ini tidak kalah hebohnya. Sumbangan dari orang Minang di berbagai tempat di belahan dunia dalam waktu singkat bisa mengumpulkan sumbangan yang cukup besar. Selain itu dalam penggalangan dana yang diinisiasi Pemprov Sumbar untuk Wamena yang bertempat di Hotel Balairung lantai 3, dihadiri banyak orang dan kelompok dari berbagai latar belakang yang antusias untuk menyumbang. Ruangan yang biasanya tidak penuh jika ada acara orang Minang, tiba-tiba banyak dipenuhi oleh tamu yang datang. Undangan yang dikirim pun baru kemarin sore, tidak disangka malamnya sudah penuh dengan para tamu.

Mereka yang datang pun beragam, dari pedagang kaki lima, pedagang pasar, pengusaha, birokrat, dan lainnya. Serta dari orang biasa hingga orang kaya. Juga dari berbagai daerah. Angka sumbangan pun bervariasi, dari Rp 50.000 hingga Rp 1 miliar. Semangat mereka yang datang sungguh luar biasa.

Kepedulian orang Minang terhadap saudaranya di Wamena yang bahkan tidak dikenalnya sama sekali merupakan sebuah hal positif yang patut diapresiasi. Bagi kami, kepedulian yang ditunjukkan waktu itu sesungguhnya tak ternilai. Berapapun besarnya sumbangan dari mereka yang datang, sangat kami hargai. Karena memang sesungguhnya kita hidup harus saling membantu. Tidak bisa hidup sendiri. Kita juga tidak tahu, boleh jadi suatu saat kita yang tertimpa musibah. Sehingga kepedulian atau dukungan dari orang lain adalah suatu hal yang kita butuhkan dalam hidup.

Kepedulian orang Minang terhadap orang Minang lainnya dalam wujud lain yang sudah ada selama ini adalah kepedulian perantau kepada kampung halamannya. Di hari baik mereka pulang ke kampung untuk menengok kampung, bersilaturahmi, dan juga berbagi, serta peduli. Ada yang mengajak anggota keluarganya ke perantauan untuk dicarikan pekerjaan. Para perantau ini tidak hanya membantu keluarganya, tetapi juga membantu pembangunan di wilayahnya berupa masjid, jalan, jembatan. air bersih, sekolah, pasar dan lainnya.

Kami atas nama Pemprov Sumbar mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh orang Minang yang ada di berbagai wilayah yang telah menyumbangkan hartanya serta menunjukkan kepeduliannya untuk warga Wamena asal Sumbar.

Hingga tulisan ini dibuat, jumlah dana yang masuk adalah Rp 5,96 miliar. Yang sudah disalurkan sebesar Rp 2 miliar. Penggunaan dana tersebut di antaranya adalah: memfasilitasi mereka yang ingin pulang kampung karena tidak siap menghadapi kondisi yang ada di Wamena, uang saku untuk mereka yang masih bertahan, biaya ketika pertama kali mereka mengungsi keluar Wamena, dan juga bantuan untuk mereka yang memilih tetap tinggal di Papua (masih pendataan) yang juga diberikan santunan. Untuk yang terakhir disebutkan, dana yang diberikan bisa digunakan untuk modal usaha atau membeli barang-barang yang sudah terbakar atau hilang, atau memperbaiki rumah.

Kami juga memastikan bahwa dana yang sudah diterima akan sangat bermanfaat digunakan oleh saudara-saudara kita yang tinggal di Wamena. Selain itu, kami juga mengucapkan terima kasih dan yakin bahwa Pemprov Papua akan membantu masyarakat Wamena memulihkan kehidupannya termasuk membangun kembali rumah dan toko yang terbakar atau rusak, di mana di dalamnya ada warga yang berasal dari Sumbar.

Kami juga turut mengucakan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah menggerakkan BUMN guna membantu para pengungsi Wamena. Dan juga kepada TNI/Polri yang sudah membantu dan mengupayakan situasi dan kondisi aman agar stabilitas bisa kembali seperti semula.

Semoga Allah Swt membalas semua kebaikan dan kepedulian yang sudah dilakukan untuk membantu saudara kita di Wamena dengan balasan berlipat ganda. Amin.

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang 16 Oktober 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>