«

»

Bangga Kirana

16 Januari 2020

Judul di atas adalah singkatan dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana. Sebuah brand baru BKKBN yang disampaikan oleh Sestama BKKBN Pusat Nofrizal ketika serah terima jabatan Kepala BKKBN Sumbar yang baru. Acara bertempat di Auditorium Gubernuran pada 13 Januari 2020.

Kepala BKKBN Sumbar sebelumnya Syahrudin yang bertugas selama 3 tahun, kini pindah ke Sulawesi Tenggara. Kepala BKKBN Sumbar yang baru adalah Etna Estelita yang sebelumnya bertugas di Bangka Belitung. Saya mendoakan semoga Bpk Syahruddin semakin sukses di tempat baru dan terima kasih atas sumbangsihnya selama menjabat kepala BKKBN Sumbar. Dan kepada Kepala BKKBN Sumbar yang baru, Ibu Etna Estelita saya ucapkan selamat datang di Padang, Sumbar, dan selamat bertugas.

Bangga Kirana adalah sebuah brand baru yang mencerminkan “core business” dari BKKBN. Selama ini BKKBN identik dengan “Keluarga Berencana” dan “dua anak cukup” yang diperlihatkan dengan logo lembaga. Dan tugasnya banyak beririsan dengan masalah pendidikan, kesehatan, kependudukan, serta pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang merupakan tugas pokok beberapa kementerian.

Dengan brand baru tersebut, maka BKKBN semakin fokus dengan tugas yang diembannya yaitu pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana. Ketika Bangga Kirana dibicarakan, maka cakupannya jauh lebih menyeluruh dibandingkan membicarakan “dua anak cukup” maupun “Keluarga Berencana”.

Dalam Bangga Kirana, selain membicarakan jumlah anak atau kuantitas, juga membicarakan kualitas anak, kualitas orang tua, kemandirian keluarga, kesejahteraan keluarga, ketahanan keluarga, keluarga samara (sakinah mawaddah warahmah), dan juga keluarga berencana yang merencanakan jumlah anak sekaligus kualitas anak.

Pembangunan keluarga demikian akan berkontribusi positif terhadap bonus demografi. Karena bisa dilihat bahwa selama ini belum ada instansi atau lembaga setingkat kementerian yang fokus menangani pembangunan keluarga. Kehadiran BKKBN yang mengurusi pembangunan keluarga menjadi penting peranannya. Karena akan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat terkait pembangunan keluarga.

Program pembangunan keluarga sebenarnya sudah dijalankan oleh BKKBN. Namun lebih terfokus kepada KB dan jumlah anak. Beberapa program dari BKKBN yang terkait pembangunan keluarga, di antaranya adalah Genre atau Generasi Berencana. Yaitu mengajak anak muda menjauhi narkoba dan seks bebas, sekaligus merencanakan kapan akan berkeluarga, dan persiapan berkeluarga. Sehingga anak muda memiliki perencanaan untuk berkeluarga dan membangun keluarga dengan kualitas yang baik.

Program ini penting jika melihat banyaknya anak muda yang berkeluarga tapi tidak memiliki perencanaan atau persiapan yang matang. Mereka tidak memiliki pengetahuan maupun ilmu tentang bagaimana mempersiapkan dan menjalankan keluarga. Sebagian mereka yang pernah duduk di bangku kuliah dengan berbagai disiplin ilmu seperti ekonomi, teknik, sosial, tidak pernah mendapatkan kuliah tentang keluarga.

Maka ketika mereka secara resmi menjadi suami istri dan menjalani bahtera rumah tangga, tidak banyak pengetahuan maupun ilmu yang dimiliki tentang keluarga. Mereka menjalani kehidupan keluarga dengan naluri, uji coba, atau mencontoh orang tuanya yang mungkin belum tentu benar sepenuhnya.

Hal ini menyebabkan terjadinya kesalahan dalam mendidik anak dan menjalankan keluarga. Karena tidak tahu cara mendidik anak malah akhirnya bisa saja anak dimanja sehingga justru berdampak negatif pada diri anak itu sendiri. Dan bisa mempengaruhi tumbuh kembangnya maupun mentalnya di kemudian hari.

Dengan peran BKKBN untuk pembangunan keluarga, diharapkan keluarga Indonesia semakin berkualitas dan berkontribusi positif terhadap pembangunan. Salah satu program yang akan dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan didukung oleh BKKBN adalah sertifikat nikah. Yaitu sebuah tanda bahwa seseorang telah mengikuti semacam kursus atau kegiatan persiapan atau pranikah dalam beberapa waktu lamanya. Di mana di kegiatan itu diberikan pengetahuan dan juga ilmu tentang persiapan berkeluarga dan menjalankan keluarga.

Selama ini yang sudah berjalan adalah pasangan yang mau menikah diberikan semacam bekal di KUA sesuai dengan konsep Islam dalam membangun keluarga samara. Namun belum menyeluruh. Dengan brand baru BKKBN yaitu Bangga Kirana maka pasangan yang akan menikah bisa dibantu mendapatkan semacam kursus singkat yang berisi pengetahuan dan ilmu dalam berkeluarga.

Kepada pasangan yang baru menikahpun BKKBN bisa masuk untuk memberikan pengetahuan dan ilmu untuk membangun keluarga yang berkualitas. Baik orang tua berkualitas maupun anak yang berkualitas.

Terkait Bangga Kirana ini, saya mengapresiasi Rumah Keluargaku yang diluncurkan pada 31 Desember 2019 di Kel. Surau Gadang, Kec. Nanggalo Kota Padang. Ini baru satu-satunya di Indonesia di mana di dalamnya disiapkan konselor dan mereka yang memiliki pengetahuan dan ilmu tentang keluarga. Rumah ini menerima konsultasi dari mereka yang belum menikah, ingin menikah, membangun keluarga, memiliki masalah keluarga, dan berbagai pertanyaan lainnya seputar keluarga.

Semoga dengan brand baru dari BKKBN yaitu Bangga Kirana mampu memberikan kontribusi positif kepada pembangunan keluarga Indonesia. Jika keluarga sudah kuat, maka bangsapun menjadi semakin kuat. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Harian Padang Ekpsres 16 Januari 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>