«

»

Menghidupkan Pantai

17 November 2016

Pada tanggal 5 November 2016 lalu saya menghadiri pembukaan Grasstrack Open Tournament yang diadakan di Pantai Padang. Hadir dalam kesempatan tersebut Bapak Raseno Arya selaku Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata RI, Wali Kota Padang dan Ketua Umum Klub Blaster.

Tema acara tersebut adalah, “Blaster Grasstrek Tournament Open Pesona Pantai Padang”. Dari temanya sudah terlihat bahwa Klub Blaster yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Kota Padang ingin mengundang peminat grasstrack dan juga wisatawan menikmati olahraga grasstrack dan pesona Pantai Padang.

Saya mengapresiasi ide ini, menggabungkan tontonan motor dan pemandangan pantai yang indah. Pantai menjadi hidup, wisatawan semakin banyak yang datang. Wisatawan tidak hanya mengambil spot foto selfie di beberapa tempat seperti Monumen Perdamaian dan Tugu IORA, tetapi juga menikmati tontonan aktual seperti Grasstrek ini.

Kegiatan Grasstrek ini ditonton banyak orang, terutama anak muda. Saya melihat anak-anak muda butuh tempat penyaluran hobi mereka. Mereka ingin mengaktualisasikan potensi mereka. Mereka butuh tempat untuk menyalurkan hobi mereka. Jika arena yang ada di Pantai Padang masih berupa sirkuit sementara, ke depannya saya berharap akan ada sirkuit permanen yang disediakan oleh Pemerintah Kota Padang.

Hobi balap motor anak muda seringkali menggunakan jalan raya yang merupakan sarana publik, sehingga mengganggu pemakai jalan lainnya dan juga membahayakan diri sendiri. Dengan adanya tempat balap motor, sudah ada tempat yang lebih pas bagi anak muda untuk menyalurkan hobinya. Tidak itu saja, kegiatan balap motor ini bisa menjadi tontonan bagi masyarakat sehingga memberikan manfaat yang positif bagi banyak orang.

Selain itu, saya melihat anak muda yang ada di Kota Padang juga membutuhkan tempat untuk mengaktualisasikan potensi dan bakat mereka. Pantai Padang sudah banyak memberikan ruang bagi anak muda ini mengaktualisasikan potensi dan bakat mereka. Berbagai kegiatan banyak diselenggarakan di sini. Namun nampaknya butuh media permanen yang bisa memfasilitasi aktualisasi potensi dan bakat anak muda tersebut.

Misalkan saja, butuh semacam panggung permanen untuk memfasilitasi anak-anak muda untuk tampil. Baik di bidang musik (baik musik tradisional ataupun kontemporer), bidang seni seperti randai, rabab, saluang,  tari. Juga bisa untuk tarik suara, dan berbagai bakat lainnya yang membutuhkan media panggung untuk memberikan ruang bagi mereka unjuk kebolehan dan berlatih.

Dengan adanya panggung ini, selain membantu dan memberikan anak muda tempat beraktualisasi juga memberikan hiburan kepada pengunjung pantai. Jika selama ini pantai lebih banyak dinikmati untuk foto selfie ataupun menikmati suasana pantai, maka dengan adanya panggung,  masyarakat bisa menikmati tontonan dari berbagai komunitas yang unjuk kemampuan di sana. Dari pagi hingga malam, pantai hidup dengan kegiatan komunitas yang tampil unjuk kemampuan. Ada yang unjuk kemampuan musik band, tarik suara, tari tradisional dan modern, teater, puisi, dan lainnya.

Jika pantai hidup dari pagi hingga malam, semakin banyak wisatawan yang datang, dan semakin banyak transaksi jual beli di sana. Jika pagi dan siang pantai dihidupkan dengan atraksi panggung seni tari dan musik modern, maka malamnya dihibur dengan seni tradisional seperti randai dan rabab.

Selama ini Pantai Padang lebih banyak dikunjungi pada saat pagi hingga sore hari. Malam hari sudah kurang ramai dikunjungi, bahkan cenderung sepi. Dengan adanya media yang bisa untuk mengaktualisasikan potensi dan bakat, bukan tidak mungkin Pantai Padang akan tetap ramai pada malam hari. Kampus-kampus dan sekolah yang mempelajari secara khusus seni, budaya, teater, tari dan lainnya pun bisa memanfaatkan ini sebagai ladang unjuk kebolehan para mahasiswa dan pelajarnya.

Selama ini kawasan Pantai Padang sudah banyak digunakan untuk berbagai iven launching dan promosi, iven nasional dan internasional, senam pagi, rekreasi keluarga dan lainnya. Saya yakin bahwa ke depannya Pantai Padang akan bisa lebih hidup lagi jika semakin banyak fasilitas yang disediakan pemerintah untuk warganya. Bukan tidak mungkin iven olahraga triathlon yang menggabungkan renang, lari dan sepeda suatu saat diadakan di Pantai Padang. ***

Irwan Prayitno
Gubernur Sumbar

Padang Ekspres, 17 November 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>