«

»

BPJT dukung rencana pembangunan jalan tol Sumbar

21 Juni 2012

Padang (ANTARA News) – Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) mendukung rencana pembangunan jalan tol di wilayah Provinsi Sumbar setelah mendengarkan pemaparan dari Gubernur Irwan Prayitno dalam pertemuan bersama manajemen PT. Jasa Marga.

“Pihak BPJT sudah memberikan dukungan terhadap perusahaan Jasa Marga sebagai pemakarsa untuk rencana pembangunan jalan tol Sumbar, tentunya harus sesuai aturan yang ada,” kata Direktur Pengembangan Bisnis PT. Jasa Marga Abdul Hadi kepada wartawan usai pertemuan di gubernuran, Rabu.

Menurut dia, dalam pelaksanaannya tentu tidak pula ingin menerobos aturan-aturan yang ada, tapi selalu berinovasi dan berkreasi agar investasinya dapat maksimal.

Pihaknya juga memberi apresiasi yang dilakukan gubernur Sumbar, begitu proaktif niatnya untuk mewujudkan pembangunan jalan tol di daerah.

Pemerintah Provinsi Sumbar untuk realisasi rencana pembangunan jalan tol dengan berbagai dukungan, mulai dari pengembangan turisme.

Selain itu, menghidupkan kawasan jalan tol dan Pelabuhan Teluk Bayur difokuskan menjadi satu arah tujuan sehingga investor-investor akan berdatangkan.

“Kita juga tanya kepada gubernur bagaimana komitmennya?, tapi akan ditindaklanjuti untuk finalisasi komitmen-komitmen itu, sehingga bukan sekedar asumsi,” ujarnya.

Jadi, setelah studi kelayakan (FS) terpenuhi dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) selesai akan segera diproses ke Kementerian Pekerjaan Umum.

“Proses finalisasi studi kelayakan dan Amdal jajaran pemerintah provinsi Sumbar memperkirakan selesai dalam jatuh tempo satu bulan,” ujarnya.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, pertemuan dengan manajemen PT. Jasa Marga berkaitan dengan rute antara Bypass – Sicincin rencana tahap I sepanjang sembilan kilometer.

Sebab, hasil kajian Pemprov Sumbar mengenai “Financial Internal Rate of Return” (FIRR) sebagai persyaratan membangun tol baru 11,5 persen, sementara yang dikehendaki PT. Jasa Marga untuk bisa untung di atas 13 persen.

“Makanya kita mencari beberapa alternatif agar daya tarik IRR 14 persen berkurang, seperti mengajak PT. Semen Padang ikut sebagai pemegang saham,” ujarnya.

Alternatif lain, kawasan-kawasan tentu di sekitar jalan tol akan dibuat kawasan industri, baik hilir mau pun hulu diajak ke kawasan itu, termasuk turism dikembangkan lagi, sehingga ada nilai tambah penerimaan jalan tol diluar pemasukan mobil pribadi.

Kemudian investasinya diminta secara bertahan supaya nilai rupiah berkurang, misalnya lebar jalan 3,5 dikurangi jadi 3,2 meter dan pengurangan pajaknya.

“Kita minta jajaran instansi terkait dalam waktu sebulan mempersiapkan finalisasi studi kelayakan dan Amdal jalan tol tersebut,” katanya.

Sebelumnya gubernur Sumbar mengatakan diperkirakan total anggaran rencana pembangunan jalan tol sampai perbatasan Provinsi Riau sekitar Rp10 triliun dengan panjang sekitar 167,24 km.

Sedangkan anggaran untuk pembebasan lahan diperkiran menghabiskan anggaran Rp400 miliar lebih dan sebesar Rp800 miliar kalau ditambah pembelian kawasan ekonomi.

Pembangunan konstruksi jalan tol tahap awal rute Bypass-Sicincin sekitar sembilan kilometer ditargetkan mulai Oktober 2012. (ANT)

Editor: B Kunto Wibisono

antaranews.com 21 Juni 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>