«

»

Ekonomi Sumbar Lampaui Nasional

9 November 2012

PADANG – Ekonomi Sumbar pada triwulan III tahun ini tumbuh 6,79 persen, secara nasional justru hanya 6,17 persen. Karena hanya temporer, pengamat minta pemerintah memperkokoh sektor jasa dan UKM, agar ‘prestasi’ itu, bisa berkesinambungan.
Trend posisitf kinerja ekonomi itu menurut peneliti ekonomi madya Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPW BI) Wilayah VIII. M. Setyawan Santoso, disebabkan banyak faktor. Pada triwulan III didorong peningkatan konsumsi rumah tangga yang cukup pesat. Angkanya mencapai 5,2 persen, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Konsumsi rumah tangga itu sebagian besarnya dipenuhi penghasilan masyarakat dan pencairan simpanan di perbankan. “Sebab, pada triwulan III tahun ini diwarnai puasa dan Idul Fitri, sehingga mendorong konsumsi masyarakat pada dua momen penting tersebut,” kata pria yang akrab disapa dengan M. San itu dalam perbincangannya dengan Singgalang di Padang, Kamis (8/11).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diterima Singgalang, ekonomi Sumbar pada triwulan III tahun ini tumbuh 6,79 persen. Pertumbuhan ekonomi secara nasional justru hanya mampu tumbuh sebesar 6,17 persen.
Pesatnya pertumbuhan konsumsi masyarakat pada periode ini, lanjut M. San ikut mendorong sektor-sektor ekonomi lainnya seperti pengangkutan dan komunikasi yang tumbuh sebesar 10,05 persen. Kemudian disusul sektor perdagangan hotel dan restoran tumbuh sebesar 9,67 persen.
Pertumbuhan yang cukup signifikan juga terjadi pada bangunan yang tumbuh 9,08 persen, sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan tumbuh 7,71 persen. Kemudian sektor ekonomi lainnya yang tumbuh adalah sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 7,18 persen, sektor listrik, air dan gas tumbuh 6,82 persen
Selain itu, sektor jasa-jasa tumbuh 5,66 persen dan sektor pertanian sebesar 2,80 persen. “Namun di sisi lain, kinerja ekspor Sumbar mengalami tekanan seiring dengan lesunya perekonomian Eropa, Amerika, China dan India sebagai negara tujuan ekspor Sumbar. Kemudian konsumsi pemerintah juga melambat, hanya 0,6 persen,” terang M. San.

Hanya temporer
Dihubungi secara terpisah, ekonom Universitas Negeri Padang (UNP), Syamsul Amar, menyebutkan, tingginya pertumbuhan ekonomi Sumbar pada triwulan III ini bukan pertumbuhan yang sehat. Ini hanya bersifat temporer, atau periodik saja.
“Yang sehat itu, pertumbuhan yang bersifat sustainable, atau berkelanjutan setiap triwulannya. Bukan temporer seperti yang terjadi saat ini. Jika hanya seperti ini, maka target pertumbuhan 6,50 persen pada tahun ini sulit akan tercapai,” terang Syamsul.
Untuk mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan itu, tambah Syamsul, pemerintah daerah harus menggerakkan sektor-sektor ekonomi seperti pertanian, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan sektor jasa-jasa.
Sementara itu, Kepala Biro Perekonomian Sumbar, Wardarusmen, optimis, target petumbuhan ekonomi 6,50 persen pada tahun ini akan tercapai. Hal itu melihat trend dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan perkembangan yang positif.
“Kita optimis bakal tercapai target itu,” ujarnya. (404)

Singgalang 9 November 2012