«

»

Zona Hijau

24 Juli 2020

Saat ini, zona hijau merupakan sebuah kondisi yang penting bagi suatu daerah atau masyarakat. Karena jika sebuah daerah masuk kategori zona hijau, itu artinya daerah tersebut selama satu bulan tidak ada penambahan pasien positif covid baru. Selain itu daerah tersebut selama satu bulan terakhir tidak ada kematian, dan tingkat kesembuhan pasien covid mencapai 100 persen. Hal ini akan berpengaruh positif bagi jalannya aktivitas pemerintahan, ekonomi, masyarakat dan lainnya.

Ada 11 daerah yang pernah masuk kategori zona hijau di Sumbar, yaitu Tanah Datar, Padang Panjang, Bukittinggi, Agam, Solok, Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Sawahlunto, Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Payakumbuh.

Setelah masuk kategori zona hijau, kemudian muncul kasus positif covid baru di Tanah Datar, Padang Panjang, Bukittinggi, Agam, dan Solok. Sehingga masuk ke zona kuning. Kemudian menyusul penambahan kasus positif covid baru di Lima Puluh Kota, dan selanjutnya juga dialami Payakumbuh. Sehingga zona hijau di Sumbar tinggal 4. Kemudian pada 20 Juli 2020 bertambah kasus positif covid baru di Kota Pariaman. Sehingga zona hijau menjadi tinggal 3 daerah.

Zona hijau adalah syarat bagi sebuah daerah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Namun tetap mematuhi protokol kesehatan. Kota Pariaman yang sebelumnya zona hijau dan melakukan pembelajaran tatap muka, maka sejak muncul kasus positif covid baru sehingga masuk ke zona kuning, melaksanakan pembelajaran tatap maya (daring, online).

Sementara itu, beberapa kota/kabupaten yang berkemungkinan masuk kembali menjadi zona hijau, akan diperbolehkan kembali melakukan pembelajaran tatap muka jika sudah berada di zona hijau.

Mempertahankan zona hijau cukup sulit, karena masyarakat di era adaptasi kebiasaan baru (new normal) sudah bisa bepergian, baik orang yang keluar Sumbar, melintasi kabupaten/kota di Sumbar maupun orang luar yang datang ke Sumbar. Hal ini meningkatkan peluang penularan covid menjadi lebih tinggi.  Apalagi jika ada yang datang berasal dari zona merah.

Dan saat ini pun pariwisata sudah kembali berjalan, sehingga peluang adanya penularan menjadi lebih tinggi. Di samping itu, perilaku masyarakat yang masih belum disiplin terhadap protokol kesehatan juga ikut memudahkan terjadinya penularan.

Berubahnya zona hijau menjadi zona kuning, disebabkan bertambahnya pasien positif covid baru. Dan saat ini kasus-kasus baru positif covid kebanyakan berasal dari pendatang yang masuk Sumbar. Melihat hal ini kami selaku pemerintah senantiasa berupaya mengendalikan Covid-19. Bagaimana kami mengendalikan Covid-19 di Sumbar, acuannya adalah senantiasa memperhatikan nilai dari testing rate, tracking rate, positivity rate, incident rate, mortality rate, recovery rate, dan R effective (Rt). Dengan mengacu kepada standar dari WHO dan aturan Kemenkes, maka kami berupaya agar angka-angka indikator maupun persentase berada di rentang yang mengindikasikan bisa dikendalikan.

Maka, jika ada kasus positif covid baru langsung kami tracking agar dalam waktu dua minggu mata rantai penularan bisa terputus. Selain itu, pertambahan jumlah kasus positif baru covid kami imbangi dengan kecepatan testing dan tracking yang bisa mendahului pertambahan kasus baru. Karena jika pertambahan kasus baru lebih banyak dan lebih cepat dari testing dan tracking, itu artinya tidak bisa dikendalikan. Alhamdulillah, kami bersama seluruh segenap pemangku kepentingan dan pihak terkait secara bersama-sama bisa mengendalikan Covid-19 di Sumbar.

Dengan sulitnya mempertahankan suatu daerah berada di zona hijau, maka kami tetap berupaya mempertahankan pengendalian Covid-19. Sehingga hasilnya, kita di Sumbar masih bisa tetap produktif dengan pekerjaan dan usaha yang kita tekuni.  Selain itu juga tetap aman dari covid.

Oleh karena itu kita semua perlu mematuhi protokol kesehatan, dengan mampu berdisiplin dalam melaksanakannya. Semakin kita patuh dan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan, dan juga pemerintah mampu mengendalikan Covid-19, maka kondisi di Sumbar insya Allah akan semakin baik.

Hal ini merupakan janji Allah Swt yang difirmankan di dalam Alquran surat Ar-Ra’d ayat 11 bahwa suatu kaum yang mau mengubah kondisi dirinyalah yang akan diberikan pertolongan atau diubah nasibnya oleh Allah Swt.

Mari kita semua patuhi protokol kesehatan agar daerah kita bisa masuk ke zona hijau. Jika daerah kita sudah berada di zona hijau, maka insya Allah anak-anak kita bisa belajar tatap muka, dengan tetap mematuhi dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Dan bagi orang tua, bisa beraktivitas mencari nafkah dengan lebih tenang. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Harian Padang Ekspres 24 Juli 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>