«

»

Jambore sebagai Ajang Tukar Pengalaman Para Petani

21 Juni 2012

KBRN, Padang : Sekitar 500 orang petani yang mengikuti Jambore Masyarakat Tangguh Bencana dan Perubahan Iklim dari 20 Nagari tingkat Kabupaten Padang Pariaman diharapkan untuk dapat mengaplikasikan segala ilmu yang didapat kepada masyarakat di lingkungannya.

Harapan tersebut disampaikan oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ketika menutup secara resmi kegiatan Jambore Masyarakat Tangguh bencana dan Perubahan Iklim di Balerong Datuak Tan Ameh Nagari Batu Kalang Kecamatan Padang Sago Kabupaten Padang Pariaman Rabu kemaren (20/6).

Irwan Prayitno menjelaskan, pemerintah daerah Sumatera Barat nantinya akan menindak lanjuti dari semua hasil rekomendasi selama Jambore tersebut dalam bentuk kebijakan atau program-program.

Untuk itu atas nama pemerintah daerah Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengucapkan terima kasih kepada NGO FIELD Indonesia yang telah menfasilitasi segala kegiatan dalam bentuk program Bumi Ceria tersebut. Menurut Irwan Prayitno, pemerintah daerah akan mencoba untuk melakukan kegiaatan yang sama pada daerah yang lainnya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Padang Pariaman Alimukni berharap, agar masyarakat tidak lagi tergantung dengan program-program yang laksanakan oleh beberapa NGO seperti FIELD Indonesia yang telah mendampingi masyarakat sejak tahun 2010 yang lalu. Dan pihaknya akan membantu segala yang dibutuhkan dan akan menganggarkan dalam APBD mendatang.

Sementara itu Direktur FIELD Indonesia Widyastama Cahyana mengatakan, program yang telah dilaksnakan tersebut sangat penting sekali untuk membangun kedaulatan pangan di masyarakat. Menurutnya, masyarakat tidak hanya menyiapkan diri untuk melawan kerawanan pangan, tetapi juga mengajak masyarakat peduli dengan pengembangan pertanian yang tidak merusak ekologinya.

Widyastama menjelaskan, pertaian di Indonesia banyak di rusak dengan menggunakan pestisida secara besar-besaran yang menyebabkan terjadinya kerusakan lahan, ekosistem alam dan penurunan kwalitas dan kwantitas hasil pertanian. Untuk itu diperlukan usaha bersama membangun kembalimetode pertanian yang baik, bersahabat dengan lingkungan dan menguntungkan petani. (Armen/WDA)

rri.co.id 21 Juni 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>