«

Bermarga Sembiring Irwan Prayitno Jadi Keluarga Besar Muslim Karo

18 Desember 2023

PADANG – Rektor Universitas Adzkia, Prof.Dr.H. Irwan Paryitno, PSi, MSc dikukuhkan sebagai bagian dari keluarga besar muslim Karo.

Mantan Gubernur Sumbar dua periode itu pun sah menyandang marga Sembiring. Sementara, sang isti, Hj. Nevi Zuairina menyandang marga Boru Sitepu.

Pengukuhan Irwan Prayitno dilaksanakan dalam sebuah acara sederhana di Gedung Rektorat Universitas Adzkia, Senin (18/12).

Irwan Prayitno yang dikenal dengan panggilan IP dikukuhkan oleh Keluarga Besar Muslim Karo (KAMKA) Indonesia wilayah Sumatera Barat.

Acara pengukuhan itu sendiri dihadiri pula oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Syaifullah.

Ketua KAMKA Sumbar, Jimmi Syah Putra Ginting menyebutkan, keinginan untuk menjadikan Irwan Prayitno sebagai bagian dari keluarga besar Muslim Karo sudah terbesit sejak lima tahun lalu.

Ketika IP masih menjadi Gubernur Sumbar. Namun, karena berbagai hal, pemberian marga baru bisa dilaksanakan saat ini.

“Karena Pak Irwan Prayitno sudah bermarga Sembiring, maka ia merupakan bagian dari keluarga besar muslim Karo,” ujar Jimmi.

Pemberian marga berdasarkan adat Karo menurut Jimmi berbeda dengan pemberian gelar di Minangkabau.

Kebetulan, Irwan Prayitno sendiri bergelar datuk dan menjadi penghulu di kaumnya suku Tanjung, Kuranji, Padang. Pemberian gelar datuk mesti memakai adat malewakan.

Sementara, pemberian marga menurut Jimmi lebih sebagai penerimaan kekeluargaan.
Pemberian marga bisa karena berbagai hal.

Misalnya, karena pernikahan. Kemudian, penerimaan terhadap sosok yang datang ke tanah Karo dan diterima sebagai bagian dari keluarga Karo.

Bisa juga karena jasa baik sosok tersebut.
Irwan Prayitno menurut Jimmi bukanlah sosok asing bagi masyarakat muslim Karo di Sumatera Barat.

Bersebab itulah, IP sudah direncanakan diberi marga sejak lima tahun lalu. Dengan marga Sembiring yang disandangnya, maka Irwan Prayitno terhubung sebagai keluarga dengan masyarakat muslim Karo yang ada di tanah Karo.

“Kalau Pak Irwan Prayitno ke Karo, itu sama halnya pulang ke keluarga sendiri,” ujar Jimmi.

Karo adalah salah satu suku utama yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Suku Karo ini juga terbagi atas marga-marga, di antaranya Sembiring yang kini disandang Irwan Prayitno.

Karo sendiri menjadi nama salah satu kabupaten di Sumut. Namun, sebaran suku Karo itu sangatlah luas, tidak hanya di Kabupaten Karo. Kota Binjai, Langkat termasuk kampung asal orang Karo. 

Bahkan, Kota Medan yang menjadi ibukota Sumut saja didirikan oleh orang Karo.

Di Sumbar sendiri, masyarakat muslim Karo menurut Jimmi terbilang banyak.

Rata-rata, orang Karo yang merantau ke Sumbar karena pekerjaan.

Irwan Prayitno mengaku berterimah kasih dan bersyukur atas penganugerahan marga Sembiring kepada dirinya.

“Terima kasih telah dijadikan saudara. Tak ada doa menolak persaudaraan. Kalau menyambung silaturrahim, umurnya panjang, rezkinya diperbanyak.” ujar Irwan Prayitno.

Sebagai sesama muslim, Irwan Prayitno mengaku masyarakat muslim Karo sudah menjadi saudaranya juga.

Dengan dipersaudarakan dirinya oleh masyarakat muslim Karo, maka kekeluargaan itu semakin kuat lagi.

Irwan Prayitno berharap, persaudaraan ini semakin kokoh dan terus dipelihara.

“Persaudaraan itu mendatangkan nikmat yang luar biasa. Mempersaudarakan itu baik, kita harus memeliharanya,” ujar Irwan Prayitno.

Pengukuhan marga Sembiring kepada Irwan Prayitno ditandai dengan pemasangan kain beka buluh yang dilakukan oleh Penasehat KAMKA Sumbar, Jambur Sitepu.

Istri Irwan Prayitno, Hj. Nevi Zuairina diberikan marga Boru Sitepu. Pengukuhan ini dihadiri juga oleh petinggi Universitas Adzkia, juga pembina dan pengurus Yayasan Adzkia Sumatera Barat, seperti Syukri Arief dan Muhardanus. (zal)

Singgalang, 18 /12/2023

Foto: Singgalang

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>