«

»

Nikmatnya Bulan Ramadhan

15 Juni 2016

Secara kasat mata, nikmatnya bulan Ramadhan sudah bisa dijelaskan sebelum datangnya, melalui iklan televisi. Minuman sirup yang berwarna-warni menggugah selera, sangat nikmat diminum ketika berbuka puasa. Apalagi jika dilakukan bersama keluarga dan orang-orang tercinta. Saat waktu berbuka adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh orang yang berpuasa. Dan menurut seorang praktisi branding, kontribusi penjualan sirup di bulan Ramadhan mencapai 90 persen dibanding bulan lainnya. Sebuah bentuk kenikmatan bagi produsen dan penjual sirup tentunya.

Apalagi yang bisa dilihat secara kasat mata tentang nikmatnya bulan Ramadhan secara umum? Salah satunya adalah acara buka puasa bersama. Selain menambah ikatan silaturahim, orang yang menyiapkan hidangan buka puasa untuk orang lain mendapat pahala.  Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa yang memberi makan orang berbuka puasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192, dari Zaid bin Kholid Al Juhani. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah)

Mengapa berbuka puasa itu penuh kenikmatan? Karena Rasululullah SAW sendiri yang mengatakannya. Rasulullah SAW bersabda, “Bagi orang yang berpuasa itu ada dua kebahagiaan, berbahagia pada saat dia berbuka, berbahagia dengan puasanya itu dan pada saat ia berjumpa Rabb-nya.” (Muttafaq Alaihi). Maka, sudah sepantasnya kita meyakini apa yang disampaikan Rasulullah SAW, baik yang bisa diterima oleh akal karena langsung bisa dirasakan maupun yang masih sulit dicerna oleh akal.

Masih banyak hal lain di bulan Ramadhan ini yang kita belum rasakan langsung dampak atau kenikmatannya tapi mesti diyakini terlebih dahulu. Karena yang mengatakannya adalah Allah SWT dan Rasulullah SAW. Namun karena kurang atau tidak bisa langsung dirasakan, memang bagi sebagian orang sulit untuk melaksanakannya. Misalnya saja tentang balasan dari Allah langsung terhadap amalan ibadah puasa selama bulan Ramadhan. Motivasi untuk meningkatkan amalan dan meningkatkan kualitas amalan perlu diperkuat sehingga bisa melebihi  motivasi untuk berbuka puasa ditemani makanan dan minuman enak.

Mengapa demikian? Karena dalam kehidupan, begitu banyak hal yang ingin kita raih. Seperti sukses dalam karir, sukses dalam membesarkan dan mendidik anak, sukses dalam ujian sekolah, sukses dalam berdagang, dan berbagai keinginan lainnya. Insya Allah, keinginan dan kesuksesan yang ingin kita capai itu bisa diraih dengan mencicipi kenikmatan membaca Al Quran, shalat malam, iktikaf, shalat Dhuha, dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan melebihi kenikmatan berbuka puasa. Karena di bulan Ramadhan ini Allah sudah permudah hambaNya untuk beramal. Bahkan kenikmatan terbesar yaitu dibebaskan dari neraka pun Allah sediakan di bulan Ramadhan ini. Semoga kita bisa meraihnya. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Singgalang, 15 Juni 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>