«

Pemimpin Harus Punya Bakat, Kompetensi dan Kemampuan

29 Mai 2021

Mimbar Demokrasi Kebangsaan, Eks Gubernur Sumbar:

Jakarta (29/05) — Mantan Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Irwan Prayitno menjadi salah satu pembicara dalam acara Mimbar Demokrasi Kebangsaan yang diselenggarakan secara virtual oleh Fraksi PKS DPR RI dengan tema ‘Kepemimpinan, Inovasi dan Pembangunan Berkelanjutan Untuk Mewujudkan SDM Unggul Indonesia,” pada Jumat (28/5/2021).

Mengawali pemaparannya, Irwan menyampaikan bahwa untuk menciptakan SDM unggul seperti yang diharapkan terdapat keterkaitan dengan pemimpin. Pemimpin memiliki peran dalam menciptakan SDM.

“Kalau pemimpin tidak bagus, hasilnya pun tidak bagus. Pemimpin baik hasilnya baik. Jadi kalau pemimpin punya visi untuk SDM, baik segi pendidikan, kesehatan, ekonomi, budaya, sosial dan agama, itu pasti ada dampak dan pengaruh terhadap kebijakan dan kenyataan,” ujar Irwan.

Irwan menegaskan bahwa pemimpin memiliki dampak yang begitu luas kepada yang dipimpinnya, oleh karena itu diperlukan pemimpin yang dapat menjaga amanah.

“Jadi kalau kita meletakkan amanah atau kepemimpinan kepada orang yang tidak ahlinya maka tunggulah kehancuran. Jadi kalau Covid sebagai satu contoh tidak diurus akan tidak terkendali, tapi yang serius dan sungguh dia akan terkendali,” pungkas Irwan.

Irwan menyatakan bahwa terdapat dilema dalam menentukan pemimpin melalui Pilkada, dimana tidak terdapat korelasi dengan kompetensi pemimpin.

“Karena pilkada itu siapa yang punya uang, pilkada itu siapa yang populer, pilkada itu siapa yang disukai masyarakat, tidak berkorelasi dengan kompetensi. Jadi tidak mampu untuk menggerakkan, mengarahkan, menggalakkan, memotivasi, mempengaruhi kepada sesuatu yang dituju karena yang dituju pun dia tidak punya gambaran visi dan misi kedepan, nah itu yang dihasilkan oleh pilkada” Tegas Irwan.

Anggota DPR RI (1999 – 2010) ini menyatakan bahwa persyaratan untuk menjadi seorang pemimpin yang memiliki kecerdasan dan kepedulian, diperlukan 4T yaitu Tokoh, Takah, Tageh dan Taat.

“Tokoh itu cerdas, Tageh ini punya kepribadian yang bagus, Takah ini performancenya yaitu kinerja dan tampilannya, dan Taat agamanya. 4 hal ini sudah menjadi syarat pemimpin orang minang, jadi siapapun yang akan maju tidak memiliki keempat aspek ini tidak akan dipilih,” Ujar Irwan.

Menurut Irwan, Definisi kepemimpinan harus memiliki bakat dan dapat dikembangkan. Hal ini merupakan faktor keturunan dan lingkungan.

“Pandangan saya selain punya bakat dan tentu dikembangkan, jadi ada faktor keturunan dan faktor lingkungan, tidak bisa hanya faktor lingkungan saja atau bakat saja tidak bisa.” Tegas Irwan.

Irwan mengatakan bahwa SDM yang unggul adalah suatu nilai gabungan dari kompetisi yang menjadi kompetensi. Hal ini merupakan peran pemimpin untuk mewujudkan pembangunan, pendidikan dan kesehatan yang merata kepada semua masyarakat.

“SDM yang unggul adalah bergabungnya suatu potensi menjadi suatu kompetensi. hal ini perlu dari lingkungan yang memberikan fasilitas dan juga memberikan peluang supaya menjadi unggul. Orang desa secara bakat memiliki keunggulan, dia mungkin cerdas tapi karena dia gak sekolah gak ada fasilitas. Nah ini merupakan peran pemimpin untuk mewujudkan pembangunan yang merata, pendidikan yang merata, kesehatan yang merata sehingga semua masyarakat mendapatkan perlakuan dari kebijakan kita,” Ungkap Irwan.

Menutup paparannya, Irwan mengajak untuk bersungguh sungguh dalam mewujudkan SDM yang unggul. Dengan sungguh-sungguh, maka semua yang diinginkan akan dapat tercapai.

“Mari kita bersungguh-sungguh untuk kemudian kita bisa menjadikan diri, keluarga, orang dekat dan yang dibawah pimpinan kita menjadi SDM yang unggul. Maka bekerjalah dengan sungguh sungguh, dengan sungguh semua akan dicapai.” Tutup Irwan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>