
Tim Trabas Sumbar 1 dipimpin Gubernur Irwan Prayitno foto bersama dengan Bupati Solok, H.Gusmal, Wabup Yulfadri Nurdin dan peserta lainnya sebelum menaklukkan bukit Sariek Bayang
Pembukaan ruas jalan alternatif yang kelak diproyeksikan sebagai jalan negara antara Alahan Panjang di Kabupaten Solok menuju Pasar Baru, kabupaten Pesisir Selatan adalah mimpi yang tertunda.
Siang seperti keburu datang ketika bupati Solok (kala itu), Gamawan Fauzi, belum sempat menyelesaikan obsesi untuk mewujudkan mimpinya.
Tahun 2005 ketika itu atau sekitar dua bulan selepas dilantik menjadi bupati Solok, mantan Kepala Biro Humas itu merintis pembukaan jalan dengan menghubungkan dua daerah bertetangga yang disekat oleh bukit Gandum di jajaran Bukit Barisan.
Setelah berhasil memindahkan pemukiman masyarakat Sariek Bayang, mimpi Gamawan seolah terkubur disana hingga tidak ada lagi cerita setelahnya.
Kuatnya keinginan pemerintah daerah membuka jalan raya Alahan Panjang-Pasar Baru tentu saja tidak sebatas meningkatkan infrastruktur. Justru dengan infrastruktur jalan dan jembatan itu obsesi untuk menumbuhkan perekomomian masyarakat melalui sektor kepariwisataan akan meningkat.
Kawasan wisata Mandeh kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dan kawasan wisata Danau Kembar Kabupaten Solok adalah sasaran utama. Kala dulu Bupati Solok Gamawan Fauzi berjalan kaki dari Bayang Pessel menembus hutan belantara Alahan Panjang, lebih menyimpan misi program relokasi. Sebanyak 136 KK masyarakat yang bermukim di desa Sariek Bayang, lalu dipindahkan ke Rimbo Data kecamatan Lembah Gumanti.
Pernah ada kelompok ekspedisi Alahan Panjang-Pasar Baru yang dipimpim Kepala Dinas Kimpraswil Sumbar, sekitar tahun 2013, tetapi warnanya lebih sebagai menumbuhkan pemahaman terhadap persoalan peradaban masyarakat yang dikungkung keterisolasian.
Namun kisah ekspedisi Alahan Panjang-Pasar Baru ini, hanya meninggalkan cerita lama untuk dikenang-kenang.
Satu dasawarsa kemudian, cerita Alahan Panjang-Pasar Baru Pessel menghangat lagi. Terutama bagi masyarakat nagari Pancung Taba, Muaro Aie, Limau-Limau dan Bayang, mimpi pembukaan ruas jalan alternatif untuk menghubungkan dua daerah bertetangga ini semakin menumbuhkan harapan besar. “Tidak sekadar mempertemukan kawasan wisata, jalan Alahan Panjang-Pasar Baru Pessel juga menghubungkan emosial dan kekerabatan,†ujar Syamsuri (54), warga Simpang Danau Kembar.
Sentana mewakili warga yang bermukim di kecamatan Danau Kembar dan Lembah Gumanti, petani bawang itu lebih reaktif menyambut tim Trabas Sumbar 1 yang dipimpin Gubernur Irwan Prayitno kala melakukan perjalanan ekstrim menembus belantara hutan Sariak Bayang, Minggu (16/4).
Ikut menaklukan alam bebas dengan medan yang berlumpur di jalan setapak itu Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin. Tentu saja bukan sebatas hobi, kegiatan Irwan Prayitno yang tidak pernah jera berkubang dengan lumpur itu lebih sebagai sarana menjumpai masyarakat yang bermukim di pelosok. Orang nomor satu di jalan Sudirman itu bahkan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Kala dilepas oleh Bupati Solok H. Gusmal Dt. Rajo Lelo di dusun Rawang, Danau Kembar, jelajah Tim Trabas Sumbar 1 yang diikuti oleh Yulfadri Nurdin menuju Pasar Baru-Puncak Bulan-Bukit Gandum-Sarik Bayang, dupandang penting membantu pemerintah memperkenalkan destinasi wisata lokal yang belum terekspose secara optimal.
Perjalanan itu sekaligus guna merancang jalan untuk membuka keindahan panorama Bukit Cambai di Solok. Dari bukit itu, ada keindahan 4 danau di Sumbar yang luar biasa. Yakni Danau Singkarak, Danau Talang dan Danau Diatas Danau Dibawah. “Kita mengamati kondisi jalan yang perlu dikembang antara Pessel dengan Kabupaten Solok,†ucap Irwan.
Bupati Solok H. Gusmal menyambut antusias kegiatan trabas Alahan Panjang-Pasar Baru Bayang yang dilakukan gubernur. Meski hanya bisa melepas di dusun Rawang, Gusmal melihat olahraga motor ekstrim itu sangat berarti.
Terlebih ketika ia mengetahui komitmen Gubernur yang begitu tinggi terhadap percepatan pembukaan ruas jalan Pasar Baru Alahan Panjang. “Kelak kita akan menyaksikan perubahan besar dalam tata niaga hasil produksi dan perekonomian bila nanti pembukaan jalan Alahan Panjang-Pasar Baru terwujud,†ujarnya.
Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin mengaku, dengan mengikuti kegiatan trabas dengan gubernur, dirinya lebih mengenal medan jalan yang akan dibangun, termasuk prosfektif kawasan-kawasan yang akan terbuka sebagai dampak peningkatan jalan.
“Kita akan terus memperjuangkan program pembukaan jalan Pasar Baru Alahan Panjang,†ujarnya optimis.
Singgalang, 18 April 2017
