Gubernur meminta kepada pihak Angkasa Pura II di BIM melakukan pengamanan maksimal dalam rangka memajukan Sumatera Barat.Padang – Manajemen Angkasa Pura II menggelar simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) Singgalang Sakti 2013 di Hanggar Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Ketaping, Kabupaten Padang Pariamaan (4/7).
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ikut menghadiri PKD Singgalang Sakti 2013, bersama Forum Pimpinan Daerah (Forkopinda) serta jajaran manajemen PT. Angkasa Pura.
Pelatihan PKD dengan judul “Singgalang Sakti”, dilaksanakan oleh unit kerja terkait, pada kondisi yang sesungguhnya melibatkan semua unsur keamanan, rumah sakit dan lainnya.
Direktur SDM Angkasa Pura Harry Cahyono menyampaikan, penanggulangan keadaan darurat merupakan suatu ketentuan yang harus dilakukan setiap bandara, maka latihan ini kewajiban setiap dua tahun sekali.
Latihan untuk memperkaya sumber daya manusia dalam menangani keadaan darurat ketika terjadi hal di luar dugaan atau bencana di bandara.
Menurut dia, dalam sistem PKD penting untuk mengukur waktu dan personil, maka perlu adanya pelatihan guna mempersiapkan diri bagi masyarakat bandara, agar tetap waspada dan senantiasa mawasdiri dalam kondisi darurat apapun.
Gubernur Irwan Prayitno dalam sambutannya menyampaikan latihan ini menumbuhkan dan mempersiapkan kemampuan SDM yang handal, baik dalam koordinasi dan kerja sama dalam mengamankan BIM dari bencana, teroris.
Upaya yang dilakukan tentu suatu yang sangat positif dan disambut gembira, supaya kesiapsiagaan di obyek vital tersebut tetap terjaga.
Irwan mengatakan, alhamdulillah setelah bencana gempa 2009, tsunami 2010 di Mentawai, awal kejadian demi kejadian itu menakutkan, namun saat ini sudah terjadi perkembangan positif usaha masyarakat.
Dampak positifnya, jelas terhadap pertumbuhan ekonomi  mencapai 7.00 persen, pertumbuhan penumpang pesawat terus naik setiap tahun rata-rata 30 – 40 persen.
Menurut dia, mobilitas penerbangan ke berbagai kota dan negara tetangga semakin tinggi, Air Asia sudah penuh ke BIM.
Gubernur meminta kepada pihak Angkasa Pura II di BIM melakukan pengamanan maksimal dalam rangka memajukan Sumatera Barat, karena Pemprov akan terus melakukan lobi dan pendekatan dengan berbagai pihak melakukan berbagai kegiatan di Sumbar.
Kegiatan pelatihan ini sebagai jaminan kesiapan BIM dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat, karena untungnya bagi Sumbar bagaimana orang bisa banyak datang ke daerah ini, dan keuntungan bagi Angkasa Pura tentunya untuk pemerintah juga.
Dalam kesempatan itu, manajemen Angkasa Pura bekerjasama dengan dompet Dhuafa menyalurkan bantuan berupa paket sebanyak 3.000 untuk masyarakat miskin di tiga kecamatan di Kabupaten Pariaman, terutama di sekitar BIM.