«

»

Hutan Bakau

13 Agustus 2020

Pada 3 Agustus 2020, saya bersama Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto, Forkopimda Sumbar, Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rasio Ridho Sani, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar Suwirpen Suib, Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa, melakukan penanaman bakau (mangrove) di Kel. Teluk Kabung Selatan, Kec. Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Kegiatan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Penanaman bakau juga dilakukan di tingkat yang lebih luas lagi, yaitu dunia. Kegiatan penanaman yang kami lakukan dalam rangka memperingati Hari Mangrove Internasional yang jatuh pada 26 Juli.

Bakau atau Mangrove adalah sebuah tanaman yang temasuk sangat diperhatikan di Indonesia dan dunia saat ini. Hal ini dibuktikan dengan adanya penanaman bersama serentak di seluruh Indonesia dan juga di tingkat dunia. Berbeda halnya dengan tanaman lain seperti mangga, durian, maupun lainnya, yang tidak menjadi perhatian utama berbagai pihak. Dan juga tidak ada peringatan hari buah tersebut setiap tahun

Mangrove adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat. Di antaranya, mencegah gelombang, mencegah angin, mencegah gelombang tsunami secara alami, mencegah abrasi, dan memperkuat struktur tanah sehingga sebuah daratan tidak cepat terkikis air hingga perlahan hilang. Ketika tsunami melanda Aceh pada 2004, Simeulue adalah daerah dengan jumlah korban paling sedikit, karena terlindungi oleh ekosistem mangrove yang kokoh sehingga mampu meredam energi gelombang tsunami.

Demikian juga ketika terjadi tsunami di sekitar Teluk Palu, kawasan Kabonga Besar, Donggala. Ini adalah daerah dengan jumlah korban yang paling sedikit dibanding daerah lain. Hal ini terjadi karena masyarakat sekitar selama bertahun-tahun memelihara mangrove dengan formasi membentengi pantai.

Hutan mangrove biasanya memiliki atau didominasi  tumbuhan berkayu. Hutan mangrove memiliki fungsi mempercepat penguraian limbah organik yang terbawa hingga ke pantai. Selain itu juga bisa mempercepat penguraian bahan kimia yang mencemari laut. Mangrove yang tumbuh di suatu tempat, akan melindungi daerah sekitarnya. Hutan mangrove juga berfungsi sebagai penahan angin kencang.

Keberadaan hutan mangrove bisa mempermudah nelayan mendapatkan ikan dan kepiting. Mangrove juga penyerap karbondioksida paling tinggi sekaligus penghasil oksigen. Selain itu, keberadaan hutan mangrove bisa mengubah air laut menjadi air tawar yang dibutuhkan oleh masyarakat sekitar.  Dari hutan mangrove juga bisa didapat bahan pembuat sirop, pewarna batik, dan sayur-sayuran.

Mangrove sebenarnya tanaman yang sudah banyak tumbuh di berbagai tempat di pinggiran pantai. Namun seiring perkembangan zaman, ada oknum atau pihak-pihak tertentu yang menebangi mangrove untuk kepentingan pribadi maupun alasan lain seperti ekonomi.  Sehingga keberadaan mangrove lambat laun menjadi punah. Dan ini berdampak kepada lingkungan atau ekosistem.

Upaya merusak mangrove seperti menebangnya bisa terancam pidana. Hal ini tertuang dalam UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Kemudian UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Pada saat ini, hutan mangrove sudah banyak yang berfungsi sebagai destinasi wisata atau ekowisata. Di atas mangrove dibuat jembatan kayu untuk perlintasan orang, sehingga bisa menjelajahi hutan mangrove tersebut. Hal ini turut berdampak positif kepada masyarakat sekitar, terutama dampak ekonomi.

Para tokoh masyarakat yang hadir di acara penanaman mangrove juga memberikan respon positifnya kepada kami. Mereka senang terhadap upaya menanam mangrove di wilayah mereka. Mereka juga menyatakan sudah memiliki rencana ke depan terkait keberadaan mangrove di wilayah mereka.

Wilayah Indonesia memiliki ekosistem mangrove terluas di dunia yaitu sekira 3 juta hektar. Sudah ada sebagian yang mengalami kerusakan.  Sementara itu, di sepanjang pantai pesisir barat Sumbar tidak semuanya bisa hidup mangrove dengan baik. Maka, sudah ada yang mengalami abrasi. Namun di beberapa tempat, mangrove bisa hidup tumbuh dengan baik. Bahkan di daerah yang potensial untuk ditanami, tempat tersebut akan semakin bisa terlindungi dari ancaman abrasi jika mangrove tumbuh di situ.

Oleh karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat yang hidup di tepi pantai untuk menanam mangrove agar tempatnya ikut terlindungi. Dan bagi yang di tempatnya sudah tumbuh mangrove agar dipelihara  dengan baik.

Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran akan pentingnya mangrove bagi kehidupan kita. “Alam takambang jadi guru” merupakan ungkapan yang tepat bagi kita untuk mencintai alam dan ikut merawatnya. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Harian Singgalang 13 Agustus 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>