PADANG – Gubernur Irwan Prayitno tegaskan pemerintah tidak akan kalah dengan preman terkait pengelolaan parkir. Karena areal parkir adalah ruang publik yang harus dikelola pemerintah.
“Apa masalah kita lagi dengan pengelolaan parkir, parkir main pakuak, makanya kita yang kelola. Masa kita kalah dengan preman, kita tegas, tapi dilakukan dengan persuasif,†sebutnya terkait dengan pengembangan Pariwisata di Sumbar, kemarin.
Menurutnya, Pemprov Sumbar akan total dalam menangani pariwisata. Tidak hanya main pakuak, tapi hotel juga akan ditata kembali. Untuk itu, dirinya telah menyurati bupati/walikota untuk menata kembali hotel-hotel dalam peningkatan pelayanan pariwisata.
“Kita sudah susun rencana terpadu dalam peningkatan pariwisata di Sumbar, kita akan benahi semuanya,†ujarnya. Menurutnya, ke depan pemerintah harus tegas dengan persoalan-persoalan yang terjadi dalam dunia pariwisata di Sumbar. Pemprov akan membuat satuan petugas (Satgas) dalam menangani permasalahan tersebut.
Permasalahan itu diantaranya, harga makanan main pakuak, parkir main pakuak, restoran tidak punya daftar harga. Selain itu juga penataan destinasi wisata.
“Untuk main pakuak kita sudah komit, jika ada laporkan pada kita, langsung ditindak. Akan kita cabut izinnya, tentunya ada peringatan dulu,†sebutnya.
Menindaklanjuti rencana itu, Irwan langsung menggelar rapat dengan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit, Kamis (7/4) di Gubernuran Sumbar. Rapat itu dihadiri Kepala Dinas Perhubungan Amran, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Yosmeri, Asisten II Syafruddin, Kabiro Humas Irwan. Selain itu juga turut hadir para perwakilan dari berbagai maskapai penerbangan, PT. Angkasa Pura, PT. KAI, Polri, Imigrasi, Blue Bird taxi, taxi Ekspress, Himpunan hotel dan restoran Indonesia, Himpunan Pramuwisata Indonesia, pihak Rumah Makan Sederhana dan pihak perusahaan lainnya.
“Kita harus serius dalam menangani hal ini dan tegas dalam memberantas tindakan-tindakan yang merugikan para wisatawan dalam kunjungan wisatanya. Kalau ada oknum atau pihak pihak yang tidak mau mengikuti aturan dalam pengembangan pariwisata kita ini kalau perlu cabut izin usahanya,’’ tegasnya.
Selain itu Irwan berpesan kepada Kepala Dinas Pariwisata Burhasman untuk membuat list atau catatan apa saja kendala dan permasalahan dalam mengembangkan pariwisata ini.
Selain itu dilakukan pembinaan dan pelatihan terhadap para pihak yang terkait dalam mendukung kemajuan pariwisata. Seperti pelayan di hotel, pelayan restoran, supir taksi, guide travelling, dan seluruh pihak yang turut mendukung pariwisata Sumatera Barat.
Wakil Gubernur Nasrul Abit mengatakan, kedepan tidak ada lagi yang bekerja setengah-setengah dalam menangani pengembangan pariwisata. Saat ini pemprov membutuhkan informasi terkait apa saja sebenarnya yang dicari dan dibutuhkan oleh para wisatawan yang akan datang ke Sumbar.
“Ke depan kita akan penuhi kebutuhan wisatawan agar mereka nantinya merasa betah dan nyaman dalam berwisata ke Sumbar. Untuk itu kita sangat terbuka terhadap informasi dan masukan dari semua pihak terkait hal tersebut demi kemajuan pariwisata kita,’’ tambanya. (104)
Singgalang, 8 April 2016