Padang, Singgalang
Lembaga penyuluh pertanian Sumbar sudah tak ada sejak pemberlakuan organisasi perangkat daerah (OPD) awal tahun ini. Meski demikian, fungsi dan perannya masih sangat penting dalam mengembangkan produk pertanian.
“Saya salut dengan penyuluh pertanian di Sumbar. Terus melakoni tugas dengan mulia. Terus dan tanpa pamrih mendampingi sekaligus membina petani. Penyuluh menjadi garda terdepan pembangu nan pertanian,†kata Gubernur Irwan Prayitno, pada rapat koordinasi penyuluh pertanian provinsi dan kabupaten/kota di Padang, Senin (13/3).
Irwan menjelaskan, sejak lembaga penyuluh pertanian tak ada, peran dan fungsi para penyuluh ada di bawah naungan satgas dan melekat pada OPD terkait seperti penyuluh pertanian di Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan, penyuluh kehutanan di Dinas Kehutanan dan lainnya.
Mengingat para petani hingga saat ini masih membutuhkan berbagai informasi, dalam meningkatkan berbagai produktivitas pertanian, maka kehadiran penyuluh sangat diharapkan. Menjadi pionir pengembangan dunia pertanian.
“Diakui hingga saat ini masih banyak petani yang bekerja secara tradisional. Padahal begitu banyak ilmu yang dimiliki penyuluh termasuk perkembangan teknologi pertanian agar hasil pertanian meningkat. Di sinilah peran dan fungsi para penyuluh,†terang Irwan.
Gubernur menyebutkan, hilangnya instansi penyuluh di perangkat daerah 0rovinsi, bukan atas ke hendaknya, tetapi sudah diatur dalam regulasi pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah menyesuaikan.
Tapi, saat regulasi lama, pelaksanaan di daerah beragam-ragam pula. Ada yang membentuk lembaga khusus seperti Pemprov Sumbar dengan nama Badan Koordinasi Penyuluh Pertanian (Bakorluh) dan ada pula provinsi lain menyikapi berbeda.
“Di Sumbar saja, ada kabupaten/kota yang membentuk lembaga khusus penyuluh tapi ada pula yang tidak. Alasannya ketika itu, meski UU soal penyuluh ada, tapi PP-nya belum. Namun bagi kita saat ini, meski lembaga tak ada yang penting tugas dan fungsi tetap ada bahkan optimis bisa dilakoni dengan lebih baik,†kata Irwan.
Menurutnya, pada penyuluh bersama mitra kerja pertanian harus menyatukan visi dan misinya dalam meningkatkan produktivitas pertanian di daerah. Misalnya, Sumbar ditargetkan mencapai swasembada beras. Caranya dengan menyamakan persepsi agar tidak ada lahan kosong yang tak tergarap maksimal.
Irwan juga menyebutkan saat ini, dunia pertanian Sumbar masih terkendala SDM. Alasannya karena keterbatasan informasi tentang pertanian tapi mereka tidak boleh disalahkan dalam hal ini.
“Permasalahan di atas harus dipetakan penyuluh, kemudian merancang strategi pendekatan dan komunikasi pada petani kita,†sebut Irwan.
Salah satu cara penyuluh agar dapat melakukan pendekatan dan komunikasi dengan petani, penyuluh harus bekerja dengan sungguh-sungguh, tangguh, tidak kenal lelah bekerja siang-malam dan jangan gampang mengeluh.
Untuk instansi terkait, Irwan mengingatkan agar satu sama lainnya tidak ada ego sektoral. Mereka harus saling berkoordinasi, agar para petani dapat meningkatkan produktivitas pertaniannya.
“Instansi terkait harus punya perencanan yang tersusun dengan baik. Jangan sampai pe nyuluhnya sudah baik, namun karena perencanaan tidak baik dari masing-masing instansi. Akibatnya hasil yang ingin dicapai jadi tidak baik,†terang Irwan.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Sumbar, Chandra menyebutkan rakor dimaksudkan untuk menyamakan persepsi agar pembangunan pertanian berjalan seperti yang diharapkan. Apalagi penyuluh menjadi kunci dalam menyosialisasikan ilmu pertanian kepada petani.
“Membaur dengan petani dan melakukan pendekatan, hanya bisa dilakukan penyuluh berpengalaman. Bukan yang terpaku dalam kelas semata. Mari siapkan kader dengan berbagi pengalaman sedini mungkin,†ujarnya.
Menurut Chandra, rakor bertemakan “Kita ciptakan penyuluh tangguh dalam mendukung program upsus dan peningkatan komoditas strategis minus penyuluh peternakan, perikanan, dan kehutanan.â€
Penyuluh juga harus mempelajari tentang KUR pertanian dan menyosialisasikannya pada petani. Keberadaan KUR untuk mengembangkan pertanian petani, agar lebih baik dari sebelumnya.
Pada kesempatan itu juga dilakukan MoU dengan sejumlah instansi. Seperti BPBD Sumbar, BPJS Ketenagakerjaan, Bulog Divre Sumbar, BPTP Sumbar, Bank Nagari, BRI, Pupuk Iskandar Muda dan Pupuk Petrokimia Gresik. Kerja sama tersebut untuk mendukung peningkatan produksi komoditas strategis Sumbar.
Singgalang, 14 Maret 2016
