PADANG — Gubernur Irwan Prayitno optimis mewujudkan program ketahanan pangan. Pemprov Sumbar juga tidak bisa jalan sendiri, untuk itu kabupaten/kota diharapkan lebih serius.
Sumbar ditargetkan dapat mencapai produksi beras hingga 500.000 juta ton pada 2017. Sedang 2015, Sumbar menargetkan produksi mencapai 15 ribu ton.
“Kita optimis untuk mewujudkan swasembada ini. Untuk itu pemerintah kabupaten/kota diminta untuk cepat dan serius. Karena daerah yang lambat akan ditinggal,†kata Irwan, Minggu (1/2) di Padang.
Salah satu penunjang pencapaian tersebut, bantuan pupuk, benih dan hand tractor. Semua bantuan ini akan disalurkan bagi kabupaten/kota yang cepat dan serius. Dengan sarana dan prasarana itu nantnya dapat mewujudkan produksi beras.
Selain itu, sesuai topografi, Sumbar memiliki lahan pertanian yang sangat subur dengan sumber air yang cukup. Selama ini, Sumbar juga termasuk provinsi penyumbang produksi beras nasional.
Apalagi kni, TNI memberikan dukungan penuh dengan menurunkan Babinsa di kecamatan. Prajurit TNI ini akan membantu petani sebagai penyuluh pertanian. Secara umum, Sumbar juga telah mampu memenuhi target yang ditetapkan untuk lima tahun sebelumnya 300.000 ton.
“Kini hanya dalam waktu tiga tahun, harus dicapai 500.000 ton. Semoga dengan dibantu Korem 032/Wbr, dapat mewujudkan pencapaian target tersebut,†katanya.
Di sisi lain pada 2015, pemprov juga fokus membangun dan merawat saluran irigasi. Melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) akan membangun dan memperbaiki daerah irigasi.
Sedikitnya 51.000 hektare daerah irigasi yang merupakan kewenangan pusat (yang luasnya lebih 3.000 hektar), akan dibangun dan diperbaiki dengan usulan anggaran Rp280 miliar.
Daerah Irigasi yang diperbaiki meliputi Malapang Ampang Tulak (Pessel), Batang Indrapura (Pessel), Batang Anai (Padang Pariaman), Panti Rao (Pasaman), Batang Bayang (Pasbar) dan Batang Tongar (Pasbar). Dua lainnya merupakan lanjutan pembangunan masing-masing Batang Tarusan dan Batang Sinamar.
“Daerah irigasi yang menjadi kewenangan provinsi (luas antara 1.000 hektare hingga 3.000 hektare), juga diusulkan perbaikannya 40 daerah irigasi dengan total 56.000 hektare. Usulan anggarannya Rp350 miliar,†terang Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Ali Musri.
Sedangkan daerah irigasi yang menjadi kewenangan kabupaten/kota (dibawah 1.000 hektare), diusulkan perbaikannya 2.045 daerah irigasi dengan luas areal 185.000 hektare. Usulan anggarannya mencapai Rp1,1 triliun.
Dikatakannya, perbaikan irigasi ini, tak lain untuk mendukung program pemerintah mewujudkan kedaulatan pangan. Apalagi Sumbar diberikan target swasembada pangan oleh pemerintah pusat sekitar 500.000 ton dalam tiga tahun ke depan.
Sedangkan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, akan menangani perbaikan irigasi tersier, optimalisasi lahan dan pemberian bantuan traktor tangan.
Irigasi tersier yang akan diperbaiki tahun ini 54.000 hektare, tersebar di seluruh kabupaten/kota, kecuali Mentawai. Anggaran yang bersumber dari APBN dikucurkan Rp1,1 juta/hektare daerah irigasi yang diperbaiki.
Sedangkan hand tracktor yang dibagikan jumlahnya mencapai 613 unit dan 34.000 hektare lahan yang dioptimalisasi.
“Untuk mencapai target kedaulatan pangan, kita akan lakukan perbaikan irigasi tersier, optimalisasi lahan dan pembagian traktor tangan,†kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Djoni.
Pengembangan kawasan maritim
Guna mendukung pengembangan kawasan maritim, Sumbar juga ambil bagian dengan mengusulkan kegiatan normalisasi muara sungai. Usulannya 18 muara sungai akan dinormalisasi tahun ini dengan anggaran Rp850 miliar.
Kegiatan normalisasi ini memiliki manfaat yang besar untuk mengatasi banjir. Debit hujan yang tinggi akan terserap sungai sepenuhnya dan mengalir ke laut. Jadi tidak meluber lagi ke pemukiman penduduk.
“Selain itu, jika muara sungai sudah dinormalisasi maka dapat dijadikan sebagai dermaga bagi perahu nelayan, dijadikan sebagai lokasi pelelangan ikan. Tak kalah pentingnya dapat juga menunjang kegiatan wisata,†terang Ali Musri. (401)
Singgalang 2 Februari 2015