«

»

Pemprov Sumbar Kampanyekan Gerakan Anti Bullying

14 November 2017

Gandeng Duta Anti Bullying Internasional Harris J

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) menggandeng Pusat Pelayanan Terpadu  Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Limpapeh Rumah Nan Gadang Sumbar mengkampanyekan gerakan anti bullying. Selain itu, juga mengelar seminar  bertemakan ‘Save Me From My Self And Stop Bullying’.

“Kegiatan yang digagas P2TP2A Sumbar ini sangat baik. Apalagi, saat ini kasus bullying sering menimpa anakanak maupun remaja. Contohnya saling mencemooh yang dilakukan anak-anak maupun remaja. Oleh karena itu, dengan adanya gerakan anti bullying ini dapat meminalisir tindakan bullying yang terjadi di Sumbar,” ujar Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno saat membuka kegiatan gerakan dan seminar anti bullying di Gedung Auditorium Universi tas Negeri Padang, (UNP), Selasa (7/11).

Sebut Gubernur tindakan bullying ini akan menganggu mental anak maupun remaja, sehingga dampak yang ditimbulkan akibat bully ini begitu besar.  Oleh karena itu, semua pihak harus mampu memberi apresiasi  terhadap capaian yang dilakukan oleh anak maupun remaja. Karena masing-masing anak maupun remaja, memiliki potensi masing-masing. “Jadi, setiap orang itu memiliki potensi dan punya kelebihan.  Jangan jatuhkan seseorang dengan kelemahan dan kekurangannya, padahal kelebihannya juga banyak,” tukasnya.

Sebutnya, hal yang harus dilakukan adalah menyatukan anak- anak maupun remaja yang berbeda prinsip saling berbagi. Yakni berbagi dengan kelebihan yang dimiliki dan menutup kekurangannya. Ia berharap, adanya gerakan ini akan menghentikan perbuatan bullying yang sering menimpa anak maupun remaja. “Jadi, hentikan saling menjatuhkan tersebut. Tetapi mari bangkit bersama dalam membangun potensi yang dimiliki anak-anak maupun remaja,” imbaunya.

Sementara itu, Ketua P2TP2A Limpapeh Rumah Nan Gadang Sumbar, Ny. Nevi Irwan Prayitno menyebutkan, tindakan perundungan telah banyak terjadi di Sumbar. Namun, belum ada data yang tercatat secara detail. Kendati demikian, tindakan perundungan yang marak, khususnya terhadap anak-anak, harus diminimalisir. Hal itu dikarenakan, dampak perundungan sangat buruk bagi perkembangan anakanak, baik dampak fisik maupun psikologis.

“Bully tidak baik bagi perkembangan anak. Menjadi mimpi buruk bagi perkembangan karakter anak. Padahal, pendidikan kita menginginkan anak yang berkarakter,” ulasnya.

Sebutnya, untuk menekan tindakan bullying di Sumbar, P2TP2A gencar memberikan sosialisasi dan pemahaman sejak dini untuk menjauhi tindakan perundungan. Menurutnya, untuk menghentikan perundungan, juga perlu ada kesadaran masyarakat, mengingat ada kebiasaan mencemooh yang melekat pada masyarakat. Dicontohkannya, pemanggilan nama orang dengan ciri fisiknya. Nevi berharap, melalui kesadaran masyarakat, ke depan tidak ada lagi kasus perundungan yang terjadi terhadap anak-anak, baik di rumah maupun sekolah.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Anti Bullying Internasional, Harris J mengajak semua pihak yang menyaksikan terjadinya bullying di sekitarnya, tidak boleh tinggal diam.

Chief Executif Officer DNA Production Rina Novita, menuturkan Harris J memiliki pribadi yang baik dan rendah hati. Sehingga sangat pas ketika manyampaikan pesan anti-bullying.

Sekadar diketahui, Pemprov Sumbar selain mengampanyekan anti bullying serta mengelar seminar serta konser anti bullying juga telah digelar lomba penulisan artikel anti bullying bagi para pelajar SD, SMP dan SMA se Sumbar.

Padang ekspres, 14 November 2017

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>