«

»

Merdeka dari Covid-19

21 Agustus 2020

Pada 17 Agustus 2020 bertempat di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, saya menjadi Instruktur Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-75. Pada upacara kali ini, menerapkan proktokol kesehatan. Di antaranya adalah menggunakan masker. Karena saat ini masih suasana pandemi Covid-19.

Alhamdulillah, kita yang hidup saat ini berada di masa kemerdekaan atau mengisi kemerdekaan. Sebagian kita tidak mengalami masa penjajahan. Jika kita melihat berbagai foto maupun video yang ada di internet tentang masa penjajajahan, terasa sangat memilukan.

Hidup di masa penjajahan sangat menderita. Dan untuk mencapai kemerdekaan, caranya adalah dengan melawan penjajah.  Mereka yang hidup di masa penjajahan telah mengorbankan harta dan nyawanya dalam melawan penjajah agar bisa hidup merdeka. Bagi para pejuang, moto mereka adalah “Merdeka atau mati”.

Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa, kemerdekaan bisa diraih. Penjajahan yang identik dengan tekanan, ketidaknyamanan, tidak bebas berekspresi, berubah ketika kemerdekaan tercapai. Orang tidak lagi merasa tertekan, tidak nyaman, tidak bebas berekspresi.

Maka sudah selayaknya, kita yang hidup sekarang mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang bermanfaat, mampu mengekspresikan gagasan dan ide-ide cemerlang, yang tentunya memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan bangsa.

Dan saat ini, di masa mengisi kemerdekaan, ternyata kita harus menghadapi pandemi Covid-19. Seperti halnya penjajahan yang membuat hidup tertekan, merasakan ketidaknyamanan, demikian  pula pandemi yang kita alami saat ini. Hidup tidak lagi senyaman sebelum ada pandemi. Keluar rumah harus menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

Namun sebagai manusia merdeka, kita tidak boleh terkekang, tertekan, dibuat tidak nyaman oleh Covid-19. Kita harus tetap menjalani hidup dengan produktif. Karena jika kita diam atau tidak produktif, maka kita akan kalah dan berdampak buruk kepada diri kita serta keluarga kita dan juga orang lain. Apalagi jika kita hanya meratapi nasib dan menyalahkan pandemi yang saat ini terjadi.

Seperti halnya para pejuang yang melakukan perlawanan terhadap penjajah agar lepas dari keterkekangan, maka saat ini semangat tersebut bisa kita ambil sebagai motivasi melawan Covid-19. Kita harus tetap produktif, tidak malas, melakukan hal yang positif, yang bermanfaat untuk kehidupan kita dan keluarga kita serta juga berdampak kepada orang lain.

Jika kita hanya diam, tidak produktif, tidak melakukan hal positif, maka kita kalah. Untuk itu kita harus melawan Covid-19, kita harus merdeka dari  Covid-19. Caranya, dengan mematuhi protokol kesehatan. Yaitu memakai masker ketika keluar, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, menjaga kesehatan dan kebersihan.

Insya Allah, dengan mematuhi protokol kesehatan, kita bisa terus produktif, kita bisa banyak berbuat hal positif, kita bisa berbuat lebih banyak untuk diri dan keluarga kita, juga orang lain. Dan insya Allah, kita terselamatkan dari bahaya Covid-19. Sehingga kita merdeka dari Covid-19.

Sebaliknya, jika kita tidak patuh kepada protokol kesehatan sehingga tidak memakai masker ketika keluar rumah, tidak rajin mencuci tangan, tidak menjaga jarak, tidak menjaga kesehatan dan kebersihan, Covid-19 akan mudah menjajah dan merusak diri kita.

Hidup di masa normal pasti beda dengan hidup di masa normal baru (new normal). Maka dengan semangat ingin selalu merdeka, kita harus melakukan hal-hal yang tidak dilakukan di masa normal. Seorang pengusaha atau pedagang, harus mengatasi usaha atau dagangannya dengan cara-cara baru, dan jangan menyerah sehingga bisa tetap terus bertahan. Karena bersama kesulitan, ada kemudahan.

Demikian pula bagi pelajar, yang cara belajarnya beda dengan masa normal. Mereka perlu memikirkan bagaimana cara menghadapi kejenuhan dan hal yang membuat tidak nyaman ketika belajar daring. Jangan menyerah, tetapi justru pantang mundur dalam menuntut ilmu dengan mencoba hal-hal baru.

Semoga dengan memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-75 kita termotivasi untuk terus berjuang, bersungguh-sungguh, berproduktivitas, tanpa takut dengan Covid-19. Menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak, adalah upaya kita untuk merdeka dari Covid-19. Jika kita tidak memakai masker ketika keluar rumah, tidak rajin mencuci tangan, tidak menjaga jarak, tidak menjaga kesehatan dan kebersihan maka kita akan kalah dalam menghadapi Covid-19.

Kita kalah berarti kita tidak merdeka, sehingga kita tidak bisa produktif, tidak bisa berbuat banyak untuk diri dan keluarga bahkan orang lain. Padahal kita hidup di zaman mengisi kemerdekaan, bukan zaman penjajahan. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Harian Padang Ekspres 21 Agustus 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>