«

»

Apel Gabungan Silaturahim Idul Fitri

28 Agustus 2012
Padang – Masih dalam kegiatan Idul Fitri 1433 H, Gubernur beserta jajaran mengelar “Apel Gabungan” seluruh SKPD di lingkungan Pemprov Sumatera Barat Selasa pagi (28/8).
Acara yang digelar di halaman Kantor Gubernur dalam kesempatan tersebut dihadiri Wakil Gubernur Muslim Kasim, Staf Ahli Gubernur, Asisten, Kepala SKPD dan pegawai di lingkungan Pemprov Sumbar. 
 
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan, perlu membangun sikap memaafkan dalam mendukung peningkatan kinerja PNS di lingkungan Pemprov Sumatera Barat. Karena kita tidak bisa mengerjakan sesuatu secara sendiri-sendiri untuk berhasil lebih baik, oleh karena membangun sikap kebersamaan dalam memaksimalkan kinerja tentu akan lebih mudah.
 
Kita juga melihat kesuksesan hasil kinerja sesorang amat ditentukan oleh pandainya berkomunikasi, berintegrasi, memahami sistem sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika tidak tentu semua akan menjadikan hasil kerja gagal dan tidak maksimal. Ibarat sebuah mobil, jika salah satu komponennya rusak, mobil tersebut akan mogok dan tidak bisa berjalan. 
Budaya memaafkan juga didasari oleh rasa kemanusiaan, memahami kekurangan teman, bisa menerima kondisi yang terjadi, dengan demikian kita akan tetap mampu membangunan keharmonisan dalam berkerja. Karena sesungguhnya yang membuat kita susah sendiri, adalah pada saat kita tidak bisa memberikan maaf pada seseorang, sehingga setiap waktu menjadi buah pikiran yang menyusahkan diri sendiri. Percayalah dengan budaya saling memaafkan kita akan mampu beraktifitas memberikan pengabdian yang terbaik bagi bangsa dan negara ini, ujarnya. 
 
Irwan Prayitno juga menyampaikan, lain lagi sikap kita dalam kelembagaan, di mana kita semua mesti taat aturan dan sistem, terutama dalam menerapkan disiplin pekerjaan, setiap kesalahan berkerja ada teguran, mulai dari lisan, tertulis hingga pemberian sangsi. Penerapan disiplin dan ketentuan kerja organisasi merupakan suatu sistem yang perlu kita sadari sebagai kewajiban dan tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diamanahkan. 
 
Nabi Muhammad juga menerapkan hukum terhadap tiga sahabatnya ketika mereka mangkir tidak ikut dalam perang Uhud, ketiga sabahat tersebut diberikan hukum dan mereka menjalankan hukum tersebut dengan kesadaran, kesemua itu bagaimana mereka menaati sistem untuk tetap konsisten dalam sebuah pekerjaan dan tanggung jawab. Oleh karena itu sistem aturan tetap jalan secara terukur, baik dan konsisten namun jangan disertakan dengan sikap tak peduli rasa kemanusian. Mari kita budayakan saling memaafkan dengan tetap taat sistem aturan untuk Sumatera Barat yang lebih baik, harapnya. [humasprov]