«

»

Bonus untuk Sang Juara

10 Desember 2020

Beberapa waktu lalu, kami menyerahkan bonus kepada para juara prestasi nasional. Pertama kepada para juara olahraga di kejuaraan nasional antar PPLP, Pomnas, Pospenas, Fornas, Peparpelnas dan Popnas 2019 (30/11). Kedua, kepada para juara di MTQ Nasional ke-28 (2/12). Semua juara ini telah mengharumkan nama Sumbar. Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi prestasi yang sudah mereka peroleh sehingga turut mengharumkan dan membanggakan Sumbar di tingkat nasional.

Bonus merupakan salah satu upaya untuk memberikan motivasi selain bentuk apresiasi kepada mereka yang juara dan mengharumkan nama Sumbar. Pemberian bonus merupakan suatu kelaziman di dalam berbagai kompetisi. Dengan pemberian bonus, para juara dimotivasi agar bisa mempertahankan prestasinya, dan bahkan bisa meningkat lagi. Sedangkan bagi yang belum meraih juara, dengan adanya bonus yang diberikan kepada sang juara bisa memotivasi mereka untuk meningkatkan prestasinya sehingga bisa menjadi juara di ajang berikutnya.

Mereka yang juara layak diapresiasi dengan pemberian bonus, karena latihan yang mereka lakukan menuntut konsentrasi, fokus, kerja keras, tenaga, waktu, pikiran, kesungguhan, dan semangat yang luar biasa. Bahkan uang mereka pun keluar demi untuk berlatih sungguh-sungguh.

Dengan bonus, para juara menerima apresiasi atas prestasi mereka. Selain itu, bonus diberikan karena membawa nama daerah yang diwakili dan turut membanggakan masyarakat. Pemberian bonus kepada para juara dengan nilai yang cukup tinggi, bagi kami di pemprov dan juga DPRD Provinsi tidak ada keberatan sama sekali. Karena bonus ini merupakan suatu bentuk apresiasi dan motivasi kepada para juara yang telah berlatih keras hingga mendapatkan juara.

Bagi mereka yang telah mencapai juara, umumnya pribadi mereka merasakan kepuasan setelah berlatih keras sekian lama. Mereka yang ikut berkompetisi, mewujudkan aktualisasi diri mereka di bidang yang ditekuni. Sehingga capaian juara di satu sisi merupakan sebuah kepuasan yang tidak ternilai. Sementara di sisi lain pemberian bonus adalah bentuk apresiasi karena telah menjadi juara.

Bonus adalah satu bagian dari reward. Di dalam ajaran agama, reward bisa juga disebut sebagai pahala. Yaitu ganjaran dari melakukan perbuatan baik yang diajarkan agama. Maka, seperti halnya pahala, reward diberikan berupa bonus merupakan bentuk apresiasi terhadap kebaikan yang dilakukan seseorang. Kebaikan yang dimaksud adalah seperti mengharumkan nama daerah atau mendapatkan posisi juara dari sebuah kompetisi.

Ada reward, ada punishment. Ada pahala, ada dosa. Ini artinya, seseorang jangan sampai melakukan perbuatan buruk, karena akan mendapatkan punishment. Atau dalam ajaran agama, perbuatan buruk akan mendapatkan dosa. Dan perbuatan baik akan mendapatkan pahala.

Mereka yang juara, telah melewati sebuah proses yang panjang. Dalam ajaran agama disebut sunatullah. Yaitu, siapa yang serius, semangat, kerja keras, rajin berlatih, akan bisa mencapai posisi juara. Siapa yang tidak serius, malas berlatih, tidak semangat, tidak bisa mencapai posisi juara. Adanya bonus, turut berperan mendorong atau menyemangati seseorang untuk mencapai juara.

Reward bagi sang juara selain bonus adalah piala atau medali emas, perak, perunggu yang didapat oleh seseorang dalam sebuah kompetisi. Ini merupakan reward berupa barang, bukan berupa uang. Selain itu ada juga dalam bentuk penghargaan seperti plakat atau piagam penghargaan.

Dalam pemerintahan pun reward juga diberikan bagi mereka yang berprestasi. Contohnya, belum lama ini kami hadir dalam acara pemberian reward yang bertajuk keterbukaan informasi publik. Reward atau penghargaan diberikan kepada badan-badan publik dan individu yang memenuhi kriteria terkait keterbukaan informasi publik.

Contoh lainnya, di acara yang diselenggarakan BI perwakilan Sumbar belum lama ini, kami turut hadir menyaksikan pemberian penghargaan kepada daerah-daerah di Sumbar yang berhasil mengelola inflasi. Ini juga merupakan bentuk reward. Selain itu pemerintah pusat juga kerap memberikan reward kepada pemprov berupa piagam penghargaan atau tambahan dana insentif. Karena dinilai berhasil memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan, serta berkompetisi dengan provinsi lain.

Dalam keluarga pun, orang tua sering memberi reward kepada anaknya. Baik dalam urusan akademik (juara di kelas), urusan ibadah (salat lima waktu, puasa sebulan penuh) dan lainnya. Maka reward yang diberikan kepada para juara merupakan sebuah keniscayaan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi.

Semoga pemberian bonus bagi para juara yang mengharumkan nama Sumbar di tingkat nasional bisa terus dilanjutkan secara rutin. Sehingga bisa memotivasi lahirnya para juara baru serta mengapresiasi mereka yang menjadi juara. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Harian Padang Ekspres 10 Desember 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>