«

»

Gubernur Apresiasi Tanah Datar, Siswa SLTA Terbanyak yang Masuk Perguruan Tinggi

15 Juli 2013

Data kelulusan masuk perguruan tinggi tahun ini, bagi Pemprov menjadi indikator dalam kemajuan dunia pendidikan di Sumatera Barat.

Tanah Datar – Gubernur Irwan Prayitno dan rombongan Tim Safari Ramadhan Pemprov Sumatera Barat, melakukan kunjungan ke Masjid Nurul Aman Jorong Pialai Nagari Balimbing Kecamatan Rambatan Kabupaten Tanah Datar, Jum’at (12/7).
Ikut hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Tanah Datar, Shadiq Pasadigu, Kadis Pertanian Ir. Djoni, Kakanwil Kementrian Agama, Kadis PU, Kabiro Bina Sosial, Kabiro Humas Irwan S.Sos, MM. Anggota DPRD Sumbar Rinto Algamar, dan beberapa anggota DPRD Tanah Datar.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Irwan Prayitno,  memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kelulusan anak-anak asal SLTA yang masuk perguruan tinggi negeri yang hingga hari ini berjumlah 1.300 orang, di mana dulu Kabupaten Tanah Datar juga juara terbaik I dengan jumlah siswa terbanyak 1.000 orang tamatan SLTA asal Tanah Datar yang dapat masuk perguruan tinggi.

Namun untuk tahun ini kita tunggu laporan Walikota dan Bupati di Kota dan Kabupaten lain soal data kelulusan masuk perguruan tinggi tahun ini, di mana bagi Pemprov merupakan hal yang menjadi indikator dalam kemajuan dunia pendidikan di Sumatera Barat dan bukan berdasarkan UN, melainkan berdasarkan kelulusan siswa masuk perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia.

UN bagi kita tidak bisa jadi ukuran yang baik, di mana proses pembelajaran siswa tidak dapat dilihat dari hasil ujian nasional yang kadang belum terjamin tingkat keberhasilan nilai, di mana kita juga menemukan ada inkakasi jawaban soal-soal yang bocor, atau guru-guru ikut membantu kelulusan siswa, dan lain-lain, ujarnya.

Irwan Prayitno diminta tanggapannya terkait persoalan BLSM (Bantuan Langsung Santuan Masyarakat) untuk masyarakat miskin yang telah terjadi kesalahan dan kurang akuratnya data BLSM tersebut sehingga banyak masyarakat yang protes kepada pimpinan daerah, baik walinagari, camat, bupati/walikota hingga gubernur.

Kenyataan penyaluran BLSM yang  tidak tepat, kurangnya data KK miskin, ini merupakan kekurangan dan lemahnya BPS dalam pendataan belum sampai pada KK miskin dan ini semua telah kita sampaikan kepada yang bersangkutan dan ini jadi cacatan BPS. Mudah-mudahan di tahun-tahun mendatang BPS dalam pendataan juga melibatkan aparat pemerintah di daerah, serta berkoodinasi dengan baik dan data cocok dengan kondisi yang sebenarnya.

Saat ini sedang berlangsung pembangunan jembatan yang menghubungkan Kabupaten Tanah Datar dengan Kabupaten Solok, hingga saat ini sudah 65 persen,  mudah-mudahan segera mencapai 100 persen dan siap kita resmikan tahun ini juga. Dari cacatan Pemprov Sumatera Barat, infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Tanah Datar tergolong baik dan masih banyak kabupaten kita yang lain belum lagi sebaik Tanah Datar.

Tahun ini Pemprov Sumbar fokus pada pembangunan jalan lintas Solok Selatan, guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di kabupaten Solok Selatan. Namun dari penilaian Kementrian PU Republik Indonesia dalam beberapa pertemuan menyampaikan bahwa kondisi pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Sumatera Barat masih yang terbaik dibandingkan dengan provinsi lain. Tentunya ini perlu menjadi perhatian kita bersama bagaimana juga mampu menjaga hal ini sebaik mungkin untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Irwan juga menyampaikan persoalan model pesantren Ramadhan, yang selama ini sudah menjadi pemikiran Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Bagaimana memanfaatkan pengembangan pendidikan dalam bulan Ramadhan sebagai pendidikan keagamaan yang langsung praktik.

Pemerintah Provinsi telah melakukan beberapa kali rapat dan akan melakukan evaluasi tentang pelaksanaan pendidikan pesantren yang ideal sesuai dengan dinamika budaya dan nilai-nilai ABS-SBK. Sudah ada beberapa walikota dan bupati menyatakan model pesantren terbaik yang telah mereka lakukan, tinggal lagi kita menentukan standar dan mana yang lebih lengkap dan sempurna.  Pendidikan pesantren di bulan Ramadhan ini juga merupakan implementasi nilai-nillai filosofi Budaya ABS-SBK di Sumatera Barat, ujarnya

Pemerintah Provinsi kemarin telah melakukan evaluasi tentang pelaporan keuangan daerah, di mana dalam catatan kita saat ini ada lima kab/ko yang baru mendapat penilaian WTP yaitu Kabupaten Tanah Datar, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, Kota Solok dan Kota Padang.

Kita berharap pada tahun 2015 penilaian laporan keuangan Bupati/Walikota  se-Sumatera Barat minimal telah mencapai WTP 50 persen.

Irwan Prayitno juga mengingatkan perlunya menjaga belanja jangan berlebihan dalam bulan Ramadhan ini, agar dapat terwujud kestabilitasan harga, sehingga pemerintah tidak perlu melakukan upaya penstabilan harga pasar. Selain itu kita juga perlu menjaga keamanan dan ketentraman wilayah masing-masing secara bersama-sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>